Doksepin

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 01 Jul 2021

Bagikan

Doksepin

Doksepin adalah contoh obat golongan antidepresan kelompok trisiklik.  Sesuai nama golongannya, salah satu manfaat obat ini adalah sebagai obat untuk tata laksana atau pengobatan gangguan depresi. Obat ini tidak bisa sembarangan dibeli di apotek. Hanya dokter yang mampu meresepkannya, disesuaikan dengan keluhan pasien.


Secara umum, obat ini tersedia dalam bentuk tablet ataupun kapsul minum. Setelah dikonsumsi, obat ini bekerja langsung di area otak yang mengatur perasaan. Doksepin mampu menghambat proses penyerapan zat-zat di otak yang cenderung menimbulkan perasaan depresif (seperti serotonin dan norepinefrin). Selain itu, doksepin juga dapat memicu timbul rasa kantuk, sehingga obat ini juga digunakan pada pasien dengan gangguan tidur (insomnia).


Sekarang, doksepin juga tersedia dalam bentuk krim untuk oles kulit. Krim doksepin biasa dipakai untuk mengurangi rasa gatal pada area kulit tertentu. Krim doksepin sebaiknya dioles secara tipis dan waktu antar pemakaiannya diberi jarak minimal 3-4 jam.  Doksepin krim tidak dapat digunakan bila area kulit yang terasa gatal terlalu luas (lebih dari sepersepuluh luas tubuh keseluruhan). 


Efek Samping

Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari konsumsi doksepin antara lain:

  • Rasa kantuk, lemas, hingga penurunan kesadaran

  • Sulit buang air besar

  • Mulut terasa kering

  • Sakit kepala

  • Timbul perasaan ingin mengakhiri hidup

  • Terlalu bersemangat atau hiperaktif 

  • Berkeringat hebat

  • Pandangan buram

  • Tidak bisa berkemih

  • Tulang rapuh

  • Penurunan tekanan darah 

  • Gangguan irama jantung

  • Gangguan ingatan

  • Mual dan muntah

  • Telinga berdenging 


Peringatan

Doksepin dapat digunakan pada orang dewasa hingga lanjut usia, asalkan pengaturan dosis dilakukan dengan benar. Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk anak dibawah 12 tahun. Pemberian tablet atau kapsul makan doksepin pada ibu hamil dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu yang memang sangat memerlukan pengobatan ini atau sebisa mungkin tidak digunakan. Pemberiannya dalam bentuk krim oles kulit dianggap aman bagi ibu hamil.


Seperti yang telah disebutkan, Doksepin dapat memicu rasa kantuk. Oleh sebab itu, konsumsi doksepin sebelum menyetir atau mengoperasikan alat mekanik sebaiknya dihindari. Selain itu, terdapat beberapa kondisi dimana doksepin tidak boleh diberikan. Kondisi tersebut adalah:


  • Berada dalam kondisi hiperaktif atau senang yang berlebihan hingga tidak dapat tidur berhari-hari (fase manik)

  • Mengalami glaukoma sudut tertutup (kondisi akut dimana aliran cairan mata terhambat karena ada struktur mata yang menghambat lubang saluran keluar di mata)

  • Kecenderungan tidak bisa berkemih

  • Gangguan liver yang berat

  • Ibu menyusui

  • Sedang menggunakan obat antidepresi golongan Monoamine Oksidase Inhibitor (seperti isokarboksazid, phenelzin dan selegilin)


Pasien yang mengkonsumsi doksepin perlu menjalani beberapa pemantauan ketat, yaitu pemantauan tanda vital dan status kejiwaan. Hati-hati bila mulai ditemui kecenderungan untuk bunuh diri, perilaku yang aneh, atau perburukan kondisi secara umum.


REFERENSI

  1. https://reference.medscape.com/drug/silenor-doxepin-342940#6 

  2. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/doxepin?mtype=generic

Bagikan artikel ini