Bantuan
Free Tele x

Kanker Serviks

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 04 Jun 2021

Bagikan

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang terjadi di sel-sel leher rahim. Kanker ini merupakan penyebab kematian terbanyak akibat kanker pada perempuan terutama di negara berkembang. Pada sebagian besar kasus, kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang merangsang perubahan pada sel leher rahim.


Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus agar tidak membahayakan tubuh lebih lanjut. Namun, pada sebagian kecil orang, virus tersebut bertahan selama bertahun-tahun dan berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker. Kabar baiknya, risiko terkena kanker serviks dapat berkurang dengan adanya vaksinasi dan skrining rutin.


Tanda dan Gejala


Pada awalnya, kanker serviks dapat tidak menimbulkan gejala. Tanda dini kanker serviks dapat berupa tanda tidak spesifik seperti cairan vagina yang berlebihan dan kadang disertai dengan bercak darah. Gejala umum yang sering terjadi adalah perdarahan pascasanggama, perdarahan di luar haid, dan keputihan.


Dalam perjalanannya, akan timbul gejala lain berupa keluarnya cairan vagina yang berbau busuk, nyeri panggul, nyeri pinggang dan pinggul, sering berkemih, dan sakit ketika buang air kecil atau buang air besar.


Diagnosis


Metode pap smear dan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) merupakan metode yang saat ini paling diandalkan untuk skrining kanker serviks. Pap smear dan IVA direkomendasikan pada saat perempuan mulai melakukan aktivitas seksual atau setelah menikah. Interval pemeriksaan dapat berkisar setiap 3 tahun sekali. Pada kelompok yang berisiko tinggi, pemeriksaan dianjurkan untuk dilakukan setiap tahun.


Diagnosis kanker serviks diperoleh melalui pemeriksaan klinis oleh dokter. Dokter dapat menanyakan beberapa hal terkait gejala dan faktor risiko yang ada. Dokter kemudian dapat melakukan pemeriksaan fisik utamanya di daerah kemaluan. Meskipun demikian, untuk diagnosis pasti, diperlukan pemeriksaan biopsi atau pemeriksaan jaringan serviks.


Pemeriksaan radiologi berupa foto toraks, pielografi intravena, atau CT scan merupakan pemeriksaan penunjang untuk melihat adanya perluasan penyakit, menentukan stadium, serta menyingkirkan diagnosis sumbatan ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih). Pemeriksaan laboratorium klinik berupa pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan fungsi ginjal, dan pemeriksaan fungsi hati diperlukan untuk mengevaluasi fungsi organ serta menentukan jenis pengobatan yang diberikan. 


Tata Laksana


Perawatan untuk kanker serviks bergantung pada beberapa faktor, seperti stadium kanker, masalah kesehatan lain, dan preferensi pasien. Pembedahan, radiasi, kemoterapi, atau kombinasi ketiganya dapat dijadikan pilihan pengobatan.

  • Pembedahan

Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada kanker serviks hingga stadium IIA. Pembedahan yang dilakukan dapat berupa pengangkatan sel kanker, pengangkatan serviks (trakelektomi), atau pengangkatan serviks dan uterus. Pilihan tindakan operasi yang terbaik bergantung pada ukuran kanker, stadium, dan pertimbangan kehamilan di masa depan. 

  • Radioterapi

Terapi radiasi dapat dilakukan pada stadium apapun, terutama pada stadium IIB sampai IV atau pada pasien dengan stadium kecil yang tidak dapat dilakukan pembedahan. Terapi radiasi menggunakan pancaran energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi sering dikombinasikan dengan kemoterapi dan juga dapat digunakan setelah operasi jika ada peningkatan risiko kanker kembali.

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan dengan menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan melalui injeksi atau dalam bentuk pil. Pada kanker serviks stadium lanjut, kemoterapi dosis rendah sering dikombinasikan dengan terapi radiasi karena kemoterapi dapat meningkatkan efek radiasi. Dosis kemoterapi yang lebih tinggi mungkin direkomendasikan untuk membantu mengendalikan gejala kanker yang sangat lanjut.



    Referensi:


    1. Buku biru ilmu kandungan

    2. Cervical cancer - Symptoms and causes - Mayo Clinic

    3. Cervical cancer - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic

    Bagikan artikel ini    

    Subscribe newsletter kami!

    Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami