Clomipramine

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 03 Jun 2021

Bagikan

Clomipramine

Nama Dagang: Anafranil


Clomipramine adalah antidepresan trisiklik yang digunakan untuk mengobati gejala gangguan obsesif-kompulsif (obsessive compulsive disorder/ OCD), seperti pikiran atau perasaan yang berlebihan terhadap suatu hal atau benda dan tindakan berulang. 


Golongan : Antidepresan trisiklik

Kategori : Obat Resep

Manfaat : Mengurasi gejala depresi

Bentuk : Tablet

Dikonsumsi oleh : Dewasa


Gunakan obat ini sesuai resep dan beri tahu dokter Anda jika gejala Anda tidak membaik setelah 4 minggu pengobatan. Jangan berhenti menggunakan clomipramine secara tiba-tiba, atau Anda dapat mengalami gejala yang tidak menyenangkan. 


Tanyakan kepada dokter Anda bagaimana cara berhenti menggunakan obat ini dengan aman. Simpan obat pada suhu kamar. Jaga agar botol tetap tertutup rapat saat tidak digunakan.

Kolum detail: antidepresan, gangguan obsesif kompulsif, OCD, kekurangan natrium, penglihatan kabur, kebingungan, sakit buang air kecil, kejang, pusing, gemetar, berkeringat, nafsu makan, gairah seks 


Efek samping Clomipramine

Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, ruam kulit, demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, memar yang tidak biasa, dan menguningnya kulit atau mata Anda.


Laporkan gejala yang memburuk setelah mengonsumsi obat ini kepada dokter Anda, seperti: perubahan mood/ suasana hati perubahan perilaku, kecemasan, serangan panik, sulit tidur, mudah tersinggung, gelisah, bermusuhan, agresif, gelisah, hiperaktif (mental atau fisik), lebih depresi, berpikir untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.


Beberapa efek samping lain yang dapat dialami adalah:

  1. Hiponatremia atau tingkat natrium rendah. Anda akan mengalami sakit kepala, kebingungan, bicara cadel, kelemahan parah, muntah, kehilangan koordinasi, merasa tidak stabil

  2. Penglihatan kabur, penglihatan terowongan, sakit mata atau bengkak, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu

  3. Kebingungan, ketakutan ekstrim, pikiran untuk menyakiti diri sendiri

  4. Sakit atau terbakar saat buang air kecil

  5. Kejang

  6. Merasa pusing, mengantuk, lelah, atau gugup

  7. Tremor, gerakan otot yang menyentak

  8. Berkeringat

  9. Perubahan nafsu makan atau berat badan

  10. Penurunan gairah seks, impotensi, atau kesulitan mengalami orgasme.


Jika Anda mengonsumsi clomipramine melebih dosis yang diresepkan dosis, Anda akan mengalami gejala overdosis. Gejalanya antara lain detak jantung tidak teratur, perasaan gelisah atau gelisah, kebingungan, berkeringat parah, gerakan otot yang lambat atau tersentak-sentak, kantuk yang ekstrem, pernapasan lambat, perasaan akan pingsan, kejang, atau koma.


Petunjuk sebelum menggunakan

Obat ini hanya dapat diberikan pada orang dewasa dan anak-anak di atas usia 10 tahun. Anda sebaiknya tidak menggunakan clomipramine jika Anda baru saja mengalami serangan jantung. 


Jangan gunakan obat ini jika Anda telah menggunakan penghambat MAO dalam 14 hari terakhir, seperti isocarboxazid dan linezolid. Beritahukan kepada dokter jika Anda alergi terhadap antidepresan lain seperti amitriptilin.


Beritahu juga jika Anda menggunakan antidepresan golongan SSRI dalam 5 minggu terakhir, seperti fluoxetin dan sertralin. Pastikan dokter Anda juga mengetahui apakah Anda juga mengonsumsi obat stimulan, obat opioid, produk herbal, atau obat depresi.


Obat-obatan ini dapat berinteraksi dengan clomipramine dan menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom serotonin, seperti: agitasi, halusinasi, demam, berkeringat, menggigil, detak jantung cepat, otot kaku, kedutan, kehilangan koordinasi, mual, muntah, atau diare.


Berhati-hatilah apabila Anda pernah memiliki penyakit liver, penyakit ginjal, gangguan bipolar (manik-depresi), skizofrenia atau penyakit mental lainnya, alkoholisme, kejang atau cedera kepala, penyakit jantung, tekanan darah rendah, glaukoma sudut sempit, tumor tiroid atau kelenjar adrenal yang terlalu aktif (feokromositoma atau neuroblastoma), penyakit Parkinson, migrain, infeksi serius, mual, muntah dan masalah buang air kecil. 


Katakan kepada dokter Anda jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Minum obat ini selama trimester akhir kehamilan dapat menyebabkan gejala (withdrawal symptoms) pada bayi baru lahir. Anda sebaiknya tidak menyusui saat menggunakan clomipramine.


Baca Juga: Mencegah Terjadinya Depresi Berulang


Referensi :

  1. WebMD. Clomipramine HCl. [cited December 03, 2020]. Available from: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1305/clomipramine-oral/details 

  2. Mayo Clinic. Clomipramine (oral route). [cited December 03, 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clomipramine-oral-route/description/drg-20072005 

  3. Drugs.com. Clomipramine. [cited December 03, 2020]. Available from: https://www.drugs.com/mtm/clomipramine.html

Bagikan artikel ini