Asupan Makanan dan Minuman pada Perawatan Paliatif

09 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Perawatan paliatif didefinisikan sebagai perawatan aktif pasien-pasien yang tidak responsif terhadap terapi kuratif. Terapi yang termasuk dalam terapi paliatif meliputi kendali nyeri, kontrol gejala dan keluhan yang mengganggu, serta turut aktif dalam membantu permasalahan sosial dan spiritual pasien.

Tujuan utama dari terapi paliatif adalah memberikan rasa nyaman dan kualitas hidup setinggi-tingginya kepada pasien yang menderita penyakit yang mengancam jiwa dan keluarganya sampai kepada kematiannya.

Perawatan paliatif adalah bentuk pengobatan yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi medis, interaksi pasien dengan keluarga dan orang terdekat lainnya, sampai kepada konseling psikis dan agama mengenai kematian.

Salah satu aspek yang penting dalam pemberian terapi paliatif adalah menjaga status nutrisi pasien. Status nutrisi yang baik dapat mencegah timbulnya bermacam-macam komplikasi tambahan yang dapat memperberat kondisi kesehatan pasien karena penyakitnya.

Berbagai komplikasi tersebut meliputi berkurangnya massa otot, semakin rentannya terhadap infeksi, terasa lemas, dan masalah pernapasan.

Seseorang dikatakan mengalami malnutrisi dan membutuhkan dukungan asupan nutrisi tambahan apabila indeks massa tubuhnya <18,5 kg/m2 atau mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dalam 3-6 bulan terakhir.

Dukungan nutrisi tambahan yang dapat diberikan pada pasien dalam perawatan paliatif dapat dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, menunjang asupan nutrisi alamiah pasien dengan tujuan untuk menjaga jumlah nutrisi yang dicerna dan dikonsumsi tetap sesuai dengan kebutuhan.

Kedua, memberikan nutrisi tambahan buatan melalui beberapa cara, baik dengan menggunakan selang makan atau secara infus. Ketiga, dengan memberikan konseling nutrisi untuk memberikan edukasi mengenai asupan nutrisi tinggi energi dan memberikan dukungan positif kepada pasien.

Selain makanan, hal penting lainnya yang perlu dipikirkan adalah menjaga asupan minuman pasien. Dehidrasi, atau kurangnya asupan minuman, dapat dikaitkan dengan menurunnya kemampuan kognitif dan dapat menyebabkan kelainan ginjal.

Sedikit berbeda dengan asupan makanan, dalam perawatan paliatif ditemukan bahwa konsumsi minuman melalui mulut serta menjaga kondisi kesehatan mulut serta tidak memberikan hasil yang berbeda dibandingkan dengan pemberian melalui infus, kecuali pada pasien yang memiliki keadaan ketergantungan fisik berat sehingga tidak dapat minum sendiri.

Pada akhirnya, asupan nutrisi dan hidrasi pada pasien perawatan paliatif merupakan bagian dari terapi paliatif yang sangat mempengaruhi kualitas kehidupan pasien. Dengan menjaga status nutrisi pasien, diharapkan kualitas kehidupan pasien tetap terjaga pada fase akhir kehidupannya.

REFERENSI

  1. Preedy VR, editor. Diet and nutrition in palliative care. Boca Raton, FL: CRC Press; 2011.
  2. Uster A, Ruehlin M, Mey S, Gisi D, Knols R, Imoberdorf R, et al. Effects of nutrition and physical exercise intervention in palliative cancer patients: A randomized controlled trial. Clin Nutr. 2018 Aug 1;37(4):1202–9.
  3. Theilla M, Cohen J, Kagan I, Attal-Singer J, Lev S, Singer P. Home parenteral nutrition for advanced cancer patients: Contributes to survival? Nutrition. 2018 Oct 1;54:197–200.