Eritromisin

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 04 Aug 2021

Bagikan

Eritromisin

Eritromisin adalah obat antibiotik golongan makrolida. Eritromisin bekerja melalui mekanisme menghambat pertumbuhan bakteri atau bakterisidal, terutama pada konsentrasi tinggi untuk kuman-kuman yang sensitif terhadap eritromisin. Aktivitas dapat ditingkatkan dalam kondisi pH basa. Resistensi atau kekebalan terhadap eritromisin dapat tumpang tindih dengan resistensi terhadap antibiotik lainnya dalam golongan makrolida. Eritromisin digunakan untuk penyakit-penyakit seperti difteri, infeksi kulit, infeksi klamidia, infeksi saluran napas, sifilis, serta pada pasien dengan alergi penisilin.


Peringatan

Penggunaan harus diwaspadai apabila terdapat gangguan fungsi hati, ginjal, jantung, serta pada kondisi kehamilan dan menyusui karena dampaknya belum diketahui dan ditemukan dalam jumlah kecil di dalam air susu ibu. Perlu diwaspadai juga apabila pasien memiliki alergi terhadap eritromisin dan antibiotik golongan makrolida lainnya (misalnya azitromisin dan klaritromisin) atau apabila ada alergi terhadap obat-obatan lainnya. Obat paling baik dikonsumsi sebelum makan karena penyerapan obat baik dalam keadaan lambung kosong. Apabila pasien mengeluhkan mual, maka obat dapat dikonsumsi bersama dengan makanan atau susu. Dianjurkan untuk mengkonsumsi eritromisin pada jam atau waktu yang sama setiap hari. Penggunaan eritromisin juga dapat menurunkan efektivitas vaksin bakteri hidup. 


Interaksi

Ketika dikombinasikan dengan astemizol dan terfenadine pada kondisi gangguan irama jantung, perlu dilakukan pengawasan karena dapat terjadi interaksi obat. Penggunaan bersamaan dengan cisapride, digoksin, antijamur jenis azole (contohnya itrakonazol dan ketokonazol), obat anti kejang (contohnya karbamazepin dan fenitoin) dan beberapa jenis penghambat kanal kalsium (contohnya verapamil dan diltiazem) juga perlu diperhatikan.

          

Efek samping

Secara umum, penggunaan eritromisin menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, ruam, adanya gangguan pendengaran yang dapat kembali normal apabila eritromisin diberikan dalam dosis besar, ikterus kolestatik, serta gangguan pada jantung karena aritmia dan nyeri dada. Apabila ditemukan gejala-gejala dari efek samping yang telah disebutkan, segera hubungi dokter.


Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar informasi kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.


Referensi:


  1. Eritromisin [Internet]. Pusat Informasi Obat Nasional: [cited 2020 Nov 27]. 

  2. Erythromycin [Internet]. WebMD: [cited 2020 Nov 27].  

  3. Erythromycin [Internet]. DrugBank: [cited 2020 Nov 27]. 

Deck DH, Winston LG. Tetracyclines, macrolides, clindamycin, chloramphenicol, streptogramins, & oxazolidinones. In: Katzung BG, Trevor AJ, editors. Basic & clinical pharmacology. 13th edition. New York: McGraw Hill Education; 2015. p.788-98

Bagikan artikel ini