Bantuan

7 Kesalahan Umum dalam Merawat Vagina!

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 May 2021

Bagikan

7 Kesalahan Umum dalam Merawat Vagina!

Vagina merupakan organ yang memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Bahkan, ia tidak membutuhkan banyak bantuan dari kita untuk merawatnya. Namun, tak jarang dari kita justru melakukan perawatan “berlebih” dalam merawat organ intim tersebut.

 

1. Mencukur habis rambut di kemaluan

Kita akan merasa bersih dengan habisnya rambut kemaluan di sekitar organ kewanitaan. Sayangnya, hal tersebut tidak membuat vagina kita semakin bersih—justru sebaliknya.

 

Rambut kemaluan berfungsi untuk menjaga daerah yang penuh dengan lipatan tersebut. Dengan, adanya rambut ia akan mencegah terlalu banyak kontak antar kulit dan mempersulit jalan masuknya bakteri ke saluran kemih.

 

Bahkan, proses dari pencukuran rambut kemaluan sendiri pun juga dapat memberikan luka dan infeksi pada kulit yang justru dapat memberikan iritasi pada vagina. Maka, hati-hati ya!

 

2. Membersihkan vagina dengan sabun beraroma

Wewangian parfum bukanlah wangi natural bagi daerah kewanitaan. Membersihkannya dengan sabun beraroma justru dapat mengganggu keseimbangaan pH daerah tersebut.

 

Terganggunya derajat keasaman vagina dapat mematikan bakteri-bakteri baik dan menghidupkan mikroba jahat yang dapat mengganggu kesehatan vaginamu. Hindari penggunaan sabun beraroma dan disarankan untuk membersihkan vagina hanya dengan air!

 

3. Terlalu sering menggunakan pantyliner

Pantyliner juga dapat membuat kita merasa “bersih”. Namun, produk tersebut justru memerangkap kelembaban yang tahan lama pada daerah kewanitaan.

 

Penggunaan pantyliner terlalu lama justru dapat meningkatkan kemungkinan vagina mengalami infeksi jamur. Apabila kamu mengalami keputihan yang gatal, maka segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

 

4. Tidak membuang air kecil setelah melakukan seks

Cara membersihkan vagina setelah berhubungan seksual adalah cukup dengan membuang air kecil. Dengan itu, kamu akan membuang sperma atau apapun yang terbawa masuk ke dalam saluran kemih ke dunia luar.

 

Membuang air kecil setelah melakukan seksual dapat mengurangi risiko mengalami infeksi saluran kemih. Apabila kamu mengalami infeksi tersebut dan tidak ditangani dengan baik, patogen penyebab infeksi tersebut dapat berjalan naik menuju ginjal.

 

5. Malas mengganti pembalut, tampon, atau menstrual cup saat menstruasi

Tampon dan pembalut harus diganti setiap empat jam sekali. Terutama saat hari-hari pertama siklus menstruasi dimana arus sedang tinggi. Sedangkan ketika menggunakan menstrual cup, pastikan kamu tetap menggantinya setiap 12 jam.

 

Dengan ini, kamu dapat menjaga kebersihan vagina dan tidak mencegah kelembaban yang terlalu tinggi pada daerah kewanitaan.

 

6. Melakukan “douching”

Kita tidak perlu repot-repot untuk membersihkan bagian dalam dari vagina dengan memasukan air ke dalamnya. Vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri—kita hanya perlu membersihkannya dari luar!

 

Selain itu, melakukan “douching” yang terlalu sering juga dapat meningkatkan kemungkinan terdorongnya suatu mikroba semakin dalam. Hal ini justru meningkatkan risiko mengalami infeksi.

 

Satu hal yang harus kamu lakukan adalah: bersihkan daerah vulva. Lipatan-lipatan yang berada di luar vagina tersebut bisa menjadi tempat yang baik bagi mikroba jahat untuk tumbuh akibat tingginya kelembaban daerah tersebut.

 

7. Membersihkan vagina dengan mengusap dari arah belakang

Setelah melakukan buang air kecil, kita harus mengeringkan daerah kewanitaan dengan baik agar tidak lembab. Namun, apabila kamu mengusap vagina dari arah belakang ke depan, jangan ulangi lagi ya!

 

Hal tersebut dapat membawa bakteri atau mikroba dari daerah anus ke daerah vagina. Sehingga, dikhawatirkan vagina akan terpapar mikroba tersebut dan mengganggu keseimbangan mikroba yang hidup di daerah vagina. Hati-hati, kamu juga dapat mengalami infeksi!

 

Seiring bertambahnya usia, vagina akan melewati berbagai tahapan kehidupan—seperti melahirkan anak atau mengalami menopause. Mungkin kamu akan merasa vaginamu tampak berubah secara penampilan atau kelembabannya.

 

Apabila kamu merasa tidak nyaman dengan kondisi vaginamu saat ini, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter dan hindari melakukan perawatan mandiri secara berlebihan. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat untuk daerah kewanitaanmu.


 

Referensi:

  1. 12 Common Vagina Care Mistakes You’re Probably Making. Singapore: The Singapore Women’s Weekly; [posted: 2019 Apr 12; cited: 2021 Apr 01]. Available from:  https://www.womensweekly.com.sg/gallery/beauty-and-health/10-ways-your-cleaning-your-vagina-wrongly/ 
  2. Fashemi B, Delaney ML, Onderdonk AB, Fichorova RN. Effects of feminine hygiene products on the vaginal mucosal bioeme. Microb Ecol Health Dis. 2013; 24: 10.3402/mehd.v24i0.19703.
  3. Wiener CD. Do you make any of these 7 menstrual hygiene mistakes? [internet]. Texas: Texas Children’s Hospital; [cited: 2021 Apr 01]. Available from: https://women.texaschildrens.org/blog/do-you-make-any-these-7-menstrual-hygiene-mistakes
Bagikan artikel ini