Bantuan
Bantuan

Kenali Tanda dan Gejala Stroke

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 May 2021

Bagikan

Kenali Tanda dan Gejala Stroke

Kenali tanda dan gejala stroke agar tidak terlambat dalam mengobati. Waktu merupakan hal yang sangat berharga bagi penderita stroke. Mengenali tanda dan gejala stroke penting agar stroke dapat ditangani secara cepat dan tepat. Penanganan stroke segera akan memperkecil kerusakan pada otak, bahkan menyelamatkan nyawa.


Tanda dan gejala stroke


Berikut adalah tanda-tanda seseorang mengalami serangan stroke. Tanda-tanda tersebut umumnya muncul secara tiba-tiba.

  • Mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, dan kaki, terutama pada salah satu bagian

  • Terlihat bingung dan kesulitan berkomunikasi (berbicara dan memahami pembicaraan)

  • Sulit menelan

  • Pandangan kabur, merasa pusing, serta kehilangan keseimbangan dan koordinasi

  • Muncul sakit kepala hebat tanpa penyebab yang jelas

  • Kehilangan kesadaran


Wanita dapat mengalami tanda yang sedikit berbeda, di antaranya:

  • Pingsan atau mengalami kelemahan secara umum

  • Napas pendek

  • Tidak memberikan respons, terlihat bingung

  • Perubahan perilaku mendadak

  • Mudah marah atau tersinggung

  • Halusinasi

  • Mual atau muntah

  • Merasa nyeri atau sakit

  • Kejang

  • Cegukan


Kenali F.A.S.T dalam mengidentifikasi stroke


Apabila seseorang memperlihatkan tanda dan gejala stroke, lakukan F.A.S.T untuk mengidentifikasi dan bertindak segera.


  • Face

Mintalah individu untuk tersenyum. Perhatikan, apakah salah satu bagian wajahnya lebih turun?

  • Arms

Perintahkan individu untuk mengangkat kedua tangannya. Apakah salah satu tangan mengarah ke bawah?

  • Speech

Mintalah individu untuk mengulang kata-kata sederhana. Perhatikan bicaranya, apakah terganggu atau mengalami kelainan?

  • Time

Apabila terdapat tanda dan gejala tersebut, segera hubungi atau bawa individu ke instalasi gawat darurat (IGD) fasilitas kesehatan terdekat. Waktu terbaik untuk menangani stroke adalah dalam waktu tiga jam sejak munculnya gejala awal.

Sebaiknya, kamu mencatat waktu ketika gejala muncul. Hal ini dilakukan agar dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai.


Stroke ringan: Apa yang perlu dilakukan?


Pada stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA), tanda dan gejala dapat hilang dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, kamu sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter karena TIA merupakan kondisi yang cukup serius dan membutuhkan penanganan medis.


Mempersiapkan serangan stroke


Apabila kamu atau orang-orang terdekat kamu memiliki risiko stroke, misalnya memilki kondisi diabetes atau hipertensi, sebaiknya lakukan persiapan untuk menghadapi serangan stroke dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Memberikan edukasi pada keluarga dan teman terdekat mengenai F.A.S.T

  • Gunakan gelang atau aksesoris untuk memudahkan tenaga medis mengidentifikasi kondisi kamu

  • Memiliki rekam medis terbaru

  • Buatlah daftar kontak gawat darurat pada ponsel

  • Selalu bawa obat-obatan yang telah diberikan

  • Mengajarkan anak-anak bagaimana cara mencari pertolongan

Selain itu, kamu sebaiknya mengetahui fasilitas kesehatan yang dapat khusus menangani stroke di daerah kamu.


Mari, cegah serangan stroke

Serangan stroke dapat meningkatkan munculnya serangan stroke lainnya. Selain itu, stroke juga dapat menimbulkan kerusakan pada bagian otak yang menyebabkan terhambatnya aktivitas sehari-hari, seperti berbicara, menelan, gangguan berpikir, permasalahan emosional, serta perubahan perilaku dan kemampuan mengurus diri.


Kamu dapat menghindari serangan stroke dengan mengontrol faktor risiko dan melakukan gaya hidup sehat.


Faktor risiko serangan stroke, antara lain:

  • Obesitas

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • Kolesterol darah tinggi

  • Diabetes

  • Penyakit jantung

  • Obstructive sleep apnea (OSA)

  • Riwayat serangan jantung, stroke, dan stroke ringan pada keluarga


Langkah-langkah berikut dapat kamu lakukan untuk mencegah stroke.

  • Mengonsumsi banyak kacang-kacangan dan sayur

  • Mengonsumsi lebih banyak makanan laut dibandingkan daging sapi maupun unggas

  • Membatasi konsumsi garam, lemak, dan gula

  • Meningkatkan aktivitas fisik

  • Membatasi atau berhenti merokok

  • Mengonsumsi obat-obatan yang telah diberikan untuk mengatasi kondisi kesehatan sesuai anjuran, seperti obat hipertensi atau kolesterol

Cukup sekian informasi dari tim Aido, semoga bermanfaat. Simak juga artikel kesehatan lainnya hanya di Aido.

Baca Juga: Makanan yang Aman Dikonsumsi oleh Penderita Stroke  


Referensi:

  1. https://www.cdc.gov/stroke/signs_symptoms.htm  

  2. https://www.nhs.uk/conditions/stroke/symptoms/  

  3. https://www.healthline.com/health/stroke/stroke-warning-signs#prevention 

  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-203501 13

Bagikan artikel ini