Penyakit katup jantung

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 04 Jun 2021

Bagikan

Penyakit katup jantung

Katup jantung berfungsi sebagai sekat antar bilik di dalam jantung sehingga darah dapat mengalir dari atrium dan ventrikel serta tidak tercampur antara darah yang kaya oksigen dan miskin oksigen.


Kelainan pada katup jantung dapat terjadi pada anak maupun pada dewasa. Penyakit katup jantung dapat berupa:

  • Regurgitasi: katup jantung tidak menutup dengan sempurna sehingga menyebabkan darah kembali masuk ke dalam serambi jantung

  • Stenosis: katup jantung menyempit sehingga tidak semua darah bisa masuk ke dalam bilik jantung dan dipompakan ke seluruh tubuh

  • Atresia:katup jantung tidak terbentuk dengan sempurna


Seiring dengan kemajuan teknologi, penyakit katup jantung dapat ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan gejala. Penyakit katup jantung yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung hingga kematian.

Faktor risiko 


Faktor risiko terjadinya penyakit katup jantung antara lain ialah:

  • Usia tua

  • Riwayat infeksi jantung seperti demam rematik, endokarditis

  • Riwayat serangan jantung

  • Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes

  • Kelainan jantung bawaan


Tanda dan gejala


Pada awal perjalanan penyakitnya pasien dengan penyakit katup jantung dapat tidak mengeluhkan gejala apapun sama sekali. Seiring dengan memburuknya penyakit maka pasien dapat mengeluhkan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri dada

  • Sesak napas

  • Mudah lelah

  • Kaki dan perut membengkak

  • Pusing

  • Dada berdebar-debar

  • Pingsan

  • Suara jantung tidak normal


Untuk dapat mendiagnosa penyakit katup jantung maka dokter akan menanyakan seputar gejala yang anda alami, lama waktu gejala tersebut, dan faktor-faktor yang memperberat gejala tersebut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah terdapat kelainan suara jantung dan tanda-tanda komplikasi yang mungkin terjadi.


Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk memastikan kelainan katup jantung yang anda alami. Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan adalah rontgen dada untuk mengetahui apakah terdapat pembengkakan jantung, MRI jantung untuk mengetahui ukuran dan fungsi bilik jantung, dan tes berjalan dengan treadmill untuk mengetahui kemampuan anda dalam melakukan aktivitas fisik.


Komplikasi dan tatalaksana


Pasien dengan penyakit katup jantung berisiko mengalami berbagai komplikasi seperti gagal jantung, stroke, gangguan irama jantung hingga kematian. Tatalaksana penyakit kelainan katup jantung tergantung dari derajat keparahan penyakit yang anda alami. Untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul maka dokter akan memberikan obat-obat sesuai gejala yang anda alami.


Terapi definitif penyakit katup jantung yang berat adalah dengan melakukan operasi. Selain itu anda juga akan diminta untuk menjalankan pola hidup sehat guna menghindari komplikasi yang dapat terjadi. Adapun pola hidup sehat yang disarankan antara lain ialah konsumi makanan rendah lemak, mempertahankan berat badan ideal, olahraga secara teratur, menghindari stress, dan berhenti merokok.


Referensi:


1. WebMD. Heart valve disease. Diunduh dari https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-valve-disease#1 diakses tanggal 3 Desember 2020

2. Mayo Clinic. Heart valve disease. Diunduh dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-valve-disease/symptoms-causes/syc-20353727 diakses tanggal 3 Desember 2020

3. AHA. Symptoms of heart valve disease. Diunduh dari https://www.heart.org/en/health-topics/heart-valve-problems-and-disease/heart-valve-disease-risks-signs-and-symptoms/symptoms-of-heart-valve-problems diakses tanggal 3 Desember 2020

Tag :
Bagikan artikel ini