Dislipidemia

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 01 Jul 2021

Bagikan

Dislipidemia

Penyakit ‘kolesterol tinggi’ ini secara medis dikenal sebagai dislipidemia, yaitu suatu keadaan ketika terjadi kelainan metabolisme lipid dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan ataupun penurunan kadar fraksi lipid. Penyakit yang sering disebut kolesterol tinggi oleh masyarakat awam kini sudah menjadi salah satu kondisi medis yang diderita oleh banyak orang.


Kolesterol merupakan bagian dari lipid dalam darah. Lipid dalam darah terdiri dari kolesterol total (K-total), kolesterol LDL (K-LDL) yang sering disebut sebagai ‘kolesterol jahat’, kolesterol HDL (K-HDL) yang sering disebut sebagai ‘kolesterol baik’, dan trigliserida (TG) sebagai bentuk cadangan energi.


Dislipidemia dapat memicu terjadinya penyakit lain yang berbahaya seperti penyakit jantung koroner hingga strok. Hal tersebut dapat terjadi karena kadar lipid yang berlebihan dalam darah dapat membentuk plak di pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah ke organ-organ tubuh.


Penyebab dan Faktor Risiko

Dislipidemia dapat terjadi karena adanya pengaruh berbagai faktor seperti genetik, gaya hidup, serta adanya penyakit penyerta. Penyebab tersering dari dislipidemia adalah gaya hidup dan adanya penyakit penyerta. Hidup sedenter atau jarang beraktivitas fisik serta konsumsi makanan yang kaya akan kalori dan lemak seperti makanan cepat saji menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya dislipidemia.


Selain itu, penyakit penyerta seperti diabetes melitus, gangguan ginjal, gangguan hati, hingga penyakit hormonal lainnya juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya dislipidemia. Orang dengan berat badan berlebih atau yang biasa disebut dengan obesitas pun dapat menjadi faktor risiko terjadinya dislipidemia. Selain gaya hidup dan adanya penyakit penyerta, perilaku lain seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol juga berperan dalam proses terjadinya dislipidemia.


Gejala dan Tanda

Secara umum, jarang timbul gejala yang dapat dirasakan oleh orang dengan dislipidemia. Adanya dislipidemia umumnya baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan laboratorium. Meskipun demikian, terdapat beberapa tanda dan gejala yang mungkin terjadi pada penderita dislipidemia dengan kadar lipid dalam darah yang sudah sangat tinggi. Gejala dan tanda yang mungkin timbul yaitu:


  • Munculnya benjolan-benjolan kecil seperti kutil pada area sekitar mata, dada, punggung, serta tangan dan kaki 

  • Sering merasa pusing

  • Adanya rasa pegal dan nyeri pada area tengkuk atau belakang leher

  • Rasa pegal dan kesemutan pada kedua tangan dan kaki

  • Nyeri dada seperti tertusuk (pada kasus penyakit jantung koroner)


Diagnosis

Penegakan diagnosis dislipidemia harus dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan kadar K-total, K-LDL, K-HDL, dan trigliserida dalam darah. Namun, terdapat pemeriksaan cepat seperti GCU test dengan menggunakan darah dari ujung jari untuk mengukur K-total.


Pemeriksaan tersebut dapat dijadikan sebagai pemeriksaan awal untuk menilai kerentanan seseorang menderita dislipidemia. Hasil pengukuran K-total > 200 mg/dl pada alat GCU test dapat mengindikasikan bahwa orang tersebut rentan menderita dislipidemia sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Tata Laksana

Penanganan dislipidemia yang paling utama adalah perubahan gaya hidup dengan melakukan aktivitas fisik rutin serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Selain itu, mengurangi konsumsi rokok dan minuman beralkohol juga harus dilakukan. Pada penderita dengan penyakit penyerta, perlu dilakukan kontrol penyakit penyerta sembari melakukan penanganan terhadap dislipidemia.


Pemberian obat dapat dipertimbangkan apabila perubahan gaya hidup tidak dapat memberikan hasil yang memuaskan. Selain itu, pemberian obat juga dapat dilakukan apabila terdapat penyakit penyerta yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Obat yang dapat diberikan pada penderita dislipidemia dapat berupa obat dari golongan statin seperti simvastatin dan atorvastatin atau golongan asam fibrat seperti fenofibrat.


Referensi

  1. Dyslipidemia: Causes, symptoms, and treatment [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2020 [cited 21 November 2020]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321844#treatment 

  2. Dyslipidemia - Endocrine and Metabolic Disorders - MSD Manual Professional Edition [Internet]. MSD Manual Professional Edition. 2020 [cited 21 November 2020]. Available from: https://www.msdmanuals.com/professional/endocrine-and-metabolic-disorders/lipid-disorders/dyslipidemia#v990175

Bagikan artikel ini