Mata Juling

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 04 Jun 2021

Bagikan

Mata Juling

Mata juling sering disebut sebagai strabismus dalam dunia kedokteran. Normalnya, otot-otot yang menggerakkan bola mata akan menyebabkan mata bergerak pada arah yang sama. Kelainan pada otot-otot ini menyebabkan mata juling. Mata juling dapat mudah dikenali dengan posisi kedua bola mata yang tidak sama, misalnya satu mata kanan lurus ke depan dan mata kiri menyimpang ke kiri atau ke kanan.


Kondisi mata juling dapat terjadi pada berbagai usia dan tidak memandang jenis kelamin. Penderita mata juling kebanyakan merasa tidak nyaman untuk dipandang, merasa dirinya jelek, atau bahkan ada gangguan dalam melihat.


Jika mata juling dibiarkan terus menerus, maka ada beberapa hal yang bisa terjadi dan harus diwaspadai

  1. Mata malas

Karena salah satu mata tidak fokus maka fungsi penglihatan mata tersebut akan berkurang dan diambil alih oleh mata yang normal. Sehingga akan timbul kondisi yang disebut ambliopia atau mata malas.

  1. Penglihatan menjadi jelek

Karena ketidaksinkronan antara mata kanan dan kiri maka penglihatan pun menjadi jelek

  1. Berubahnya posisi kepala

Kepala akan cenderung berpaling atau miring mengikuti arah mata

 

Tanda dan gejala


Tanda dan gejala yang paling mudah untuk dikenali adalah kedua mata tidak melihat ke arah yang sama pada saat yang sama. Selain itu gejala mata juling yang lain adalah mata tidak bergerak bersamaan, menutup salah satu mata saat ada cahaya yang terang, menoleh atau mengubah posisi kepala untuk melihat benda serta menabrak benda. Mata yang agak juling wajar terlihat pada bayi baru lahir.


Namun, semestinya mata tidak lagi juling sekitar usia 3 – 4 bulan. Sehingga jika setelah usia 4 bulan, bayi terlihat juling, segeralah pergi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Diagnosis


Mata juling dapat dilihat secara manual tanpa pemeriksaan yang butuh alat tertentu. Biasanya jika memang seseorang terdiagnosis sebagai mata juling, dokter akan memeriksa komplikasi mata juling, yaitu ambliopia dan tajam penglihatan.

 

Selain itu kondisi mata juling dapat dikaitkan dengan kondisi-kondisi medis, misalnya:

  • Palsi serebral

  • Sindrom Down

  • Hidrosefalus

  • Tumor otak

  • Stroke

  • Penyakit Grave’s

  • Kelainan otak dan trauma kepala

 

Pengobatan


Jika mata juling telah berlangsung lama, maka biasanya telah terjadi mata malas. Jika kondisi mata malas ini telah terjadi, maka satu mata (yang sehat) harus ditutup dengan penutup mata (eye patch) agar membiasakan mata yang malas melihat seperti biasa. Jika mata malas belum ada, mata juling dapat dioperasi. Operasi akan dilakukan pada otot-otot bola mata.


Mata juling yang telah dioperasi diharapkan dapat mengembalikan fungsi penglihatan yang optimal, walaupun biasanya penderita tetap membutuhkan kacamata. Selain itu, mata juling biasanya disertai gangguan penglihatan lain misalnya rabun jauh dan rabun dekat. Dalam hal ini penderita kondisi tersebut dapat diterapi dengan pemasangan kacamata sesuai dengan jenis rabunnya.

 

Referensi :


  • Strabismus – Heteropia. Stanford Health Care. [diakses 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/eyes-and-vision/strabismus.html
  • Hobbs BN. Four ocular abnormalities not to overlook in children. [diakses 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.medscape.com/viewarticle/907446_3
  • Strabismus (crossed eyes). Cleveland clinic. [diakses 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15065-strabismus-crossed-eyes
Bagikan artikel ini