Perkembangan Teknologi Kesehatan Genomik di Indonesia

Ditinjau oleh • 25 Apr 2024

Bagikan

Perkembangan Teknologi Kesehatan Genomik di Indonesia

Pandemi COVID-19 telah mengajarkan kita tentang pentingnya teknologi dalam mengatasi krisis kesehatan global. Salah satu bidang yang mendapat sorotan khusus adalah teknologi genomik. Di Indonesia, pandemi ini tidak hanya menggarisbawahi relevansi teknologi genomik untuk kesehatan manusia tetapi juga potensinya dalam transformasi sektor pertanian dan peternakan.

 

Teknologi ini mengkolaborasikan antara ilmu biologi dan teknologi informasi yang telah mengalami beberapa kemajuan dan percepatan yang signifikan, membuka jalan bagi inovasi dan aplikasi baru yang belum pernah ada sebelumnya.

 

Konferensi Asosiasi Genomik Indonesia (AGI), yang diadakan pertama kali di Jakarta, menyoroti pentingnya genetika berkelanjutan dan mengundang para ahli dari berbagai bidang untuk membahas kemajuan dan tantangan dalam teknologi genomik. AGI, yang didirikan dengan tujuan memajukan penelitian dan aplikasi genomik di Indonesia, menjadi wadah bagi para peneliti, pembuat kebijakan, dan perwakilan industri untuk berkolaborasi dalam memajukan teknologi ini untuk kesehatan dan ketahanan pangan di Indonesia.

Sejarah dan Perkembangan Teknologi Genomik di Indonesia

Sejarah teknologi genomik di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari evolusi global dalam bidang genetika dan bioteknologi. Dari penemuan struktur DNA hingga pengembangan teknik pengurutan genom modern, perkembangan global telah membentuk landasan bagi kemajuan di Indonesia. Namun, upaya konkret dalam negeri untuk mengadopsi dan mengembangkan teknologi genomik dimulai lebih intensif pada tahun 2000-an, bertepatan dengan peningkatan kesadaran global tentang potensi besar genomik dalam kesehatan dan pertanian.

 

Langkah awal yang signifikan terjadi ketika Indonesia mulai berpartisipasi dalam proyek-proyek kolaborasi internasional, yang bertujuan untuk memahami keanekaragaman genetik manusia dan aplikasinya dalam bidang kesehatan. Inisiatif seperti proyek Human Genome Project (HGP) tidak hanya memperluas pemahaman kita tentang genom manusia tetapi juga memicu minat di Indonesia untuk mengembangkan kapasitas riset genomik sendiri.

 

Selain itu, dilansir dari jawapos.com inisiatif penting dalam perkembangan ini adalah pembentukan ekosistem Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI), yang bertujuan mengintegrasikan riset dan inovasi genomik di Indonesia‚Äč.

 

Konferensi pertama Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) di Jakarta, digelar dengan tema "Sustainable genetics for health and food in Indonesia: Innovation and challenges," menyoroti pentingnya kolaborasi interdisipliner dalam menghadapi tantangan dan memajukan teknologi genomik di negara ini. AGI, yang didirikan pada Agustus 2022, berusaha mendorong penelitian baru dan pertukaran pengetahuan antar peneliti, pembuat kebijakan, dan industri‚Äč dikutip dari mediaindonesia.com.

Tantangan dan Harapan

Meski manfaatnya besar, teknologi genomik di Indonesia menghadapi tantangan, termasuk kebutuhan akan regulasi yang memadai dan akses yang adil terhadap teknologi ini. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi genomik di Indonesia.

 

Kedepannya, dengan terus berfokus pada edukasi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi teknologi genomik. Ini tidak hanya dalam konteks kesehatan tetapi juga dalam bidang pertanian dan peternakan, di mana genomik dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan produktivitas

Kesimpulan

Perkembangan teknologi kesehatan genomik di Indonesia menjanjikan terobosan dalam penanganan kesehatan dan ketahanan pangan. Dengan dukungan pemerintah, kerjasama antar sektor, dan terus berkembangnya riset, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi teknologi genomik. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi, regulasi yang mendukung, dan komitmen untuk edukasi masyarakat tentang manfaat dan aplikasi teknologi ini.

Bagikan artikel ini