Bantuan
Free Tele x

Mengenali Prosedur Infus Tangan

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 22 Apr 2021

Bagikan

Mengenali Prosedur Infus Tangan

Dalam berbagai kondisi, terapi cairan atau obat-obatan harus diberikan dengan segera kepada pasien. Jika tidak dapat diberikan dengan cara diminum, cairan maupun obat diberikan dengan cara lain. Salah satunya adalah dengan infus. Prosedur infus merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan pada kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan segera. Umumnya infus dilakukan di tangan.

 

Definisi Infus

Infus atau terapi IV (intravena) adalah prosedur yang memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena. Jarum yang sudah masuk digunakan untuk mengalirkan obat, cairan, ataupun pengobatan lainnya ke pasien.

Dikarenakan langsung masuk ke dalam pembuluh darah, pengobatan-pengobatan yang dilakukan dengan cara infus memiliki keunggulan berupa efek yang lebih cepat. Sebanyak 80% pasien yang masuk ke rumah sakit memerlukan infus sehingga prosedur infus merupakan salah satu prosedur tersering. 

 

Indikasi infus

Indikasi infus yang tersering adalah memasukkan obat dan cairan yang tidak dapat dimasukkan atau tidak berespon terhadap terapi melalui saluran pencernaan. Beberapa keadaan medis yang menyebabkan seseorang diinfus seperti:

  • Lupus

  • Anemia

  • Sehabis operasi

  • Penyakit radang sendi rheumatoid

  • Munta-muntah yang berlebih

 

Kontraindikasi infus

Tidak ada kondisi yang menyebabkan infus tidak boleh dilakukan. Namun infus harus dipertimbangkan apakah akan diberikan atau tidak untuk keadaan, seperti gangguan pembekuan, terdapat infeksi atau luka bakar kulit yang ingin disuntik, terbentuk struktur pembuluh darah arteri dan vena yang menyatu, gumpalan darah pada tangan, dan lain-lain. 

 

Prosedur pemasangan infus

Prosedur pemasangan infus dapat dibantu oleh alat USG jika pembuluh darah vena sulit terlihat ataupun pemasangan infus gagal. Pemasangan infus awalnya dilakukan dengan membendung vena. Pembendungan ini dilakukan dengan melilitkan alat pengikat lengan di atas tempat penusukan dan mengepalkan tangan.

Selanjutnya, jarum ditusuk pada pembuluh darah vena di tangan. Biasanya tangan yang disuntik adalah tangan yang tidak dominan untuk mencegah tercabutnya infus dan terbentuknya gumpalan darah. Lokasi penyuntikan pada tangan biasanya di punggung telapak tangan atau di sisi atas lipatan siku. Selain di tangan, infus dapat dilakukan di tempat lain, seperti di kaki dan di kepala. Pemasangan di kepala dilakukan terutama pada bayi .

Jika jarum sudah masuk, alat pengikat lengan dilepas, jarum dilepas bersamaan dengan dimasukkannya sebuah selang kecil. Selang kecil ini dihubungkan dengan selang yang terhubung pada kantong obat atau cairan. Selanjutnya tetesan cairan diukur sesuai kebutuhan. 

 

Efek samping infus

Efek samping yang dapat timbul adalh gagalnya prosedur infus, perdarahan, radang, infeksi, dan kerusakan arteri sampai saraf pada daerah yang disuntik. Gagalnya prosedur infus merupakan hal yang sering terjadi. Sekitar 50% dari infus yang berhasil dipasang mengalami kegagalan sebelumnya.

Inflamasi dan infeksi pada daerah suntik dapat terjadi karena tidak baiknya prosedur pembersihan kulit sebelum di suntik. Efek samping yang juga dapat terjadi adalah terblokirnya selang maupun pembuluh darah vena karena adanya pembentukan gumpalan pada ujung selang kecil. 

Efek samping juga dapat terjadi karena pemberian cairan atau obat, seperti syok hebat. Namun syok ini jarang disebabkan langsung karena prosedur infus. 

 

Cara menghitung tetesan infus

Untuk menghitung berapa tetes per menit, digunakan rumus

Tetesan per menit  = Volume cairan (mL) x faktor tetesan ( tetesan pada set infus) / Waktu (menit)

Faktor tetesan bergantung dengan selang infus yang digunakan. Untuk selang infus dewasa sebanyak 20 tetes/menit, selang infus anak 60 tetes/menit, dan selang infus darah 15 tetes/menit. 

Contoh perhitungan: 200 mL cairan akan diberikan dalam waktu 40 menit. Selang infus yang digunakan adalah selang infus dewasa. Didapatkan:

Tetesan per menit  = 200 mL x 20 tetes/menit  / 40 menit

Tetesan per menit  = 100 tetes/menit

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

 

Referensi

Gage CB, Toney-Butler TJ. Dose Calculation. [Updated 2020 Nov 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-.

Castera MR, Borhade MB. Fluid Management. [Updated 2020 Apr 2]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-.

Infusion Associates. Infusion therapy guide for patients [Internet]. Grand Rapids: Infusion Associates. [Cited 6 february 2021].

Bagikan artikel ini