Intip Manfaat Jahe Untuk Kesehatanmu

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 26 Mar 2021

Bagikan

Intip Manfaat Jahe Untuk Kesehatanmu

Jahe yang memiliki nama latin Zingiber officinale Rosc. adalah salah satu rempah-rempah yang mudah ditemui. Rempah ini tergolong ke dalam famili Zingiberaceae dan berasal dari wilayah Asia Tenggara, kemudian dimanfaatkan oleh berbagai negara di belahan dunia sebagai bumbu yang menambah cita rasa makanan. Hingga saat ini, diperkirakan manfaat jahe sudah dirasakan sejak 2500 tahun silam.

Selain bermanfaat sebagai penambah cita rasa makanan, jahe memiliki segudang manfaat untuk kesehatan dan pengobatan maupun pencegahan penyakit. Di dalam jahe, kandungan nutrisi yang dapat ditemukan adalah karbohidrat, protein, serat, mineral, dan sedikit lemak. Kandungan fitokimianya juga memiliki banyak peranan dalam menjaga kesehatan. Apa saja? Mari simak di bawah ini!

 

 

Jahe sebagai antiradang

 

Jahe memiliki peranan dalam mengobati beberapa reaksi rasang, seperti radang pada sendi, radang lambung, serta hepatitis. Gangguan radang ini dapat disebabkan oleh agen infeksi seperti bakteri, virus, maupun parasit atau agen kimia dan fisik, seperti panas, asap rokok, asam, dan benda asing. Sifat anti radang yang cukup kuat pada jahe dihubungkan dengan adanya zat keton tak jenuh alfa dan beta.

Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung jahe dapat melemahkan pembentukan zat-zat yang bersifat racun bagi tubuh, khususnya hati. Sifat antiradang ini juga sangat bermanfaat untuk melindungi ginjal dengan mengurangi kadar protein c-reaktif, suatu protein yang dihasilkan hati sebagai respon dari terjadinya peradangan akibat infeksi.

Konsumsi jahe dapat menjadi terapi tambahan untuk penderita gagal ginjal akut dan kronis untuk mencegah perkembangan penyakit dan menunda kebutuhan untuk mendapatkan terapi penggantian ginjal.

 

Jahe untuk mengontrol penuaan

Terjadinya penuaan berhubungan erat dengan keberadaan radikal bebas yang diproduksi dalam sistem biologi. Untuk memproduksi energi yang akan digunakan oleh tubuh, beberapa radikal bebas yang dihasilkan menjadi penting. Namun, peningkatan produksi zat ini secara berlebihan dapat memicu terjadinya stres oksidatif yang akhirnya memicu kerusakan DNA.

Kandungan fitokimia pada jahe mengambil peranan sebagai antioksidan yang melawan bahaya dari zat radikal bebas ini. Salah satu radikal bebas yang memicu kerusakan DNA adalah nitrogen reaktif oksida nitrat (NO). Antioksidan ini juga bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi fisik kita dari penyakit-penyakit kronis.

  

Jahe dalam mengatasi gejala di saluran cerna

Kamu tentu tidak merasa asing dengan obat pereda mual yang biasa dijual secara bebas identik dengan aroma dan rasa jahe. Sifat rempah ini sebagai anti mual dan anti muntah yang kuat ada karena jahe dapat meningkatkan pergerakan otot pada usus serta menghambat reseptor serotonin, yakni reseptor yang berperan dalam kemunculan gejala mual dan muntah. 

Pemanfaatan jahe untuk meredakan gejala di saluran cerna sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu. Efek jahe berupa karminatif menyebabkan makanan lebih mudah dipecah dan menghasilkan gas usus. Jahe juga bermanfaat dalam mempercepat pengosongan lambung. Hal-hal tersebut itulah yang menyebabkan beberapa obat pereda mabuk perjalanan mengandung ekstrak jahe. Rempah ini juga cocok untuk mengatasi mual dan muntah akibat kehamilan, kemoterapi, atau operasi tertentu.

 

Jahe untuk penyakit jantung dan pembuluh darah

Untuk kerja jantung dan pembuluh darah, ekstrak jahe diketahui dapat menurunkan area lesi aterosklerosis aorta, menurunkan kadar trigliserida plasma dan kolesterol, maupun LDL yang merupakan lemak jahat. Dalam salah satu laporan lainnya didapatkan data bahwa ekstrak jahe cair dapat menurunkan tekanan darah pembuluh arteri.

Ekstrak jahe juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berperan dalam menurunkan kadar gula darah. Hal inilah yang membuat jahe bermanfaat bagi penderita diabetes maupun penderita penyakit jantung. 

 

Cukup sekian informasi dari tim aido, semoga bermanfaat.

 

Referensi

 

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3665023/

  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92775/

  3. https://journals.lww.com/nutritiontodayonline/Abstract/2010/07000/Ginger__An_Overview_of_Health_Benefits.8.aspx

  4. https://academicjournals.org/journal/JPP/article-full-text-pdf/56E54E164970 

Bagikan artikel ini