Melakukan Terapi Infus di Rumah

13 Apr 2020 • Tips Kesehatan

Intravena (IV) atau yang dikenal dengan sebutan infus, merupakan sebuah metode pemberian obat atau sumber nutrisi yang dilakukan secara langsung lewat pembuluh darah. Biasanya terapi ini dilakukan ketika tubuh pasien sudah tidak memungkinkan minum obat secara oral.

Biasanya dokter akan merekomendasikan pemasangan infus saat pasien mengalami kondisi darurat medis yang mengharuskan obat cepat masuk ke dalam tubuhnya. Contohnya pasien yang mengalami dehidrasi berat, pasien serangan jantung, keracunan atau stroke.

Selain itu, infus bisa digunakan saat pasien mengalami muntah hebat, atau ketika semua makanan dan cairan yang masuk ke mulutnya, langsung dimuntahkan tanpa sempat dicerna terlebih dahulu.

Secara umum, berikut merupakan beberapa kondisi yang membuat dokter harus menginfus Anda:

  1. Dehidrasi parah.
  2. Gangguan sistem imun.
  3. Stroke.
  4. Serangan jantung.
  5. Keracunan makanan.
  6. Penggunaan obat-obatan kemoterapi untuk menangani pasien kanker.
  7. Penggunaan obat-obatan tertentu yang berfungsi untuk mengatasi rasa sakit.
  8. Infeksi yang membuat pasien tidak responsif terhadap antibiotik oral
  9. Pasien yang mengalami peradangan kronis.

Untuk lebih jelasnya, hubungi dokter untuk meninjau apakah Anda diperkenankan untuk menggunakan infus atau tidak.

Bolehkah Menggunakan Infus di Rumah?

Jika masuk dalam kriteria, aturan penggunaan infus di rumah dan di rumah sakit, sebenarnya cenderung sama. Hanya saja, proses pemasangan infus sendiri harus sesuai dengan kaidah medis agar hasil yang didapat lebih maksimal.

Sebelum menginfus Anda, biasanya petugas medis akan menentukan jenis infus yang akan digunakan, apakah menggunakan infus manual atau pompa listrik. Petugas medis kemudian akan menentukan titik terbaik pemasangan infus, setelah itu baru infus akan dipasang.

Pada orang dewasa, punggung tangan atau lipatan antara lengan atas dan bawah merupakan area yang paling banyak dipilih untuk menyuntikan infus. Sementara untuk bayi, biasanya infus akan diberikan di bagian tangan, kaki, atau bahkan kulit kepala. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Efek Samping Setelah Diinfus

Sama seperti metode medis lainnya, infus memiliki efek samping yang bisa dirasakan beragam oleh setiap pasien. Mulai dari efek samping ringan, hingga berat. Namun jika mematuhi prosedur yang ada, efek samping dari penggunaan infus tersebut bisa ditekan.

Secara umum, berikut merupakan beberapa efek samping yang akan timbul setelah diinfus

  1. Infeksi biasanya terjadi di area bekas suntikan sebagai akibat dari penggunaan peralatan medis yang tidak steril atau proses pemasangan jarum dan kateter yang tidak tepat.
  2. Emboli udara umumnya terjadi akibat adanya udara yang berada di jarum suntik atau kantong obat infus mengering akibat tidak segera diganti.
  3. Penggumpalan darah merupakan salah satu kondisi yang paling tidak diinginkan pasien. Darah yang menggumpal ini akan menyebabkan aliran darah melambat, dan menimbulkan rasa sakit yang sangat menyiksa dan bengkak.

Untuk mencegah hal di atas, sebaiknya panggil petugas medis ke rumah Anda saat akan melakukan terapi infus di rumah. Tidak perlu bingung, sekarang ada aido health, aplikasi layanan kesehatan yang memungkinkan untuk menemukan petugas medis yang bisa menangani masalah Anda.

Mereka akan segera datang sesuai dengan jadwal kunjungan yang sudah ditentukan. Dalam kondisi darurat, mereka dengan senang hati akan langsung memprioritaskan Anda untuk segera mendapat pertolongan medis yang dibutuhkan.