Bantuan
Free Tele x

Obesitas Dapat Menyebabkan Impotensi pada Pria

Ditinjau oleh dr. Juliana Ng • 17 Jul 2022

Bagikan

Obesitas Dapat Menyebabkan Impotensi pada Pria

Apakah Anda tahu kegemukan atau obesitas dapat menyebabkan impotensi pada pria? Salah satu komplikasi dari obesitas adalah disfungsi ereksi atau impotensi. Mari kenali definisinya satu per satu.

 

Pengertian Obesitas

Obesitas dapat didefinisikan sebagai kondisi penumpukan lemak pada jaringan adiposa secara berlebihan yang dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan. Salah satu indikator ilmiah yang dapat menunjukan gejala obesitas pada seseorang adalah nilai indeks massa tubuh (IMT) yang bernilai lebih dari 30 (IMT > 30 kg/m²). Obesitas sendiri menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset kesehatan dasar di tahun 2010, sebanyak 21,90% penduduk Indonesia dengan usia 18 tahun keatas mengalami obesitas.

Obesitas sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola makan, jenis dan porsi makan, pola hidup, dan tingkat aktivitas pada masing – masing individu. Faktor penyebab ini apabila tidak dikendalikan, maka dapat berujung pada gangguan kesehatan yang diderita oleh penderita obesitas. 

Komplikasi obesitas berupa hipertensi, stroke, diabetes, hingga disfungsi seksual pada pria. Disfungsi seksual pada pria ini dapat dijabarkan menjadi beberapa kasus seperti gangguan gairah seks, kemampuan menjaga ereksi (impotensi), ataupun ejakulasi dini.

Baca juga: Obesitas dan diabetes Berpengaruh pada keparahan COVID-19

 

Pengertian Impotensi

Impotensi merupakan sebuah kondisi dimana penis tidak mampu untuk bereaksi ataupun tidak mampu mempertahankan kondisi ereksi meskipun penis mendapatkan rangsangan seksual. Meskipun gangguan kesehatan ini tidak berbahaya, namun gangguan ini dapat berdampak pada hubungan seksual yang dilakukan, bagi pasangan, maupun bagi individu itu sendiri. Faktor penyebab dari terjadinya impotensi sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa faktor, seperti faktor genetik, hormonal, ataupun penyakit penyebabnya.

 

Impotensi Disebabkan Oleh Obesitas

Salah satu penyebab dari terjadinya gejala impotensi yang dialami oleh pria adalah obesitas. Sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa menyatakan bahwa pria dengan lingkar pinggang lebih dari 102 cm dan nilai IMT diatas 30 memiliki resiko lebih besar terhadap terjadinya impotensi. Secara medis, stimulus utama obesitas sebagai penyebab impotensi adalah rendahnya kadar hormon testosteron total, testosteron bebas, dan sex hormone binding globulin (SHBG). 

Penurunan kadar hormon tersebut terjadi sebagai efek peningkatan kadar hormon estrogen yang dihasilkan dari aromatisasi androgen pada jaringan adiposa penderita obesitas. 

Fenomena tersebut berujung pada terjadinya penekanan pada jalur hipotalamus hipofisis yang mengakibatkan adanya umpan balik negatif terhadap produksi hormon testosteron yang merupakan hormon seksual pada manusia. 

Impotensi pada penderita obesitas juga disebabkan oleh kerusakan pada endotelium (salah satu pembuluh darah) yang berfungsi untuk menghasilkan oksida nitrat. Oksida nitrat tersebut berperan dalam proses ereksi pada pria.

Baca juga: Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini untuk Mencegah Obesitas

 

Pencegahan Impotensi Akibat dari Obesitas

1. Penurunan Berat Badan

Sebagai upaya pencegahan terjadinya impotensi pada penderita obesitas, tentunya dapat dilakukan dengan menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Center of Obesity di Italia, mengatakan bahwa 1 dari 3 orang penderita obesitas yang melakukan penurunan berat badan dapat memperbaiki gejala impotensi.

2. Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Selain itu ada beberapa hal yang dapat diperhatikan sebagai upaya pencegahan impotensi adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan seperti sayuran dan buah-buahan, serta berbagai jenis kacang-kacangan merupakan makanan yang baik untuk dikonsumsi. Bila terdapat jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi, tentunya juga terdapat jenis makanan yang harus dihindari. Daging merah merupakan jenis makanan yang harus dihindari dimana konsumsi daging merah dapat diganti dengan menggunakan ikan.

3. Memperbaiki Pola Hidup

Terdapat kecenderungan pola hidup tidak sehat sebagai salah satu penyebab terjadinya obesitas yang berimbas pada terjadinya impotensi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memperbaiki pola hidup sehat adalah aktif secara fisik. Hal ini dapat diartikan sebagai memperbanyak aktivitas seperti olahraga. Olahraga yang dilakukan pun disarankan adalah olahraga yang membutuhkan tenaga berlebih. Hal yang dapat dilakukan adalah seperti menaiki tangga, berjalan kaki, ataupun jogging.

Demikian penjelasan mengenai impotensi yang dapat disebabkan oleh obesitas. Dengan menurunkan berat badan maka Anda dapat menurunkan risiko impotensi. Bila Anda memiliki pertanyaan, berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Baca juga: Olahraga yang Cocok untuk Penderita Obesitas

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Referensi

Hammoud AO, Gibson M, Peterson M C, Hamilton DB, Careell TD. Minireview Obesity and Male Reproductive Potential. Jandrol. Utah. 2006;27(5):619-625.

Depkes RI. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia-Tahun 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI. 2011

WHO media centre. Obesity and Overweight. 2012.

http://www.who.int/ mediacentre/factsheets/fs311/en/

Bagikan artikel ini