Bantuan
Bantuan

Kulit Sehat Dengan Buah Naga

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 21 Apr 2021

Bagikan

Buah naga merupakan buah dari beberapa spesies tanaman kaktus yang asli dari Amerika. Buah ini termasuk ke dalam famili Cactaceae dengan dua varietas utama yaitu Hylocereus polyrhizus dan Hylocereus undatus. Permukaan kulit buah ini cukup unik dengan warna kekuningan hingga merah tua. Daging buahnya pun ada yang berwarna putih maupun merah, bergantung kepada variasinya.


Kandungan buah naga

Buah naga ini kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh. Pada kulit buah naga, zat utama yang dapat ditemukan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu antioksidan yang berperan dalam perbaikan sel rusak karena adanya radikal bebas. Selain flavonoid, zat yang berfungsi sebagai antioksidan dalam buah ini adalah fitoalbumin.


Jumlah vitamin pada buah naga juga cukup banyak dan bervariasi. Sebut saja vitamin C, Vitamin B1, B2, serta B3. Ditambah lagi, kandungan mineral buah ini cukup kaya dan penting bagi tubuh, seperti zat besi, fosfor, maupun kalsium. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah buah ini mengandung 80% air dan , banyak serat, protein, serta niasin. Biji buah naga sendiri mengandung lemak tak jenuh yang dapat melawan kolesterol jahat.


Buah naga dan kecantikan

Manfaat buah naga untuk kecantikan kulitmu tidak perlu diragukan lagi. kandungan fitoalbuminnya yang dapat menangkal radikal bebas dapat membantu memperlambat penuaan kulit. Hal ini akan membuatmu tampak lebih awet muda, fleksibel, serta kencang. Manfaat untuk kecantikan ini bisa didapatkan dari kulit buah naga yang diekstraksi dan diformulasikan untuk menjadi berbagai produk kecantikan.


Antioksidan berupa polifenol di dalam daging buah naga juga menyebabkan pengembangan buah ini untuk menjadi antioksidan alami. Polifenol dapat menjadi antitumor, antivirus, dan antibiotik alami untuk tubuh. Zat ini juga dapat menstabilkan radikal bebas serta menghambat reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Selain ada di dalam buah naga, zat ini sebenarnya mudah ditemukan pada berbagai sayuran dan buah-buahan.




Memanfaatkan buah naga untuk kesehatan kulit

Salah satu masalah kulit yang seringkali kita alami adalah kemunculan jerawat. Selain mengganggu penampilan, jerawat juga dapat menimbulkan rasa sakit dan meninggalkan bekas pada kulit, khususnya kulit wajah. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk menghilangkan serta mencegah kemunculan jerawat adalah rutin mencuci muka.


Sabun wajah terdiri atas 2 macam, yaitu pembersih wajah (facial wash) dan lulur wajah (facial scrub). Pembersih wajah digunakan tentu untuk membersihkan kotoran dan debu pada wajah, sedangkan lulur wajah berfungsi untuk membantu pengelupasan sel kulit mati.


Buah naga dengan kandungan fenolnya ini dapat kamu manfaatkan sebagai lulur wajah. Selain karena kandungan fenolnya, kandungan vitamin C, protein, serta asam folat pada buah naga efektif untuk mengangkat sel kulit mati. 


Masker buah naga untuk wajah

Untuk membuat masker, buah naga yang disarankan adalah buah naga ungu dan merah. Gunakan sekitar setengah buah naga merah atau ungu berukuran sedang dan potong kecil-kecil, kemudian haluskan.


Setelah terbentuk adonan masker buah naga, kamu bisa mencampurkannya dengan jeruk nipis. Lalu, oleskan masker pada wajah secara merata, diamkan selama 20 menit hingga masker mengering, kemudian bilas dengan air dingin. Jangan lupa untuk melakukan perawatan ini minimal dua kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Dengan membuat masker buah naga, manfaat yang bisa kamu dapatkan:

  1. Mempercepat proses penyembuhan jerawat dengan kandungan antioksidan, vitamin C, dan vitamin E-nya.

  2. Mencerahkan kulit kering dan kusam dengan kandungan vitamin B3 pada buah naga

  3. Mengembalikan kemerahan pada kulit wajah

  4. Melembutkan kulit tanpa menyumbat pori-pori

  5. Mencegah terjadinya kanker dengan kandungan hidroksinamat-nya.


Bagaimana, tertarik untuk mencoba?


Referensi

  1. Taliana L. Facial Skin Health: Antioxidant Facial Scrub From Red Dragon Fruit Extract. Journal of Asian Multicultural Research for Medical and Health Science Study.2020; 1(2): 1-5.

  2. http://www.journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediafarmasi/article/view/1244/743

https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/7152/4316

Bagikan artikel ini