Nimodipine

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 08 Jan 2022

Bagikan

Nimodipine

Nama Dagang: Ceremax, Nimotop

Nimodipin adalah obat golongan penyekat kanal kalsium yang dapat menghambat kontraksi otot polos pada pembuluh darah, khususnya pembuluh darah otak. Penelitian klinis melaporkan bahwa terdapat efek terapi nimodipine yang menguntungkan dalam pemeliharaan kesehatan dan pencegahan terjadinya penurunan fungsi saraf akibat kerusakan otak pada pendarahan subarachnoid otak.

Golongan : Penyekat kanal kalsium (dihydropyridin calcium channel blocker)

Kategori : Obat Keras

Manfaat : Mencegah kerusakan saraf otak akibat perdarahan otak

Bentuk : Kapsul, tablet, dan injeksi intravena

Dikonsumsi oleh : Dewasa

Nimodipine akan membantu relaksasi dinding pembuluh darah sehingga sirkulasi atau aliran darah di otak lancar. Pemberian nimodipine harus berdasarkan instruksi dokter. Jangan mengonsumsi obat lebih atau kurang dari dosis yang telah ditentukan demi mendapatkan hasil yang optimal. 

Peringatan 

Anda perlu memberitahukan dokter mengenai riwayat penyakit serta konsumsi obat sebelumnya. Berbagai kondisi, seperti penyakit hati, penyakit ginjal serta kehamilan dan menyusui tidak disarankan mengonsumsi nimodipine. Selain itu, jika Anda akan menjalani operasi termasuk tindakan operasi kecil dan perawatan gigi, hendaknya Anda memberitahukan bahwa Anda sedang mengonsumsi Nimodipine pada tenaga medis yang merawat.

Terdapat sejumlah obat yang diketahui memiliki interaksi dengan nimodipine sehingga penggunaannya secara bersamaan memerlukan penyesuain dosis oleh dokter. Obat-obat tersebut, antara lain:

  • Rifampisin (obat antituberkulosis)

  • Antiepilepsi,a seperti fenitoin, karbamazepin, fenobarbital, asam valproate

  • Antijamur, seperti itrakonazol dan ketokonazol

  • Antiretroviral, seperti indinavir dan ritonavir

  • Antibiotik, seperti eritromisin dan klaritromisin

  • Cimetidine

Selain obat-obat diatas, Anda juga perlu melaporkan penggunaan obat lain, seperti obat herbal, obat tradisional, dan suplemen. 

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis obat yang diberikan tergantung pada bentuk sediaan dan indikasinya. Sehingga perlu adanya anjuran dari dokter sebelum penggunaan Nimodipine. 

Sediaan Intravena 

Pada dewasa, awal pemberian dapat dilakukan melalui infus dengan dosis 1 mg/jam selama 2 jam yang diberikan melalui akses vena sentral. Jika penurunan tekanan darah tidak signifikan, maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 mg/jam. Untuk pasien dengan berat badan <70 kg atau tekanan darah yang tidak stabil, pemberian awal dimulai dengan dosis ≤0,5 mg/jam. Terapi sebaiknya berlangsung 5-14 hari dengan catatan durasi total tidak lebih dari 21 hari jika pasien telah menerima pengobatan nimodipine oral. Bagi pasien dengan kerusakan hati, dosis pemberian awal secara intravena ≤0,5 mg/jam.

Sediaan oral

Sebagai profilaksis, pasien dewasa dianjurkan mendapat terapi nimodipine dengan dosis 60 mg setiap 4 jam dimulai dalam 4 hari sejak terjadinya perdarahan dan dilanjutkan selama 21 hari berturut-turut. Pada pasien dengan kerusakan hati, pemberian awal dilakukan dengan dosis 40 mg setiap 4 jam.

 

Cara Menggunakan Obat

Kapsul nimodipine sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, yaitu satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Untuk sediaan tablet, Anda dapat konsumsi dengan atau tanpa makanan dan sebaiknya dilakukan secara konsisten. Sediaan obat injeksi intravena diketahui memiliki reaksi dengan beberapa jenis plastik, termasuk polivinil klorida (PVC) sehingga tidak dapat ditambahkan ke dalam botol infus ataupun dicampur dengan obat lain. 

Konsumsi Nomidipine harus dilakukan secara teratur agar pengobatan semakin efektif. Konsumsi tetap dilanjutkan meskipun gejala sudah dirasakan membaik. Penghentian konsumsi obat dilakukan jika ada instruksi dari dokter. Bila waktu konsumsi obat terlewat, sebaiknya tidak menggandakan dosis.

  

Cara Penyimpanan

Nimodipin sebaiknya disimpan pada suhu 15-30°C serta terhindar dari cahaya matahari langsung. Sebaiknya obat juga diletakkan pada lokasi penyimpanan yang jauh dari jangkauan anak-anak. Perhatikan tanggal kadaluwarsa obat sebab obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa tidak boleh lagi digunakan. 

 

Kontraindikasi

Nimodipine dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat serangan jantung ataupun angina tidak stabil. Hindari penggunaan bersama dengan obat-obatan yang merupakan inhibitor CYP3A4 poten, seperti klaritromisin, ritonavir, ketokonazol, dan nefazodon.

 

Efek Samping

Konsumsi nimodipine dapat menyebabkan sejumlah efek samping, seperti pusing, sakit kepala, jantung berdebar, pembengkakan pada kaki, tangan, atau pergelangan kaki, nyeri perut, dan mual. Beberapa efek samping serius yang jarang, meliputi gangguan irama jantung, perdarahan atau memar yang tidak normal. Bila Anda mendapati efek samping tersebut, segera beri tahu pada dokter Anda.  

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Tag :
Referensi
  • Nimodipine. MIMS Indonesia. 
  • Nimodipine. StatsPearls.
Bagikan artikel ini