Apakah Gula Pasir Tidak Baik Dikonsumsi?

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 17 Feb 2021

Bagikan

Siapa yang di sini senang makanan manis? Jika mendengar kata ‘manis’, kita tentu familiar dengan gula. Gula dalam berbagai bentuk dan jenisnya mudah ditemukan di mana saja, seperti gula pasir, gula merah, gula aren, maupun gula buatan.

Zat ini menjadi bahan baku berbagai makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Sebut saja minuman boba, bolu, biskuit, susu berperisa, hingga buah-buahan.

Manfaat Gula

Secara kimiawi, gula merupakan polihidroksi aldehida atau keton yang masuk dalam kelompok glikan atau karbidrat. Karbohidrat sebagai makronutrien yang memberikan energi bagi tubuh memanfaatkan gula sebagai sumber bahan bakarnya. Energi tersebut digunakan untuk beraktivitas dan membantu kerja otak.

Selain sebagai sumber energi, beberapa obat mengandung glikan sebagai bahan esensialnya. Sebut saja di antaranya obat heparin yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah, obat anti flu, serta beberapa obat kanker. Beberapa fungsi penting lainnya dari gula:

Membantu metabolisme lemak. Hal ini bertujuan untuk mencegah penggunaan protein sebagai sumber energi dalam tubuh, sebab protein banyak digunakan sebagai unsur pembentuk struktur tubuh.

Sumber cadangan energi. Konsumsi glukosa yang melebihi kebutuhan akan disimpan di dalam hati dalam bentuk glikogen. Glikogen ini akan menjadi cadangan energi yang digunakan saat olahraga atau saat kadar gula dalam darah tidak mencukupi sebagai sumber energi. 

Mempertahankan suhu normal dalam tubuh

Membantu pembentukan myelin, yakni selubung pada saraf yang membantu proses penghantaran aliran listrik agar sistem saraf dapat bekerja

Membentuk kulit, yakni struktur yang menjadi pelindung luar tubuh dan menerima rangsangan seperti sentuhan dan panas. Kulit memiliki unsur penyusun utama berupa zat elastin dan kolagen yang dalam pembentukannya memerlukan gula. Apabila kita kekurangan gula, kulit akan menua lebih cepat.

Kadar konsumsi Gula

Kadar gula yang dikonsumsi umumnya pada setiap orang berbeda-beda. Organisasi Amerika, AHA, merekomendasikan konsumsi gula bagi wanita dewasa adalah 6 sendok teh atau kurang. Hal tersebut setara dengan 25 gram gula pasir. Adapun bagi pria dewasa dianjurkan agar mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 9 sendok teh atau 38 gram per hari.

Di Indonesia sendiri, aturan mengenai anjuran konsumsi gula, lemak, dan garam diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.30 Tahun 2013. Dalam permenkes tersebut, konsumsi gula harian setiap orang per harinya adalah 10% dari total kebutuhan energi, atau sekitar 200 kkal. Hal ini setara dengan 50 gram atau 4 sendok makan gula.

Apakah boleh mengonsumsi gula pasir?

Sebenarnya, konsumsi gula pasir sebagai salah satu gula alami dalam bentuk glukosa boleh dikonsumsi. Namun, dalam konsumsinya ini penting bagi kita memerhatikan jumlah yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi gula pasir secara berlebihan dapat menimbulkan peningkatan berat badan yang memicu berat badan berlebih hingga obesitas.

Apabila kamu sudah mengalami berat badan berlebih atau bahkan obesitas, kamu perlu mewaspadai risiko terjadinya penyakit lain, seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung. Gula sederhana seperti pada gula pasir memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga hal ini memungkinkan penyerapan gula secara cepat di saluran cerna. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan gula darah secara cepat dan tidak terkontrol.

Dampak lainnya jika kamu mengonsumsi gula pasir secara berlebihan adalah gangguan pada otak dan sistem saraf. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti gangguan kognitif, misalnya kesulitan berkonsentrasi dan penurunan daya ingat, serta memicu gangguan emosional seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Konsumsi gula pasir yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kanker dan peradangan. Oleh karena itu, tetap kontrol dan imbangi konsumsi gula dengan aktivitas fisik, ya!

Referensi

  1. White JR Jr. Sugar. Clin Diabetes. 2018;36(1):74-76.
  2. https://promkes.kemkes.go.id/penting-ini-yang-perlu-anda-ketahui-mengenai-konsumsi-gula-garam-dan-lemak#:~:text=Menurut%20Permenkes%20Nomor%2030%20Tahun,gram%20per%20orang%20per%20hari.
  3. Prinz P. The role of dietary sugars in health: molecular composition or just calories? EJCN. 2019 pcited 2021 Feb 5]; 73: 1216-1223.
  4. Jacques A, et al. The impact of sugar consumption on stress driven, emotional and addictive behaviors. Neuroscience&Behaviorak Reviews. 2019 [cited 2021 Feb 5]; 103: 178-199.
  5. Rippe JM, Angelopoulos TJ. Relationship between Added Sugars Consumption and Chronic Disease Risk Factors: Current Understanding. Nutrients. 2016;8(11):697. 
  6. Misra V, Shrivastava AK, Shukla SP, Ansari MI. Effect of sugar intake towards human health. Saudi J Med. 2016; 1(2): 29-36.
  7. Atmarita, Imanningsih N, Jahari AB, Permaesih D, Chan P, Amarra MS. Consumption and sources of added sugar in Indonesia: a review. Asia Pac J Clin Nutr 2018;27(1):47-64 
Bagikan artikel ini