Bantuan

Diberikan 2 Dosis, Berapa Hari Jarak Pemberian Dosis Vaksinasi Anak?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 10 Jan 2022

Bagikan

Diberikan 2 Dosis, Berapa Hari Jarak Pemberian Dosis Vaksinasi Anak?

Tentu ada jarak pemberian dosis vaksinasi anak antara vaksin pertama dan kedua. Diketahui bahwa pemerintah mulai menyelenggarakan vaksinasi pada anak pada hari Selasa, tepatnya tanggal 14 Desember 2021. Dimana vaksinasi pada anak usia 6 sampai 11 tahun diselenggarakan di 19 provinsi tepatnya 115 kota/kabupaten. Wilayah yang menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 pada anak ini, tentu saja harus memenuhi kriteria. Kriteria tersebut ialah wilayah tersebut haruslah kabupaten/kota dan provinsi dengan cakupan vaksinasi dosis pertama adalah di atas 70 persen. Juga, cakupan untuk lansia adalah di atas 60 persen. Apabila melihat data sensus penduduk pada tahun 2020, maka target atau sasaran vaksinasi anak ini mencapai angka 26.5 juta anak. 

Sebelum anak menjalankan vaksinasi Covid-19, penting untuk orang tua mempersiapkan beberapa hal. Misalnya seperti mengedukasi anak bahwa pemberian vaksin adalah hal yang penting. Orang tua sebaiknya mengedukasi dengan tepat mengenai vaksinasi Covid-19. Selain itu, berikan juga pengetahuan tentang manfaat dari vaksin Covid-19, yang mana dapat membantu tubuh untuk melawan virus Corona. Bukan hanya itu, pastikan sebelum anak melakukan vaksinasi sudah mendapatkan tidur yang cukup. Agar tetap sehat dan fit ketika vaksin bekerja dalam tubuh, serta tentu saja vaksin akan bekerja dengan maksimal. 

Untuk program vaksinasi Covid-19 pada anak ini, digunakan vaksin jenis Sinovac. Vaksin diberikan secara intramuskular yakni dengan dosis 3 ug atau 0.5 ml, yang mana vaksin diberikan sebanyak 2 kali. Jarak pemberian dosis vaksinasi anak yakni 28 hari dari dosis pertama. Pemberian vaksin Covid-19 pada anak juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri orang tua, guna anaknya yang sekolah tatap muka karena sudah terlindungi vaksin. Vaksin yang diberikan pada anak, telah memperoleh status EUA dari BPOM, bahkan BPOM pun telah mengkaji dari lama. Oleh karena itu, vaksin pada anak ini sudah aman karena izinnya sudah ada sejak jauh hari. 

Beberapa kota yang menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 pada anak adalah seperti Banten, Bali, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Jawa Timur. Beberapa wilayah tersebut terpilih ke dalam 11 provinsi penyelenggara vaksinasi anak, karena sudah memenuhi kriteria. Wilayah yang disebutkan tersebut akan menyelenggarakan vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 dengan jarak pemberian dosis vaksinasi anak yakni 28 hari. 

Baca Juga: Diantara Banyaknya Vaksin Untuk Covid-19, Vaksin Apa Yang Paling Bagus?

Perhatikan Kondisi Anak

Pemberian vaksin pada anak baik dosis pertama dan kedua, dengan jarak pemberian dosis vaksinasi anak tidak bisa sembarangan. Dimana ada kriteria tertentu untuk sang anak bisa menjalani vaksinasi. Orang tua wajib tahu bahwa ada beberapa kondisi anak yang tidak boleh vaksin, yakni seperti di bawah ini:

  • Penyakit autoimun yang tidak terkontrol

  • Anak yang menderita kanker, dimana sedang menjalani radioterapi atau kemoterapi

  • Sembuh dari penyakit Covid-19 kurang dari 90 hari atau 3 bulan

  • Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, anak dirawat di rumah sakit. Juga, atau mengalami kondisi gawat yakni seperti sesak napas, kejang, tremor hebat, tidak sadar, berdebar-debar, pendarahan, dan hipertensi 

  • Mengalami demam 37.5 derajat celcius atau lebih

  • Kelainan kongenital yang belum terkendali

  • Sedang menjalani pengobatan sitostatika berat atau imunosupresan

  • Penyakit acute demylinating encephalomyelitis, sindrom Guillain-Barre, dan mielitis transversa

  • Insufisiensi adrenal seperti hiperplasia adrenal kongenital, penyakit Addison, dan diabetes melitus yang belum terkendali

  • Anafilaksis disebabkan komponen vaksin di pemberian vaksinasi yang sebelumnya

  • Alergi berat misalnya urtikaria general dan sesak napas

  • Gangguan pendarahan misalnya hemofilia

  • Pasien yang menjalani transplantasi ginjal dan hati

Direkomendasikan oleh IDAI, imunisasi untuk anak yang menderita kanker dimana sedang dalam kondisi pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun terkontrol, defisiensi imun primer bisa mengikuti panduan imunisasi secara umum. Tentu saja dengan adanya konsultasi dengan dokter terkait, yang mana bertanggung jawab terhadap pasien. 

Anda perlu tahu bahwa meskipun anak sudah menjalankan vaksinasi, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan. Mulai dari menggunakan masker dengan baik dan benar saat keluar rumah, dan berada di lingkungan publik. Juga, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan bersih menggunakan air dan sabun. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Referensi
  1. kemenkopmk.go.ig
  2. covid19.go.id
  3. idai.or.id 
  4. cnnindonesia.com 
Bagikan artikel ini