Bantuan
Free Tele x

Apa Itu Diet OCD atau Intermiten? Manfaat Kesehatan dan Tips

Ditinjau oleh dr. Juliana Ng • 22 Jul 2022

Bagikan

Apa Itu Diet OCD atau Intermiten? Manfaat Kesehatan dan Tips

Diet intermiten atau yang lebih dikenal dengan istilah Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD) dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier dengan cara berpuasa selama 16 jam, dan hanya diperbolehkan untuk makan pada jendela waktu 8 jam. Metode diet ini juga dikenal sebagai 16:8. Setelah 2 minggu dan Anda sudah terbiasa dengan diet ini, jendela makan Anda dapat diturunkan menjadi 6 jam, dan lama kelamaan menjadi 4 jam.

Banyak ahli melaporkan bahwa melakukan diet intermiten dapat meningkatkan pengelolaan berat badan. Tetapi, melakukan diet ini juga mendatangkan manfaat lain bagi kesehatan, manfaat tersebut termasuk:

  • Menurunkan berat badan

  • Penanda kesehatan yang lebih baik

  • Menurunkan risiko kondisi kesehatan kronis

  • Meningkatkan kesehatan otak

Artikel ini akan membahas potensi manfaat kesehatan dari diet intermiten lebih lanjut, simak kelanjutannya.

Baca juga: Mengenal Diet Rendah Lemak Ultra Low Fat yang Juga Bisa Anda Lakukan

 

Manfaat Diet Intermiten Bagi Kesehatan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet OCD atau intermiten ini sama efektifnya dengan diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan. Namun, diet OCD atau intermiten ini dilakukan dengan 16 jam berpuasa, dan 8 jam waktu untuk makan. Tampaknya, hal ini masuk akal karena mengurangi jumlah kalori yang Anda makan sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.

Dapatkah diet intermiten meningkatkan kesehatan? Tentu bisa, melakukan diet puasa intermiten atau OCD selain dapat menurunkan berat badan, juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit terkait obesitas seperti diabetes, sleep apnea, dan beberapa jenis kanker. Puasa intermiten tampaknya sama bermanfaatnya dengan jenis diet lainnya yang dapat mengurangi kalori dalam tubuh secara keseluruhan.

1. Menurunkan Berat Badan

Diet OCD atau intermiten dapat mendorong penurunan berat badan dengan menurunkan kadar insulin pada tubuh. Seperti yang kita ketahui, tubuh dapat memecah karbohidrat menjadi glukosa yang digunakan sel untuk energi atau diubah menjadi lemak dan disimpan untuk digunakan nanti. 

Kadar insulin akan menurun ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan atau selama periode puasa. Sehingga, diet intermiten dapat menurunkan kadar insulin yang menyebabkan sel melepaskan simpanan glikogen sebagai energi.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Sebuah studi mengatakan bahwa puasa intermiten 16:8 secara signifikan dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dalam jangka pendek. Tekanan darah yang sehat juga menghindari anda dari penyakit kronis lain seperti jantung, otak, ginjal dan mata. Namun, sejauh penelitian menunjukkan jika diet berakhir dan kembali mengkonsumsi makanan seperti biasanya, tekanan darah akan kembali ke tingkat awal.

Baca juga: Cara Menjaga Tekanan Darah Normal

 

3. Mengurangi Peradangan

Pembatasan kalori dengan melakukan diet intermiten juga dapat mengurangi tingkat peradangan. Menurut penelitian, berpuasa menurunkan pro-inflamasi lebih rendah dari biasanya. Dengan begitu, diet ini sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin mengurangi peradangan.

4. Menurunkan Kolesterol

Para peneliti juga mencatat bahwa puasa intermiten dapat mengurangi keberadaan trigliserida, yang merupakan lemak pada darah yang biasanya menyebabkan penyakit stroke dan serangan jantung. Anda dapat melakukan puasa intermiten dengan metode 5:2 untuk membantu menurunkan kolesterol jahat.

Baca juga: Obat Herbal yang Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol

5. Membantu Mengurangi Risiko Stroke

Diet intermiten memainkan peran utama dalam meningkatkan kadar kolesterol yang lebih sehat dan tekanan darah yang lebih rendah seperti yang telah disebutkan di atas, sehingga dapat membantu mengurangi risiko stroke. Namun, bukan hanya mengurangi risiko stroke saja, diet ini dapat memulihkan seseorang dari penyakit stroke dan melindungi otak karena efek anti-inflamasi.

6. Manfaat Bagi Kesehatan Otak

Diet intermiten meningkatkan berbagai fitur metabolisme yang diketahui penting untuk kesehatan otak. Puasa intermiten membantu mengurangi stres oksidatif, peradangan, kadar gula darah dan resistensi insulin sehingga meningkatkan pertumbuhan sel saraf baru yang bermanfaat bagi fungsi otak.

 

Tips Diet Intermittent

Melakukan diet intermiten mungkin terlihat sulit untuk direalisasikan. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda tetap berpegang program diet OCD atau intermiten dan memaksimalkan manfaat, yaitu:

  • Tetap terhidrasi. Minum banyak air mineral dan minuman bebas kalori seperti teh herbal sepanjang hari.

  • Menghindari terobsesi dengan makanan. Hindari hal-hal yang dapat membuat Anda tergoda dengan makanan. 

  • Beristirahat dan bersantai. Hindari aktivitas berat, lakukan yoga sebagai pengganti olahraga.

  • Membuat setiap hitungan kalori. Rencanakan asupan nutrisi pada makanan Anda setiap hari. 

  • Makan makanan bervolume tinggi. Pilih makanan yang mengenyangkan namun rendah kalori yang meliputi sayuran mentah dan buah-buahan dengan kadar air tinggi, seperti anggur dan melon.

  • Meningkatkan rasa tanpa kalori. Gunakan rempah-rempah seperti bawang putih untuk menambah perasa pada makanan Anda. 

  • Memilih makanan padat nutrisi setelah masa puasa. Konsumsi makanan yang tinggi akan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah kekurangan nutrisi.

Terdapat penelitian yang membagi tiga kelompok tikus jantan: kelompok tikus yang diberikan waktu makan yang bebas; kelompok yang diberikan jendela makan 13 jam; serta kelompok yang diberikan jendela makan hanya 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan kelompok tikus yang diberikan jendela makan 13 jam memiliki masa hidup lebih panjang dibandingkan kelompok tikus yang makan dengan bebas. Akan tetapi, kelompok tikus dengan jendela makan 3 jam memiliki masa hidup yang lebih panjang lagi dibandingkan kelompok tikus dengan jendela makan 13 jam.

Penelitian lain juga menyatakan bahwa pembatasan protein dan kalori yang disertai dengan penjadwalan makan pada waktu tertentu dapat membantu memperpanjang usia pasien dengan penyakit kronis.

Dengan adanya penelitian di atas, maka ilmuwan dapat menyarankan diet intermiten untuk menurunkan berat badan maupun memelihara kesehatan. Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi mengenai pilihan diet Anda.

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Tag :
Referensi

  1. Medical news today. 2018. What are the benefits of intermittent fasting?. Diakses 2022.

  2. Medical news today. 2020. Seven Ways to do Intermittent Fasting. Diakses 2022.

  3. Healthline. 10 Evidence-Based Health Benefits of Intermittent Fasting. Diakses 2022.

  4. Everyday health.  2022. 12 Possible Health Benefits of Intermittent Fasting. Diakses 2022.

  5. Mayo clinic. 2022. What is intermittent fasting? Does it have health benefits?. Diakses 2022.

  6. Hanjani NA, Vafa M. Protein restriction, epigenetic diet, intermittent fasting as new approaches for preventing age-associated diseases. Int J Prev Med 2018;9:58. Diakses 2022.

  7. Sarah J. Mitchell, et al. Daily Fasting Improves Health and Survival in Male Mice Independent of Diet Composition and Calories. Cell Metabolism Volume 29, Issue 1, 8 January 2019; 221:228. Diakses 2022.

Bagikan artikel ini