Bantuan

Macam Obat Penunda Haid yang Aman di Konsumsi Wanita

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 12 Apr 2022

Bagikan

obat penunda haid

Jika ingin menggunakan obat penunda haid, maka jangan asal-asalan memilih. Biasanya obat penunda haid dibutuhkan ketika ada acara penting, yang mana lebih baik dilewati tanpa datangnya haid. Misalnya adalah seperti naik haji, umroh, dinas pekerjaan, bahkan liburan. Macam obat penunda haid yang biasa digunakan yakni pol KB dan norethisterone. Walau mengonsumsi obat penunda menstruasi ini umum dilakukan, namun anda juga tetap perlu berhati-hati dalam penggunaannya. Perhatikan hal penting yakni seperti kegunaan utamanya sampai risiko terjadinya efek samping yang mungkin dapat muncul. 

Macam Obat Penunda Haid

Terdapat 2 macam jenis obat yang bisa digunakan untuk menunda menstruasi, yakni seperti di bawah ini: 

  1. Pil KB

Pil kombinasi adalah pil KB yang bisa digunakan untuk menunda menstruasi. Ketika seseorang menggunakan pil KB kombinasi guna mencegah kehamilan, maka ia akan memperoleh dua jenis pil yakni pil aktif serta pil kosong. Nantinya kedua jenis obat yang disebutkan tersebut harus dikonsumsi secara bergantian. Akan tetapi, bila Anda mengonsumsi pil KNB untuk menunda haid, maka penggunaan pil kosong harus dihentikan. Anda dapat bertanya pada apoteker atau dokter guna mengetahui perbedaan keduanya. 

Ketika pil aktif dikonsumsi terus-menerus dan teratur, maka menstruasi akan berhenti. Menstruasi akan kembali muncul ketika Anda berhenti mengonsumsi pil aktif. Sudah sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan pil KB kombinasi guna mencegah haid. Hal ini untuk mengecek apakah kondisi anda memungkinkan untuk menggunakan pil aktif tersebut. 

  1. Norethisterone

Selain menggunakan pil KB, obat penunda haid lainnya yang bisa Anda konsumsi yakni obat yang berisi norethisterone. Beberapa merek obat yang didalamnya terkandung norethisterone yaitu primolut N, abmen, norelut, nosthyra, retrogest, prinore, anore, norestil, regumen. Penggunaan obat penunda haid ini haruslah sesuai dengan resep dokter. Hal ini karena setiap dokter mungkin akan meresepkan obat atau cara konsumsi yang berbeda. Dimana akan bergantung pada kondisi masing-masing wanita tersebut. 

Biasanya dokter akan meresepkan tiga tablet obat dalam satu hari, mulai dari 3 sampai 4 hari sebelum menstruasi datang. Kemudian, 2 sampai 3 hari sesudah Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut, maka haid akan tiba. Perlu Anda ingat bahwa obat penunda haid satu ini bukan pil kontrasepsi. Maka dari itu, ketika Anda mengonsumsinya, kemungkinan untuk hamil tetaplah ada. 

Amankah Menggunakan Obat Penunda Haid

Sebenarnya secara umum, penggunaan obat penunda haid aman. Akan tetapi, efek samping ringan mungkin terjadi pada beberapa wanita. Misalnya saja jika mengonsumsi norethisterone, maka efek samping yang dapat terjadi adalah seperti mual, nyeri payudara, gairah seksual yang berkurang, sakit kepala, dan gangguan suasana hati. Sedangkan jika Anda menggunakan obat penunda haid pil KB, efek samping yang mungkin muncul adalah seperti tidak enak badan, munculnya darah haid pada waktu yang tidak terduga, mual, dan diare. 

Sangat disarankan obat penunda haid tidak dikonsumsi berlebihan atau terlalu sering. Oleh karena itu, Anda juga sebaiknya mempunyai persetujuan dokter sebelum memutuskan untuk menunda haid. 

Kapan Obat Penunda Haid Boleh Dipakai

Beberapa kondisi yang dapat menjadi alasan untuk menunda haid, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menjalankan ibadah umroh atau naik haji

  • Mempunyai riwayat penyakit yang akan semakin parah ketika menstruasi datang yakni seperti anemia atau endometriosis

  • Mempunyai disabilitas fisik atau mental yang mana membuat seseorang tidak dapat mengurus diri ketika haid

  • Mengalami gejala berat ketika menstruasi yakni seperti nyeri parah, serta waktu haid yang sangatlah panjang

  • Mengikuti acara penting yang akan membuat Anda terganggu bila mengalami haid. Misalnya saja seperti liburan, ujian, dinas, atau bulan madu. 

Jika ingin memperoleh obat penunda menstruasi, sudah sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter. Nantinya dokter akan memeriksa kondisi kesehatan serta riwayat penyakit secara menyeluruh. Kemudian, dokter akan memberikan resep yang cocok dengan kondisi Anda yang ingin menunda haid. Perlu Anda ingat untuk tidak menggunakan obat penunda haid dengan asal, tanpa adanya resep karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Salah Satu Ciri-Ciri Hamil, ini Obat Mual untuk Ibu Hamil yang Bisa Anda Konsumsi

Referensi

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/birth-control/in-depth/womens-health/art-20044044

https://www.healthline.com/health/birth-control/skip-period-birth-control

https://www.nhs.uk/common-health-questions/travel-health/how-can-i-delay-my-period/

http://pionas.pom.go.id/monografi/noretisteron

Bagikan artikel ini