Bantuan

Mengapa Terasa Mual Saat Puasa? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 13 Apr 2022

Bagikan

mual saat puasa

Apakah Anda merasa mual saat puasa? Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab mual saat puasa ini? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, di bawah ini telah disajikan informasi mengenai mual saat puasa. Oleh karena itu, Anda perlu mengikuti terus penjelasan di artikel ini untuk mengetahuinya.  

Penyebab Mual Saat Puasa

Rasa mual terkadang menjadi keluhan yang cukup umum ditemukan pada awal-awal bulan Ramadan. Hal ini karena sistem pencernaan masih melakukan adaptasi dengan pola makan yang berbeda dari biasanya. Namun, jika rasa mual tetap muncul setelah beberapa hari awal, bisa saja kondisi tersebut disebabkan oleh kebiasaan sendiri. Adapun kebiasaan yang menjadi penyebab mual saat puasa yaitu sebagai berikut. 

  1. Makan berlebihan

Penyebab munculnya mual saat puasa yang pertama yaitu makan berlebihan. Mungkin beberapa dari Anda berpikir bahwa makan banyak saat sahur akan membuatnya tahan akan lapar lebih lama. Padahal, makan terlalu banyak saat sahur justru menyebabkan rasa mual. Hal ini karena, makan terlalu banyak membuat lambung tidak mampu menampungnya sehingga makanan tersebut akan didorong keluar dari tubuh. 

  1. Naiknya asam lambung

Rasa mual yang Anda rasakan saat puasa juga bisa disebabkan oleh naiknya asam lambung. Kondisi ini sering dialami oleh beberapa orang yang sebelumnya memiliki riwayat masalah pada asam lambung. Biasanya, naiknya asam lambung ini disebabkan oleh kebiasaan langsung tidur setelah makan. Kebiasaan ini sering terjadi selama Ramadan, karena harus bangun di pagi buta untuk makan. 

  1. Kekurangan cairan

Apakah Anda telah mencukupi kebutuhan cairan selama puasa? Jika belum, berarti wajar saja Anda merasa mual saat puasa. Pasalnya, jika Anda kekurangan cairan maka akan membuat bagian bawah perut tertekan sehingga menimbulkan rasa mual. Oleh karena itu, pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan dengan minum 6-8 gelas per harinya. Anda bisa minum saat berbuka, sebelum Tarawih, setelah Tarawih, sebelum tidur, bangun tidur, dan setelah sahur. 

  1. Langsung tidur setelah makan

Bangun di dini hari untuk makan sahur mungkin membuat sebagian orang merasa sangat ngantuk. Sehingga terkadang ditemukan orang yang akan langsung tidur kembali setelah makan. Tidak hanya itu, waktu makan yang singkat juga membuat beberapa orang akan langsung tidur setelah makan besar untuk berbuka. Padahal, tidur setelah makan ini dapat menyebabkan asam lambung naik dan Anda pun merasa mual.

  1. Makan makanan pedas dan berminyak

Penyebab rasa mual saat puasa yang terakhir yaitu karena mengonsumsi makanan pedas dan berminyak. Saat Anda sahur, sebaiknya hindari makanan pedas dan juga berminyak. Hal ini karena, makanan berminyak memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi sehingga lambat untuk dicerna. Sedangkan makanan pedas, dapat memicu naiknya asam lambung. Kedua kondisi ini, pada akhirnya akan menimbulkan rasa mual. 

Mencegah Mual saat Puasa

Tentunya rasa mual saat puasa membuat puasa menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, Anda perlu mencegahnya agar puasa bisa berjalan dengan lancar dan baik. Berikut ini beberapa cara mencegah mual saat puasa yang bisa Anda lakukan. 

  • Perbanyak cairan: Tidak hanya mencegah mual saat puasa, mencukupi kebutuhan cairan tubuh merupakan hal yang wajib Anda lakukan. Jika Anda mengalami dehidrasi, maka akan muncul gejala yang tidak nyaman. 

  • Jangan tidur setelah makan: Walaupun Anda merasakan kantuk yang hebat saat sahur, sebaiknya hindari untuk tidur kembali. Apabila rasa kantuk tidak tertahankan, pastikan posisi kepala Anda lebih tinggi agar makanan tidak kembali lagi ke tenggorokan. 

  • Hindari makanan pemicu asam lambung: Salah satu penyebab rasa mual saat puasa yaitu karena naiknya asam lambung. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari beberapa makanan pemicunya seperti makanan berminyak dan pedas. 

Itulah dia penjelasan mengenai berbagai penyebab mual saat puasa yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, kondisi ini tidaklah berbahaya, namun jika disertai berbagai gejala lainnya maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, mual yang disertai berbagai gejala bisa saja merupakan tanda kondisi medis tertentu. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Salah Satu Ciri-Ciri Hamil, ini Obat Mual untuk Ibu Hamil yang Bisa Anda Konsumsi

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Umum

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang
Referensi

Cleveland Clinic. Nausea & Vomiting. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea--vomiting#when-to-call-the-doctor

Frothingham, Scott. 2020. Does Hunger Cause Nausea?. https://www.healthline.com/health/nausea-when-hungry#treatment

WebMD. 2020. Nausea and Vomiting. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-nausea-vomiting 

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Umum

Mulai dari IDR 150.000

Pesan Sekarang