Bantuan

Dapat Memicu Terjadinya Sitokinesis pada Tumbuhan, Apa Itu Hormon Sitokinin?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 04 Mar 2022

Bagikan

Tanaman

Hormon sitokinin menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tumbuhan. Hormon tumbuhan ialah kumpulan senyawa nutrien atau bukan hara, yang mana dalam kadar kecil saja bisa memunculkan respons biokimia. Hormon tumbuhan ini bisa dalam terbentuk dengan alami ataupun buatan. Selain merespons secara biokimia, hormon tumbuhan juga dapat menimbulkan respons morfologis dan fisiologis. Dimana respons ini memiliki fungsi untuk menghambat, mengubah, atau mendorong pergerakan atau taksis, pertumbuhan, dan juga perkembangan dari tumbuhan tersebut. 

Dapat dikatakan bahwa hormon tumbuhan merupakan suatu zat yang walau hanya dalam jumlah kecil pun, akan bisa memengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Serta hormon tersebut tidak ikut dalam proses metabolisme tumbuhan. Hal ini tentu berbeda dengan zat makanan atau unsur hara bagi tumbuhan, yakni sebuah zat yang memiliki pengaruh serta menjadi bagian produk yang menjadi hasil. Maka dari itu, tidak aneh jika hormon bisa sangat memengaruhi pertumbuhan tumbuhan, meskipun jumlahnya hanya sedikit. Masing-masing tumbuhan memiliki kandungan hormon dengan komposisi serta konsentrasi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Namun, secara garis besar ada tiga kelompok hormon, yakni hormon auksin, giberelin, dan juga sitokinin. 

Sitokinin Adalah

Kelompok hormon tumbuhan satu ini mempunyai fungsi dalam mendukung tumbuhnya tunas pada tumbuhan. Perlu anda perhatikan juga bahwa hormon memiliki dua fungsi yang berbeda, yakni mendukung dan menahan atau menghambat di konsentrasi yang berbeda. Dimana pada hormon sitokinin ini akan menunjang tumbuhnya tunas. Akan tetapi akan menahan terjadinya pembungaan dan pembuahan serta tumbuhnya akar. Jika hormone berada dalam kelompok hormon yang berbeda, maka akan saling melemahkan satu sama lain. Tentu hal ini sangat penting untuk anda ingat karena akan memengaruhi dalam penerapan. 

Kegunaan Hormon Sitokinin

Hormon sitokinin, yakni fitohormon atau hormon pertumbuhan, yang mana bisa melakukan interaksi dengan hormon auksin. Nantinya, interaksi dari kedua hormon ini dapat merangsang terjadinya sitokinesis atau pembelahan sel. Hormon tumbuhan sitokinin ini dibuat organ akar yang mana jaringannya aktif membelah. Kegunaan dari hormon sitokinin adalah seperti dibawah ini:

  • Memicu terjadinya pemanjangan pada akar tumbuhan

  • Membantu terjadinya biji mengalami perkecambahan

  • Efek dominansi apikal di ujung batang terhambat, yang mana terjadi karena hormon auksin

  • Memicu sitokinesis terjadi atau pembelahan sel pada tumbuhan

  • Menahan terjadinya proses penuaan pada tumbuhan

Bukan hanya sebagai diferensiasi sel serta pengatur pertumbuhan saja, tetapi hormon sitokinin juga memiliki peran dalam memengaruhi dominansi pucuk, penuaan daun, dan juga kuncup tepi. Sitokinin bisa terbagi menjadi dua tipe, yaitu fenilurea dan adenin. Tipe fenilurea adalah termasuk ke dalam tidiazuron atau TDZ serta difenilurea, yang mana tidak dibentuk oleh tumbuhan, sedangkan tipe adenin adalah seperti BA, Zeatin, dan Kinetin. 

Ramuan Hormon Sitokinin

Dalam pembuatan ramuan hormon tumbuhan termasuk hormon sitokinin, maka tidak menjadi penting banyaknya kandungan hormon. Namun, yang menjadi penting adalah bagaimana akurasi konsentrasi dan komposisi hormon sitokinin. Dimana semakin tinggi konsentrasi hormon, maka bisa menahan dan menghambat tumbuhan mengalami pertumbuhan. Guna memberi dorongan kuat dipertumbuhan tumbuhan, harus diingat bahwa tiap hormon bisa menghambat organ lain. 

Agar lebih mudah dimengerti maka misalnya sebuah tumbuhan dapat dipicu pertumbuhan tunasnya dengan maksimal menggunakan hormon sitokinin. Namun, perlu diingat bahwa hormon sitokinin tersebut nantinya akan menghambat pertumbuhan akar. Hal yang sama terjadi jika anda ingin menumbuhkan akar dengan menggunakan hormon auksin, maka tunas akan terganggu dan terhambat pertumbuhannya. 

Beberapa elemen yang bisa dicampurkan dalam pembuatan ramuan hormon tumbuhan, yakni asam lemak, mineral, enzim, vitamin, asam amino, dan bahan organik yang lainnya. Jika Anda ingin mencampurkan produk ramuan hormon dengan mikroba, maka sudah seharusnya berhati-hati dengan sifat mikroba tersebut. Hal ini karena mikroba dapat membantu, tetapi juga bisa mengonsumsi bahan organik yang terdapat pada ramuan hormon yang Anda buat. 

Selain faktor internal seperti hormon, pertumbuhan tumbuhan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor luar atau eksternal. Faktor tersebut adalah seperti nutrisi, air, kelembapan, cahaya matahari, dan juga tanah sehingga, jika ingin tumbuhan dapat tumbuh dengan baik maka penting juga untuk anda dalam memerhatikan faktor selain hormon. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Memahami Seluk-beluk Fungsi Hormon Tiroksin yang Penting bagi Tubuh Manusia

Referensi

Anna Kasvaa. 2007. The growth enhancing effects of triacontanol.htttp://www.carbonkick.fi. 

Campbell, N. A. and J. B. Reece. 2002. Biology. 

Sixth Edition, Pearson Education.  Inc. San Francisco.802-831 George, L.W. 1995.  

Teknik Kultur In Vitro dalam Holtikultura. Penebar Swadaya. Jakarta

Bagikan artikel ini