Bantuan
Free Tele x

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Tindakan Endoskopi

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 04 Aug 2021

Bagikan

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Tindakan Endoskopi

Apakah Anda pernah mendengar istilah tindakan endoskopi? Tindakan endoskopi merupakan suatu prosedur yang dilakukan agar dapat melihat organ tertentu dengan menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam tubuh. Tindakan endoskopi ini akan membantu dokter untuk mendeteksi adanya gangguan ataupun masalah yang ada di dalam tubuh sehingga dapat diobati dengan tepat. 


Kapan tindakan endoskopi dilakukan?

Tindakan endoskopi akan dilakukan apabila pasien memiliki beberapa keluhan dan mencari tahu lokasi gangguan yang terjadi dalam tubuh. Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan tindakan endoskopi. Beberapa kondisi tersebut adalah sebagai berikut ini. 

  1. Gangguan pada saluran pencernaan yang meliputi tukak lambung, penyakit asam lambung, sulit menelan, radang pankreas, sembelit kronis, dan pendarahan saluran cerna. 

  2. Gangguan pada saluran pernapasan yang meliputi batuk kronis, batuk berdarah, sesak nafas, tumor paru dan benda asing di saluran pernapasan.

  3. Gangguan pada saluran kemih yang meliputi, kencing berdarah, tumor kandung kemih, batu saluran kemih, dan cedera atau luka pada saluran kemih. 

  4. Gangguan pada organ reproduksi yang meliputi, radang panggul, pendarahan vagina, keguguran, kista rahim, kanker rahim, infertilitas dan kelainan bentuk rahim. 


Jenis-Jenis Endoskopi

Jenis-jenis tindakan endoskopi itu sendiri terdiri dari beberapa jenis yang dapat dikelompokkan berdasarkan bagian organ tubuh yang diamati. Lantas, apa saja jenis-jenis endoskopi tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

  1. Gastroskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk memantau saluran tenggorokan, usus 12 jari dan lambung. 

  2. Artroskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk memeriksa masalah pada sendi.

  3. Bronkoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengamati saluran pernapasan yang menuju ke paru-paru.

  4. ERCP merupakan tindakan yang dilakukan untuk mendiagnosis gangguan yang terjadi pada pankreas, kandung empedu dan saluran empedu. 

  5. Kolposkopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengamati kondisi leher rahim atau mendeteksi kanker serviks.

  6. Kolonoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengamati kondisi usus besar ataupun mendiagnosis kanker usus besar. 

  7. Laparoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengamati kondisi organ di dalam rongga perut atau panggul seperti mendeteksi penyebab infertilitas. 

  8. Laringoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk melihat gangguan yang terjadi pada pita suara dan tenggorokan.

  9. Mediastinoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk kondisi pada bagian dalam rongga dada dan juga mendiagnosis penyakit seperti, kanker paru-paru, sarkoidosis, kanker kelenjar getah bening yang menyebar ke rongga dada. 

  10. Sistoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengamati kondisi saluran kandung kemih dan juga mendiagnosis risiko kanker kandung kemih.

  11. Torakoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi rongga di antara paru dan juga dinding dara. 

  12. Proktoskopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengamati serta mengevaluasi pendarahan pada rektum atau bagian akhir pada usus sebelum anus.


Sebelum Tindakan Endoskopi

Sebelum tindakan endoskopi dilaksanakan diperlukan beberapa persiapan yang berbeda-beda. Akan tetapi, ada beberapa persiapan yang umum dan perlu dipersiapkan. Salah satunya yaitu memastikan kondisi usus bersih, agar mendapatkan gambar organ terlihat jelas. Jadi, Anda perlu melakukan puasa setidaknya 6 hingga 8 jam sebelum tindakan dilakukan. Selain itu, pastikan juga ketika Anda melakukan tindakan endoskopi ada pendamping yang menemani Anda. hal ini karena, tindakan endoskopi memungkinkan penggunaan obat bius umum. Oleh karena itu, pendamping berguna untuk menjemput dan mengantar pulang setelah menjalani endoskopi. 


Setelah Tindakan Endoskopi

Ketika endoskopi telah usai dilaksanakan, maka dokter akan meminta Anda untuk beristirahat honda anestesi menghilang. Selain itu, pada beberapa jenis endoskopi, bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman setelahnya. Contohnya, tenggorokan akan terasa nyeri apabila menjalani endoskopi yang dimasukkan melalui kerongkongan. Jadi, Anda perlu mengonsumsi makan lembut selama kerongkongan masih nyeri. 

Demikianlah beberapa informasi mengenai tindakan endoskopi yang dilakukan untuk mendeteksi gangguan yang ada di dalam tubuh. Pada umumnya, endoskopi merupakan prosedur yang aman. Akan tetapi, ada beberapa kasus yang menyebabkan beberapa risiko seperti, demam, pembengkakan, infeksi, pendaraha, nyeri yang terus menerus. Walaupun begitu, risiko ini sangat jarang terjadi. 


Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar informasi kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.


Sumber:

Krans, Brian. What is an endoscopy?. (20018). 

NHS. Endoscopy. (2019). 

DerSarkissian, Carol. Digestive Diseases and Endoscopy. (2019).

Tag :
Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami