Bantuan
Free Tele x

Seberapa Efektifkah Vaksinasi Influenza Tahunan?

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 08 Dec 2020

Bagikan

Seberapa Efektifkah Vaksinasi Influenza Tahunan?

Influenza merupakan penyakit saluran pernapasan atas yang umum terjadi di seluruh penjuru dunia. Influenza merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus influenza dan dapat menginfeksi tanpa mengenal usia.

Pada umumnya, influenza merupakan penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya karena bersifat self limiting.

Namun pada beberapa kasus influenza pada lansia, influenza dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat berujung pada kematian.

Meskipun tubuh manusia memiliki sistem imunitas yang berfungsi dalam memerangi infeksi yang baru ataupun yang sudah pernah terjadi, influenza dapat tetap terjadi secara berulang kali pada pasien yang sama.

Kemampuan virus influenza untuk mengubah ekspresi antigeniknya secara genetik dengan cepat menyebabkan virus influenza dapat menyebabkan infeksi berulang kali pada seseorang meskipun ia sudah pernah terinfeksi influenza sebelumnya

Adanya vaksinasi influenza yang dilakukan secara teratur merupakan salah satu solusi yang tersedia untuk memerangi kemampuan adaptasi virus influenza yang cepat.

Secara spesifik, vaksinasi influenza sangat bermanfaat bagi kaum lansia yang lebih rentan terhadap komplikasi-komplikasi influenza.

Namun, karena sifat virus influenza yang dapat mengubah ekspresi molekulnya dengan cepat, maka vaksinasi influenza dilakukan secara berkala setiap tahun dengan tujuan untuk memperkenalkan tubuh dengan strain virus terbaru. Vaksin influenza merupakan satu-satunya vaksin yang harus diberikan setiap tahunnya.

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan vaksin influenza secara rutin setiap tahunnya telah memicu berbagai perdebatan.

Salah satu permasalahan yang diangkat adalah vaksinasi berulang diduga dapat menurunkan efektivitasnya. Beberapa studi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menemukan adanya sebagian bukti yang mendukung pernyaataan tersebut.

Studi klinis Michigan merupakan salah satu studi yang cukup terkenal yang menemukan bahwa vaksinasi berulang dapat menumpulkan respon imun tubuh yang muncul terhadap vaksin influenza selanjutnya atau terhadap infeksi virus influenza.

Penumpulan respon imun tersebut dapat berlangsung sampai 18 bulan. Sebuah uji klinis lainnya yang dilakukan pada sekelompok pasien usia dewasa dan usia lansia menemukan bahwa:

Vaksinasi awal influenza memicu respons imun yang lebih hebat pada kelompok usia dewasa dibandingkan pada lansia, namun setelah pasien-pasien tersebut menerima dosis kedua dan dosis-dosis selanjutnya.

Ditemukan bahwa respons imun pada kelompok lansia telah menurun dan bahwa respon imun pada kelompok dewasa turut menurun menyerupai respon imun yang muncul pada kelompok lansia.

Adanya bukti-bukti yang mengindikasikan penurunan respon terhadap vaksinasi influenza tahunan masih membutuhkan studi lebih lanjut agar dapat ditarik suatu kesimpulan yang lebih konklusif

REFERENSI

  1. Belongia EA, Skowronski DM, McLean HQ, Chambers C, Sundaram ME, Serres GD. Repeated annual influenza vaccination and vaccine effectiveness: review of evidence. Expert Rev Vaccines. 2017 Jul 3;16(7):723–36.
  2. Tam YH, Valkenburg SA, Perera RAPM, Wong JHF, Fang VJ, Ng TWY, et al. Immune Responses to Twice-Annual Influenza Vaccination in Older Adults in Hong Kong. Clin Infect Dis. 2018 Mar 5;66(6):904–12.
Bagikan artikel ini