Asiklovir

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 03 Jun 2021

Bagikan

Asiklovir

Asiklovir digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks, herpes zoster, dan varicella. Pengobatan dengan asiklovir tidak menyebabkan tubuh sembuh dari virus yang menginfeksi. Virus yang sudah masuk ke dalam tubuh menjadi dorman atau tidur. Ketika daya tahan tubuh menurun virus ini dapat muncul kembali dan menimbulkan gejala. Dengan mengonsumsi asiklovir gejala yang muncul akan lebih ringan dan proses pemulihan akan lebih cepat.


Obat ini efektif menekan penyebaran penyakit jika dikonsumsi pada hari-hari pertama gejala infeksi virus. Selain itu, pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, asiklovir juga dapat menurunkan risiko penyebaran virus ke bagian tubuh lain dan menyebabkan infeksi yang serius.


Asiklovir diminum dalam dosis 2 hingga 5 kali sehari seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Anda disarankan untuk mengonsumsi banyak air selama mengonsumsi asiklovir. Jika asiklovir diberikan dalam sediaan cair maka gunakan sendok takar yang sudah disediakan. Penggunaan sendok rumah dapat membuat dosis yang anda konsumsi kurang tepat karena perbedaan ukuran sendok rumah dan sendok takar obat. Obat ini bekerja paling baik bila jumlahnya dalam tubuh konstan. Oleh sebab itu minumlah obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.


Anda dilarang untuk menghentikan obat tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Jika anda lupa minum obat maka segeralah minum ketika anda ingat, namun jika berdekatan dengan dosis selanjutnya maka anda tidak perlu meminum dosis yang terlupakan. Segera konsultasikan kepada dokter jika kondisi tidak membaik  atau menjadi lebih buruk.


Efek samping


Sebelum mengonsumsi obat ini laporkan kepada dokter jika anda memiliki gangguan ginjal dan riwayat gangguan sistem syaraf. Gangguan ginjal akan meningkatkan risiko efek samping obat karena terganggunya proses eliminasi obat dari dalam darah. Sedangkan gangguan sistem syaraf dapat menjadi semakin memburuk jika anda mengonsumsi asiklovir.


Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan asiklovir bersifat ringan dan dapat menghilang dengan sendirinya setelah obat dihentikan. Adapun efek samping ringan yang dapat terjadi adalah rasa tidak nyaman pada perut dan mual. Efek samping berat yang dapat ditimbulkan dari Asiklovir antara lain gangguan perilaku, gangguan berbicara, halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada), gatal dan bengkak di seluruh tubuh, ruam merah pada kulit, sesak napas, kejang, anemia, nyeri otot, mudah lelah, rambut rontok, hingga penurunan kesadaran. Jika anda memiliki gejala tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Interaksi obat


Asiklovir dapat berinteraksi dengan fenitoin, asam valproat, diklorfenamid, fascarnet, leflunomid, nitisinon, teriflunomind, tolvaptan, dan fosfenitoin. Oleh sebab itu konsultasikan kepada dokter obat-obatan dan suplemen rutin yang anda konsumsi sebelum anda mengonsumsi. Selain obat-obatan dan suplemen vitamin, konsumsi alkohol dan merokok dapat menyebabakn terjadinya interaksi obat. Selama mengonsumsi obat ini sebaiknya anda tidak merokok atau mengonsumsi alkohol.


Referensi :


  • Web MD. Acyclovir. Diunduh dari https://www.webmd.com/drugs/2/drug-941/acyclovir-oral/details diakses tanggal 2 Desember 2020
  • Healthline. Acyclovir, Oral Tablet. Diunduh dari https://www.healthline.com/health/acyclovir-oral-tablet#important-warnings diakses tanggal 2 Desember 2020
  • Mayo Clinic. Acyclovir. Diunduh dari https://www.mayoclinic.org/drugs./acyclovir./drg-20068393?p=1 diakses tanggal 2 Desember 2020
Bagikan artikel ini