Lakukan Tes Buta Warna Mandiri di Rumah

01 Feb 2021 • Tips Kesehatan

Bagi sebagian profesi, kemampuan membedakan warna merupakan syarat penting agar dapat menjalani pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu, Anda mungkin diminta keterangan lulus tes buta warna saat mendaftar ke institusi pendidikan profesi tersebut.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya tes buta warna dapat dilakukan secara mandiri di rumah? Simak artikel berikut ini untuk mencari tahu caranya!

Penyebab buta warna

Sebenarnya buta warna merupakan istilah yang kurang tepat karena pasien buta warna masih dapat melihat warna. Namun, mereka mengalami kesulitan dalam membedakan warna, sebagai contoh warna merah sulit dibedakan dengan warna hijau.

Penyebab buta warna adalah kerusakan pada komponen mata pasien, yaitu lapisan retina mata. Pada lapisan retina, ada tiga jenis sel yang berfungsi untuk menangkap cahaya warna yang berbeda-beda, yaitu warna merah, hijau, dan biru.

Ketika salah satu sel tersebut rusak, cahaya warna yang ditangkap menjadi tidak sempurna dan penderita akan mengalami kesulitan untuk membedakan warna-warna tertentu, seperti antara merah dengan hijau atau antara biru dengan hijau.

Sebagian besar penyebab buta warna adalah kelainan genetik atau penyakit keturunan. Penyakit buta warna lebih sering ditemukan pada pria, yaitu sekitar 1 dari 12 pria, dibandingkan pada wanita yang hanya berkisar 1 dari 200 wanita. Alasan yang mendasari adalah genetik buta warna lebih mudah diturunkan pada anak laki-laki.

Akan tetapi, orang yang terlahir tanpa buta warna dapat mengalami gangguan penglihatan warna di kemudian hari akibat kerusakan pada lapisan retina bola matanya.

Beberapa contoh penyakit yang dapat menyebabkan buta warna adalah diabetes (penyakit gula atau kencing manis), glaukoma (peningkatan tekanan bola mata yang menyebabkan gangguan lapang pandang), dan efek samping obat-obatan. 

Jenis-jenis buta warna

Tidak semua kondisi buta warna adalah sama karena sel retina mata yang mengalami kerusakan dapat berbeda. Oleh sebab itu, penyakit buta warna dibedakan menjadi:

  • Buta warna total: Pasien tidak dapat melihat warna apa pun. Warna yang dapat dilihat pasien hanya merupakan gradasi hitam dan putih. Sering kali, tajam penglihatan pasien juga mengalami penurunan. 
  • Buta warna parsial: Pasien masih dapat melihat beberapa jenis warna, tetapi mengalami kesulitan membedakan warna-warna tertentu. Tajam penglihatan pasien masih normal.

Terdapat berbagai jenis buta warna parsial, yaitu:

  • Deuteranomali: warna hijau akan terlihat seperti warna merah
  • Protanomali: warna merah akan terlihat seperti warna hijau yang lebih gelap
  • Deuteranopia: tidak dapat melihat warna hijau, sehingga terlihat sebagai warna krem. Sedangkan, spektrum warna merah terlihat seperti warna coklat kekuningan
  • Protanopia: tidak dapat melihat warna merah, sehingga terlihat sebagai warna hitam. Sedangkan, warna oranye dan hijau terlihat seperti warna kuning. 
  • Tritanomali: sulit membedakan warna biru dengan hijau dan warna merah dengan kuning.
  • Tritanopia: tidak dapat membedakan warna biru dengan hijau, warna ungu dengan merah, dan warna kuning dengan pink. Semua warna tampak menjadi lebih gelap. 

Metode tes buta warna

Tes buta warna dapat dilakukan secara mandiri di rumah, jika Anda mencurigai keluarga atau Anda sendiri mengalami buta warna. Beberapa metode yang dapat digunakan adalah:

Tes Ishihara

Tes Ishihara dilakukan dengan buku yang berisikan 16 lembar dengan lingkaran warna yang terbuat dari titik kecil berbagai macam warna. Pada lingkaran tersebut, dapat terbentuk angka atau garis yang hanya dapat dibaca karena perbedaan warna.

Oleh sebab itu, pasien buta warna yang tidak dapat membedakan warna tersebut tidak akan dapat melihat angka atau garis yang terbentuk. 

Tes Cambridge

Tes Cambridge menggunakan metode yang sama dengan Tes Ishihara, tetapi perbedaannya adalah bentuk yang dihasilkan hanya merupakan huruf ‘C’. Namun, tes Cambridge lebih sensitif untuk membedakan jenis-jenis buta warna

Tes Holmgren

Tes Holmgren menggunakan benang dengan warna yang berbeda-beda. Pasien akan diminta mengambil benang dengan warna yang sesuai dengan instruksi. 

Tes buta warna dapat dilakukan di rumah dengan mencari buku untuk tes yang sesuai, baik itu tes Ishihara atau Cambridge. Selain itu, dengan menggunakan benang dengan warna yang berbeda-beda, tes buta warna juga dapat dilakukan. Untuk memastikan diagnosis dan jenis buta warna yang mungkin Anda derita, silahkan konsultasikan lebih lanjut ke dokter spesialis mata. 

Referensi:

  1. Turbert D. Color blindness diagnosis and treatment [Internet]. American Academy of Ophthalmology; 2019 Sep 6 [cited on 2021 Jan 22]. Available from: https://www.aao.org/eye-health/diseases/color-blindness-treatment-diagnosis 
  2. Salmon JF. Kanski’s clinical ophthalmology: a systemic approach. Elsevier; 2020.
  3. Types of color blindness [Internet]. National Eye Institute; 2019 Jun 26 [cited on 2021 Jan 22]. Available from: https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/color-blindness/types-color-blindness