Bantuan
Free Tele x

Mulai Dilakukan 12 Januari, Inilah Rekomendasi Kombinasi Vaksin Booster

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 07 Mar 2022

Bagikan

vaksin booster

Menjadi penting untuk masyarakat mengetahui beberapa rekomendasi kombinasi vaksin booster. Pada tanggal 12 Januari tepatnya hari Rabu, masyarakat mulai melakukan program vaksinasi booster. Dimana sesuai dengan arahan Joko Widodo selaku Presiden untuk vaksin booster diberikan secara gratis. Mungin Anda masih bertanya-tanya apa itu sebenarnya vaksin booster? Vaksin ini merupakan vaksinasi lanjutan sesudah seseorang memperoleh vaksin primer dengan dosis yang lengkap. Tujuan dari penerimaan vaksin booster itu sendiri yakni guna memperpanjang masa perlindungan. Bukan hanya itu, vaksin booster juga memiliki tujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh. 

Vaksin booster itu sendiri diberikan secara heterolog serta homolog. Heterolog, yakni vaksinasi booster yang mana menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin sebelumnya (vaksin primer dosis pertama dan kedua). 

Kombinasi Vaksin Booster

Pemerintah melakukan tiga kombinasi vaksin booster dalam menjalankan program ini. Dimana untuk yang pertama menggunakan Pfizer dosis setengah, jika masyarakat memperoleh vaksin primer Sinovac. Kemudian, masyarakat yang memperoleh vaksin primer berupa Sinovac, bisa menggunakan booster AstraZeneca dengan dosis setengah, sedangkan vaksin booster Moderna bisa diterima oleh masyarakat yang memperoleh vaksin primer AstraZeneca. Dibawah ini adalah rincian dari setiap kombinasi vaksin booster:

  1. Vaksin Pfizer

kombinasi vaksin booster ini diberikan satu dosis untuk masyarakat dengan usia diatas 18 tahun. Vaksin pfizer ini merupakan booster homolog, yang mana dapat diterimakan oleh ia yang telah menerima dosis kedua minimal enam bulan. Diketahui dari data uji klinik bahwa kejadian tidak diinginkan atau efek samping dari booster Pfizer ini memiliki sifat lokal. Dimana biasanya efek samping yang munculnya, yakni sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri di area suntikan, dan demam dengan tingkat satu sampai dua. Dari imonogenisitas booster Pfizer diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata titer antobodi netralisasi. Hal ini terjadi sekitar satu bulan sesudah, yakni sebesar 3.3 kali. 

  1. Vaksin Moderna

Untuk kombinasi vaksin booster Moderna ini termasuk homolog dan heterolog. Perlu anda ingat juga bahwa vaksin moderna ini hanya diberikan untuk masyarakat yang berusia 18 tahun keatas. Diketahui bahwa untuk vaksin primer Moderna adalah Johnson, AstraZeneca, dan Pfizer, sedangkan untuk imunogenesitas Moderna menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata antibodi netralisasi sebesar 13 kali sesudah penyuntikan dilakukan. 

  1. Vaksin AstraZeneca

Booster vaksin AstraZeneca direkomendasikan menjadi booster homolog juga. Dimana data uji klinis menunjukkan bahwa kejadian tidak diinginkan atau efek samping dapat ditoleransi denga baik. Pada umumnya efek samping karena kombinasi vaksin booster AstraZeneca termasuk ke dalam kategori ringan 37 persen sampai sedang 55 persen. Terjadinya peningkatan nilai rata-rata titer antibodi netralisasi dari 1.792 jadi 3.370 dalam imonogenisitas booster AstraZeneca. Peningkatan ini terjadi sampai tiga kali lipat. 

  1. Vaksin PT Bio Farma

Penny Ketua BPOM menyebutkan bahwa vaksin PT Bio Farma atau Coronavac ini menjadi vaksin tambahan atau booster homolog. Dimana jenis sama dengan vaksin primer atau vaksin pertama dan kedua. Booster PT Bio Farma diberikan sebanyak satu dosis sesudah orang tersebut melakukan vaksinasi dosis kedua, enam bulan sebelumnya. Diketahui dari hasil uji klinis bahwa booster PT Bio Farma bisa menyebabkan efek samping atau kejadian yang tidak diinginkan, yakni kemerahan, nyeri di area suntikan, dengan tingkat keparahan adalah satu dan dua. Imonogenisitas dari booster PT Bio Farma menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi 21 sampai 35 kali sesudah 28 hari vaksin booster PT Bio Farma diberikan kepada masyarakat usia dewasa. 

  1. Vaksin Zifiax

Pemberian kombinasi vaksin booster Zifiax ini dilakukan sesudah enam bulan vaksin kedua dilakukan. Vaksin booster Zifiax adalah heterolog dengan vaksin primer Sinopharm dan Sinovac. Dengan imunogenisitas booster yang menunjukkan terjadinya peningkatan sebanyak lebih dari 30 kali sesudah dosis lanjutan. 

Kelima vaksin yang disebutkan di atas sudah memperoleh rekomendasi yang memenuhi syarat. Oleh karenanya, dapat dilanjukan dengan proses pemberian EUA atau Emergency Use Authorization. Untuk informasi terbaru dari pelaksanaan, pemberian, sampai lokasi vaksin booster ini anda dapat mengetahuinya dari aplikasi PeduliLindungi. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: 3 Alasan Pentingnya Vaksin Booster Adalah

Referensi

BPOM

sehatnegeriku.kemenkes.go.id

cnnindonesia.com

covid19.go.id

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami