Mengenal Lebih Jauh Omicron, Varian Baru Virus Covid-19

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 18 Jan 2022

Bagikan

Mengenal Lebih Jauh Omicron, Varian Baru Virus Covid-19

Muncul Omicron yang merupakan varian terbaru dari virus Covid-19. Pada Kamis, 16 Desember kemarin telah dikonfirmasi bahwa ada satu kasus virus Covid-19 dengan varian terbaru, yakni Omicron. Adanya kasus varian terbaru ini ditemukan di Indonesia pertama kali pada salah seorang petugas kebersihan dari RSDC Wisma Atlet. Banyak berita yang beredar di masyarakat, seperti apakah virus ini tingkat penularannya lebih cepat dari varian sebelumnya. Untuk itu menjadi sangat penting bagi anda untuk terus update mengenai Omicron. 

Baca Juga: Disebut sebagai Varian yang Lebih Berbahaya, Omicron adalah

Omicron adalah 

Dengan adanya pandemi seperti sekarang ini, mungkin Anda sudah tahu bahwa sifat alami dari suatu virus yakni terus-menerus mengalami mutasi. Tidak terkecuali virus Corona ini, yang mana terus bermutasi dari waktu ke waktu. Setelah munculnya varian Delta beberapa waktu yang lalu, muncul kembali varian terbaru yang dinamakan Omicron. Varian baru ini diumumkan oleh WHO yakni Badan Kesehatan Dunia. 

Varian yang pertama kali dilaporkan terjadi di Afrika Selatan ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat daripada varian sebelumnya. Hal ini membuat WHO menjadikan Omicron sebagai VOC atau variant of concern. Dimana varian ini memiliki potensi meningkatkan potensi kesehatan masyarakat. Sampai saat ini diketahui bahwa studi mengenai varian ini terus dilakukan. 

Fakta Varian Omicron

Melihat potensi bahaya varian terbaru dari virus Covid-19 ini, maka sudah seharusnya masyarakat lebih waspada. Maka dari itu, dibawah ini adalah beberapa fakta dari varian Omicron:

  1. Tingkat Keparahan Virus

Sebenarnya belum ada kejelasan yang menjawab apakah virus ini mengakibatkan penyakit yang lebih parah dari varian sebelumnya. Adapun peningkatan rawat inap di Afrika Selatan pun tidak diketahui apakah benar dikarenakan Omicron atau tidak. Diketahui bahwa jika dibandingkan dengan varian Delta, varian ini memiliki tingkat rawat inap yang lebih rendah. 

  1. Penularan yang Lebih Cepat

Banyak informasi beredar bahwa Omicron lebih mudah menular daripada varian yang lainnya. Hal ini benar adanya, di Inggris diketahui yang pada awalnya terdapat 10 kasus per hari. Meningkat menjadi 100 kasus per hari, bahkan saat ini telah meningkat menjadi 70.000 per harinya. Kasus ini bahkan melebihi kasus harian paling tinggi di Indonesia pada bulan Juli kemarin. 

  1. Gejala yang Ditimbulkan

Sebenarnya belum ada konfirmasi mengenai perbedaan gejala varian Omicron dengan varian virus Covid-19 yang lainnya, bahkan dari WHO sekalipun. Diketahui dari laporan bahwa infeksi Omicron ini pada awalnya terjadi pada mereka yang lebih mudah, misalnya mahasiswa. Mereka yang mudah ini biasa akan mengalami gejala ringan. Maka dari itu, diperlukan studi lebih lanjut guna memastikan kembali tingkat keparahan dari varian Omicron. Selain itu, studi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan dari virus tersebut. 

  1. Efektivitas Vaksin

Walaupun potensi vaksin dalam terkait Omicron masih dalam tahap pengkajian, namun vaksin Covid-19 tetap dijadikan hal yang penting guna mengurangi tingkat keparahan penyakit dan juga kematian yang disebabkan virus Covid-19. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Badan Kesehatan Dunia. 

  1. Adanya Kemungkinan Terkena Infeksi Kembali

Diketahui dari informasi yang terbatas bahwa peningkatan potensi atau risiko infeksi terjadi kembali, adalah sangat mungkin. Ini berarti bahwa anda yang sudah pernah terpapar virus Corona, maka lebih mudah untuk terkena Omicron daripada varian yang lainnya. Akan tetapi, untuk membuktikan hal tersebut masih diperlukan studi lebih lanjut.

Untuk mencegah penyebaran virus ini diketahui adanya upaya pemerintah yakni seperti meningkatkan lama waktu karantina WNI dan WNA. Dimana sebelumnya 3 hari menjadi 7 hari karantina. Selain itu, diberlakukan juga pelarangan masuknya WNA yang memiliki riwayat perjalanan dari Hongkong, Angola, Afrika Selatan, Zambia, Malawi, Botswana, Namibia, Eswatini, Mozambik, Zimbabwe, dan Lesotho (dalam kurun 14 hari perjalanan terakhir). 

Dengan mengetahui potensi bahaya dari varian terbaru ini, maka sudah seharusnya Anda untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Tetap menjaga jarak, tidak berkerumun, menggunakan masker dengan benar, serta mencuci tangan dengan air dan sabun menjadi langkah kecil kita untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Tag :
Referensi
  1. https://www.livescience.com/58838-testicle-facts.html
  2. Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/testis
  3. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9126-testicular-disorders
  4. Your Hormones. https://www.yourhormones.info/glands/testes/
Bagikan artikel ini