Bantuan

Kenapa Sebelum Operasi Harus Puasa? Ketahui Aturan Pentingnya di Sini

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 12 Apr 2022

Bagikan

puasa sebelum operasi

Kenapa sebelum operasi harus puasa? Pertanyaan ini seringkali dilontarkan oleh mereka yang mendapat anjuran dari dokter sebelum menjalani operasi. Biasanya pasien diimbau untuk tidak makan dan minum setelah tengah malam sampai operasi dilakukan. Alasannya untuk menghindari terhambatnya aliran udara dan risiko terkena infeksi serius seperti pneumonia. Selain itu, masih ada alasan lain dan aturan penting puasa sebelum operasi yang bisa Anda cari tahu selengkapnya melalui ulasan berikut ini.

Kenapa Sebelum Operasi Harus Puasa dan Apakah Wajib Dilakukan? 

Aturan menjalani puasa sebelum operasi telah berjalan selama puluhan, namun 50 persen ahli anestesi mengatakan bahwa tindakan operasi tidak mengharuskan puasa. Misalnya operasi terencana pada pasien yang memiliki penyakit menahun. Meski begitu, sebaiknya makanan padat tetap dihindari dikonsumsi pada malam hari sebelum operasi. Anda bisa menggantinya dengan mengonsumsi cairan bening seperti air putih atau jus 4 jam sebelum operasi.

Sebelum operasi pasien harus menjalani puasa sekitar 8 hingga 12 jam. Aturan ini sudah lama diterapkan dalam dunia medis, namun beberapa di antaranya masih belum mengetahui alasan pentingnya secara lengkap. Dalam prosedur operasi, dokter akan memberikan anestesi untuk mengontrol rasa sakit dengan membuat pasien tidak sadar selama operasi berjalan. Namun dalam pemberian anestesi ini ada risiko dibaliknya yaitu partikel yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat keluar sehingga menutup saluran pernapasan.

Alasan selanjutnya terkait kenapa sebelum operasi harus puasa ialah pasien bisa muntah ketika dalam pengaruh bius. Ini karena saat pasien dalam pengaruh obat bius, refleks di dalam tubuh akan dihentikan sementara. Kemudian kombinasi pada obat bius dapat melumpuhkan tubuh dan menimbulkan intubasi (prosedur memasukkan pipa melalui hidung atau mulut sebagai pertukaran udara) sehingga memungkinkan tubuh menghirup sejumlah isi perut dan muntahan ke dalam paru-paru.

Terkait efek anestesi terhadap pasien terbilang langka sehingga beberapa dokter tidak mengharuskan puasa sebelum operasi. Ini karena teknik anestesi modern saat ini telah membuat inovasi untuk memperkecil kemungkinan muntah saat operasi. Terlebih lagi puasa dalam jangka waktu tertentu tidak begitu memberikan perbedaan dalam mencegah aspirasi paru terhadap pasien.

Aturan Puasa Sebelum Operasi 

Aturan puasa sebelum operasi dianjurkan untuk beragam macam pembiusan baik umum maupun sadar. Berikut informasi lengkap seputar aturan puasa sebelum operasi, di antaranya:

  1.  Pembiusan Umum

Pada pembiusan umum, pasien akan dibuat tidak sadar sepenuhnya sehingga ketika sadar dapat menyebabkan hilangnya refleks yang dapat membahayakan tubuh seperti batuk dan menelan. Kondisi ini dapat terjadi jika pasien tidak puasa sebelumnya sehingga dalam pembiusan umum pasien dianjurkan untuk puasa beberapa jam terlebih dahulu.

Kondisi ini dikatakan berbahaya ketika isi lambung dengan tingkat keasaman 2,5 atau kurang masuk ke dalam cabang tenggorokan. Akibatnya sel jaringan mengalami kematian karena paru-paru terisi cairan. Beberapa gejalanya bisa sesak napas, denyut jantung meningkat dan selaput lenier pucat karena kekurangan oksigen. Dalam istilah medis, masuknya isi lambung ke paru-paru dikenal dengan sindroma mendelson.

  1.  Pembiusan Sadar

Selain pembiusan umum, operasi dengan pembiusan sadar juga perlu dilakukan agar risiko akibat operasi dapat dikurangi. Seperti penyumbatan jalan napas yang dapat mengakibatkan sesak, gelisah, pendarahan, kesakitan dan tekanan darah tidak stabil. Jika kondisi ini terjadi maka diperlukan bantuan napas seperti memasukkan pipa ke dalam saluran pernapasan.

Namun pada tindakan operasi gawat darurat, anjuran puasa sebelum operasi dapat diabaikan karena berisiko mengancam nyawa dan kecacatan. Dokter ahli anestesi akan mengalihkan teknik pembiusan yang berbeda dengan operasi terencana. Tentunya memiliki risiko lebih tinggi daripada operasi terencana.

Itulah sejumlah alasan kenapa sebelum operasi harus puasa. Meski dalam beberapa pembiusan dibolehkan untuk tidak melakukan puasa terlebih dahulu, asalkan tetap sesuai dengan petunjuk dokter. Adapun jika pasien mengalami haus atau lapar setelah operasi dapat diberi minum jika sudah sadar, denyut jantung normal, sudah bisa mengikuti perintah dengan baik dan mendapat izin dari dokter.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Dapat Mengobati Rasa Nyeri Sesudah Operasi, Analsik Adalah

Referensi

Whitlock, Jennifer. Why You Can't Eat or Drink Before Surgery. 2021. Available at: https://www.verywellhealth.com/why-cant-i-eat-or-drink-before-surgery-3157000#:~:text=Fasting%20before%20surgery%20helps%20prevent,to%20a%20serious%20lung%20infection (Accessed: 23 Maret 2022).

NHS: Can I eat or drink before an operation?. 2020. Available at: https://www.nhs.uk/common-health-questions/operations-tests-and-procedures/can-i-eat-or-drink-before-an-operation/ (Accessed: 23 Maret 2022).

Bagikan artikel ini