Bantuan

Mifepristone

Ditinjau oleh • 28 Dec 2021

Bagikan

Mifepristone

Nama dagang: Mifeprex

Mifepristone merupakan salah satu jenis steroid sintetik (obat anti-peradangan) yang sering dikenal dengan nama ‘RU486’. Obat ini kerap digunakan untuk menginduksi atau memicu aborsi, sehingga penggunaan dan penjualannya harus di bawah pengawasan ketat. Selain itu, pemberian mifepristone dosis tinggi juga bisa digunakan untuk menangani tingginya kadar gula darah akibat Cushing’s syndrome (kumpulan gejala akibat kadar hormon kortisol tubuh meningkat). Biasanya, mifepristone tersedia dalam bentuk kombinasi dengan obat lainnya, yaitu misoprostol.

Golongan Antiprogestational steroid

Kategori Obat keras

Manfaat Terminasi kehamilan

Bentuk :  Tablet

Dikonsumsi oleh Dewasa

Tidak hanya untuk kondisi-kondisi di atas, mifepristone juga dapat diberikan sebagai obat kontrasepsi darurat dan terapi tambahan dalam menangani Mioma uteri (tumor jinak pada rahim). Namun, perlu diketahui bahwa obat ini termasuk obat keras sehingga konsumsi mifepristone harus dilakukan di bawah persetujuan dokter. 

 

Peringatan

Obat ini hanya bisa digunakan apabila usia kehamilan kurang dari 63 hari (±9 minggu). Perdarahan melalui vagina mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi obat ini yang juga menjadi tanda suksesnya proses aborsi. Segera hubungi dokter jika belum ada tanda-tanda perdarahan vagina dalam waktu ±4 jam setelah konsumsi obat. Hal ini bisa menjadi pertanda gagalnya proses aborsi dan Anda mungkin saja harus melakukan tindakan operasi.

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis yang diberikan kepada setiap pasien bisa saja berbeda. Hubungi dokter untuk mengetahui dosis yang lebih tepat dengan kondisi Anda. Berikut ini contoh dosis yang biasa dipakai pada saat pengobatan.

  • Untuk terminasi kehamilan (aborsi)

    • Mifepristone akan dikombinasi dengan misoprostol. 

    • Pada dewasa, berikan 200 mg mifepristone sekali sehari (dosis tunggal) pada hari pertama. Dua hari selanjutnya, berikan 800 mcg (4 tablet 200 mcg) misoprostol sekali sehari. Penggunaan pada pasien anak tidak direkomendasikan.

  • Untuk hiperglikemi pada pasien Cushing’s Syndrome

    • Pada dewasa, umumnya berikan 300 mg obat sekali sehari. Lakukanlah konsultasi untuk memastikan jumlah dosis yang diambil, karena bisa saja dokter menaikan dosis dalam beberapa kondisi.

    • Dosis untuk pasien anak harus diberikan dengan pertimbangan ketat dokter.

Cara Penggunaan

Konsumsi obat biasanya dilakukan di depan dokter, karena itu diperlukan tiga kali konsultasi untuk terapi dengan mifepristone dan misoprostol. Ikuti petunjuk dokter selama mengonsumsi obat ini.

Cara Penyimpanan

Simpan obat dalam suhu ruang, hindari dari paparan matahari langsung, lingkungan lembap, panas menyengat, dan jangan bekukan obat. Jauhkan obat dari anak-anak dan hewan peliharaan untuk mencegah risiko tertelan dan keracunan.

Kontraindikasi

Mifepristone tidak boleh digunakan jika sudah lewat 70 hari semenjak periode terakhir menstruasi seorang wanita. Selain itu, mifepristone juga tidak dapat digunakan pada wanita yang mengalami kondisi berikut.

  • Mengalami kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Penggunaan mifepristone pada kondisi ini dapat mengakibatkan rupturnya kehamilan ektopik dan menyebabkan perdarahan hebat

  • Memiliki masalah pada kelenjar adrenal

  • Sedang melakukan terapi kortikosteroid jangka panjang

  • Mengalami reaksi alergi terhadap mifepristone, terhadap komponen lain penyusun obat tersebut, ataupun terhadap terapi hormon prostaglandin lainnya. Contoh reaksi alergi yang terjadi bisa berupa gejala anafilaksis (reaksi alergi hebat), gatal, kemerahan pada kulit, biduran (urtikaria), dan lain sebagainya.

  • Mengalami gangguan pembekuan darah

  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah

  • Mengalami porfiria (penyakit keturunan yang terjadi akibat adanya produksi porfirin di dalam tubuh)

  • Sedang memakai alat kontrasepsi dalam rahim, seperti IUD (spiral) sehingga harus di keluarkan terlebih dahulu sebelum menggunakan mifepristone.

  • Wanita yang sedang menyusui

Pada pasien dengan Cushing’s syndrome, mifepristone tidak boleh digunakan apabila pasien juga mengonsumsi obat simvastatin, lovastatin, dan golongan obat-obatan yang dimetabolisme oleh enzim CYP3A (siklosporin, fentanyl, dan lain-lain). Pasien dengan riwayat perdarahan vagina abnormal, kanker endometrium, dan hiperplasia endometrium juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini.

Pada dasarnya, mifepristone merupakan obat keras. Karena itu, konsultasikanlah kondisi Anda pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Efek Samping

Efek samping penggunaan mifepristone sangat beragam, mulai dari yang ringan sampai berat.

Efek samping ringan yang bisa dirasakan pengguna mifepristone, antara lain mual, muntah, nyeri perut, diare, refluks gastro-esofageal (GERD) atau naiknya asam lambung, pusing dan sakit kepala, gatal-gatal, dan periode menstruasi yang tidak teratur.

Efek samping sedang yang bisa dirasakan dapat berupa penurunan kadar kalium tubuh (hipokalemi), bengkak pada kaki, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, sesak napas, sulit BAB (konstipasi), perdarahan vagina, kontraksi pada rahim, sensasi panas pada tubuh (hot flashes), jantung berdebar, dan anemia.

Pada orang tertentu, penggunaan mifepristone dapat menyebabkan efek samping yang cukup berat. Contoh efek samping yang bisa terjadi adalah kematian pada janin, reaksi anafilaksis, kelainan bawaan pada janin, dan adanya reaksi melepuh pada kulit.

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Tag :
Referensi
  • Autry BM, Wadhwa R. Mifepristone. [Updated 2021 May 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. 
  • Unknown. Question and answer on mifeprex [Internet]. Unknown: United State Food and Drug Administration. 
  • IBM Watson Health. Mifepristone (oral route) [Internet]. 2021 May 01. 
  • Unknown. Mifepristone (Mifepristone Linepharma) followed by misoprostol (GyMiso) for terminating early pregnancy [Internet]. NPS Medicinewise. 2015 Feb 16.
Bagikan artikel ini