Pembuluh Darah Tampak Melebar, Apa Itu Varises?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 05 Jan 2022

Bagikan

Pembuluh Darah Tampak Melebar, Apa Itu Varises?

Tahukah Anda apa itu varises? Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar atau bahkan memiliki kondisi varises itu sendiri. Varises dalam hal ini disebut-sebut menjadi sumber insekuritas banyak wanita karena kondisi ini terlihat mengganggu penampilan.

Namun tahukah Anda bahwa varises sejatinya lebih dari sekedar pengganggu penampilan saja, namun juga dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi kesehatan tubuh, terutama jika kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya. Lantas apa itu varises, bagaimana ciri-cirinya, serta apa saja yang menjadi penyebabnya? Simak penjelasan mengenai varises berikut ini.

Baca Juga: Agar Penampilan Tidak Terganggu, Ketahui Langkah-langkah Mencegah Varises Berikut Ini

Apa itu varises?

Varises sejatinya adalah kondisi di mana pembuluh darah vena Anda mengalami pembesaran atau pembengkakan. Kondisi bengkak ini terjadi akibat adanya penumpukan darah pada bagian dalam pembuluh vena yang katupnya telah rusak atau melemah. 

Di dalam pembuluh vena terdapat sebuah katup yang memiliki peran sebagai pintu satu arah dan sebagai penghalang agar darah yang telah dialihkan tidak kembali lagi. Apabila katup ini rusak atau melemah, maka akan terjadi arus balik darah dan pada akhirnya darah ini akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan. 

Biasanya, kondisi ini akan ditemui pada bagian betis atau tungkai Anda, serta berbagai anggota gerak bagian bawah lainnya. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya tekanan yang cukup besar di kaki, pada saat Anda tengah berjalan. 

Ciri varises

Varises dapat dicirikan dengan pembuluh darah yang tampak menonjol keluar, terlihat bengkak atau bengkok, dan terkadang berwarna biru ataupun ungu. Terkadang, bentuknya ini akan berupa simpul ataupun tali yang berpilin. Pada beberapa pasien, kondisi varises ini juga dapat dicirikan dengan beberapa gejala seperti:

  • Timbulnya rasa sakit di kaki

  • Rasa berat pada kaki terutama pasca berolahraga atau di malam hari

  • Jika terjadi cedera ringan, maka daerah tersebut akan mengalami perdarahan yang lebih lama dari normalnya

  • Pergelangan kaki tampak bengkak

  • Terjadi perubahan pada warna kulit, seperti biru atau kecoklatan di sekitar area varises

  • Terjadi kram kaki ketika berdiri

  • Timbul bercak putih yang tak teratur pada pergelangan kaki

Tidak hanya itu saja, varises juga dapat dicirikan oleh gejala eksim vena, telangiectasia, hingga lipodermatosclerosis. 

Faktor risiko varises

Sebagian besar kasus varises pada umumnya dialami oleh wanita. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya varises yakni sebagai berikut.

  1. Usia 

Faktor risiko varises yang pertama, yaitu faktor usia. Seiring dengan bertambahnya usia, maka risiko varises pun ikut bertambah. Hal ini terjadi karena dengan bertambahnya usia, maka fungsi katup vena akan semakin melemah pada saat membantu pembuluh vena mengalirkan darah menuju jantung. 

  1. Jenis Kelamin

Wanita memiliki risiko untuk mengalami varises jauh lebih besar dibandingkan dengan pria. Hal ini dapat terjadi karena hormonal pada wanita akan berubah pada saat,pubertas, kehamilan dan juga menopause. Perubahan hormon ini dapat menyebabkan melemahnya katup vena, karena dinding pembuluh vena mengalami peregangan. 

  1. Genetik

Faktor risiko varises yang selanjutnya, yaitu faktor genetik. Ketika ada salah satu anggota keluarga Anda yang mengalami varises, maka kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya. Pasalnya, setengah dari penderita varises memiliki riwayat varises dalam keluarganya. 

  1. Berat badan

Berat badan berlebih memiliki risiko obesitas yang besar dibandingkan dengan berat badan ideal. Hal ini disebabkan karena berat badan berlebih akan  memberi tekanan yang besar pada pembuluh vena. Kondisi ini akan menyebabkan darah sulit untuk didorong menuju jantung dan akhirnya mengendap di dalam vena. 

  1. Kondisi hamil

Kehamilan juga merupakan salah satu faktor risiko varises. Seiring dengan perkembangan janin, maka tekanan pada vena maternal juga akan semakin besar. Tidak hanya itu, bertambahnya jumlah darah pada ibu hamil juga dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh vena. 

  1. Jarang melakukan aktivitas fisik

Faktor risiko  varises yang terakhir, yaitu jarang melakukan aktivitas fisik. Hal ini berkaitan dengan mempertahankan suatu posisi dalam jangka waktu yang lama seperti duduk atau berdiri, akan membuat katup vena bekerja lebih keras.

Demikianlah informasi mengenai apa itu varises dan berbagai seluk beluknya. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala varises yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Doctor

Ingin penjelasan lebih detail? Konsultasi dengan dokter Bedah Vascular sekarang!

Pesan Konsultasi
Referensi
  1. Johns Hopkins. Varicose Veins. 
  2. Marcin, Judith. 2019. Varicose Veins. 
  3. Brazier, Yvette. 2017. What can I do about varicose veins?.
Bagikan artikel ini    
Doctor

Ingin penjelasan lebih detail? Konsultasi dengan dokter Bedah Vascular sekarang!

Pesan Konsultasi