Bantuan

Kenali Berbagai Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 16 Feb 2021

Bagikan

Kenali Berbagai Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan

Daun kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman tropis yang banyak ditemukan di daerah Asia, seperti India dan Indonesia. Tanaman ini dapat bertumbuh di lingkungan yang tidak terlalu subur karena sangat kering maupun sedikit dingin.

Oleh sebab itu, daun kelor dapat mudah dibudidayakan di berbagai daerah. Ditambah dengan banyaknya manfaat yang didapat dari olahan daun kelor, tanaman ini dikenal sebagai magical tree atau tanaman ajaib.

Daun kelor telah lama diolah menjadi obat-obatan herbal dalam pengobatan tradisional karena mengandung banyak vitamin dan mineral penting.

Daun kelor memiliki 7 kali lebih banyak kandungan vitamin C dibandingkan jeruk, 10 kali lebih banyak kandungan vitamin A dibandingkan wortel. Selain itu, daun kelor juga memiliki 17 kali lebih banyak kandungan kalsium dibandingkan susu, 9 kali lebih banyak kandungan protein dibandingkan yoghurt, 15 kali lebih banyak kandungan potasium dibandingkan pisang, dan 25 kali lebih banyak kandungan zat besi dibandingkan bayam.

Dari hal di atas, tentu kamu sudah tahu bahwa banyak bahan olahan daun kelor yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat daun kelor bagi kesehatan di antaranya:

Menurunkan kadar gula darah

Pasien diabetes mellitus tipe 1 dan 2 memiliki kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah yang tidak terkontrol memiliki berbagai dampak buruk terhadap kesehatan. Beberapa penelitian telah menunjukkan kemampuan daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah tikus yang menderita diabetes, baik yang tipe 1 maupun yang tipe 2.

Senyawa kimiawi dari daun kelor dapat membantu tubuh untuk memproses kadar gula darah dan memperbaikin fungsi insulin tubuh. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai peran senyawa kimiawi daun kelor untuk mengobata diabetes pada manusia.

Menghambat pertumbuhan sel kanker

Kanker adalah salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian. Penyakit kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker yang terus menerus dan menyebabkan kerusakan kepada sel dan organ tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari daun kelor dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Bahkan, ekstrak daun kelor membunuh secara spesifik kepada sel kanker saja yang membuatnya sebagai pengobatan yang baik untuk mengobati kanker.

Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai keamanan ekstrak daun kelor sebagai bahan pengobatan penyakit kanker.

Meningkatkan kemampuan memori

Ekstrak daun kelor memiliki kemampuan untuk melindungi otak dan meningkatkan kemampuan memori. Berdasarkan penelitian, ekstrak daun kelor memiliki kemampuan antioksidan yang menjaga sel-sel otak dari kerusakan.

Pengobatan herbal untuk HIV/AIDS

Daun kelor sering kali digunakan di dalam pengobatan tradisional untuk penyakit HIV/AIDS. Daun kelor dapat meningkatkan kekuatan imun tubuh pasien HIV/AIDS. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan dalam menilai kemampuan daun kelor sebagai obat yang melawan virus HIV.

Melawan infeksi bakteri berbahaya

Ekstrak daun kelor telah dibuktikan dapat melawan infeksi bakteri, seperti Bacillus subtillis, Staphylococcus aureus yang menyebabkan infeksi kulit, dan Vibrio cholera yang menyebabkan kolera.

Mengobati berbagai penyakit lainnya

Beberapa penelitian lain juga telah menemukan kemungkinan penggunaan daun kelor sebagai pengobatan dalam berbagai macam penyakit.

Penyakit yang mungkin dapat diobati oleh daun kelor adalah kadar kolesterol tinggi, artritis atau peradangan sendi, tekanan darah tinggi, tukak lambung, asma, diare, anemia, dan lain-lain. Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan manfaat dan keamanan dari daun kelor.

Selain itu, daun kelor juga digunakan untuk mengobati malnutrisi pada anak-anak karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Penggunaan daun kelor untuk mengatasi malnutrisi telah dilakukan di negara-negara Afrika, seperti Senegal dan Benin. 

Hingga saat ini, tanaman kelor masih aman dikonsumsi, khususnya bagian daun dan benihnya. Namun, bagian batangnya dapat berbahaya bagi kesehatan, khususnya pada wanita hamil karena dapat menyebabkan keguguran. 

Berbagai produk olahan daun kelor telah banyak beredar di pasaran. Namun, sebagai konsumen kamu harus bijak dalam memilih produk-produk tersebut.

Jangan mengonsumsi produk yang belum mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika kamu ragu-ragu, segera tanyakan kepada dokter sebelum kamu mengonsumsi produk yang mengandung ekstrak daun kelor.

Referensi:

  1. Gopalakrishnan L, Doriya K, Kumar DS. Moringa oleifera: a review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness. 2016 Apr 3;5(2):49-56.
  2. Ratini M. Health benefits of moringa [Internet]. WebMD; 2019 May 17 [cited on 2021 Jan 31]. Available from: https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/health-benefits-moringa 
  3. Moringa [Internet]. WebMD; [cited on 2021 Jan 31]. Available from: https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1242/moringa 
Bagikan artikel ini