Bantuan
Free Tele x

Kanker Payudara

Ditinjau oleh dr. Juliana Ng • 22 Sep 2022

Bagikan

Kanker Payudara: Penyebab, Gejala, Pengobatan & Pencegahan

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel payudara yang tidak terkendali. Kanker terjadi akibat dari mutasi atau perubahan abnormal pada gen yang bertanggung jawab untuk mengatur pertumbuhan sel dan menjaganya tetap sehat. 

 

Sel yang memiliki gen yang bermutasi memperbanyak diri secara tidak terkendali dan menghasilkan sel yang rusak. Sel rusak yang bertambah banyak akan membentuk tumor. Tumor bisa menjadi jinak maupun ganas, perbedaan terletak pada bentuk sel-selnya. Bentuk sel tumor jinak serupa dengan sel normal tubuh dan tidak menyerang jaringan sekitarnya atau pun menyebar ke bagian lain. Di sisi lain, tumor ganas memiliki penampilan yang tidak sama dengan sel normal, dan dapat menyebar ke organ lain yang juga jauh.

 

Baca juga: Apakah Bisa Tumor Jinak Menjadi Kanker, ini Penjelasannya

 

Seiring berjalannya waktu, sel kanker dapat menyerang jaringan payudara sehat di dekatnya dan masuk ke kelenjar getah bening ketiak. Ketika sel kanker masuk ke kelenjar getah bening, mereka memiliki akses ke bagian lain dari tubuh.

 

Stadium kanker payudara mengacu pada seberapa jauh sel kanker telah menyebar di luar tumor aslinya. Kanker payudara selalu disebabkan oleh kelainan genetik. Namun, hanya 5-10% kanker yang disebabkan oleh kelainan yang diturunkan dari ibu atau ayah Anda. Sebaliknya, 85-90% kanker payudara disebabkan oleh kelainan genetik yang terjadi sebagai akibat dari proses penuaan dan kehidupan secara umum. Anda dapat mengurangi risiko kanker dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti makan makanan yang seimbang, menjaga berat badan yang sehat, tidak merokok, membatasi alkohol, dan berolahraga secara teratur. Meskipun pola hidup sehat ini mungkin meminimalisir risiko Anda terkena kanker payudara, tetapi tetap tidak dapat menghilangkan secara penuh risikonya. 




Faktor risiko 

  1. Wanita

Terlahir sebagai seorang perempuan saja sudah memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya kanker payudara. Kasus kanker payudara pada pria hanya kurang dari 1% kasus kanker payudara.

 

  1. Usia

Seperti penyakit lain, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar dua dari tiga kanker payudara invasif ditemukan pada wanita berusia 55 tahun atau lebih.

  1. Riwayat kanker payudara dalam keluarga

Wanita dengan keluarga dekat yang menderita kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Jika Anda memiliki satu saudara perempuan (kakak, adik, ibu, anak perempuan) yang didiagnosis menderita kanker payudara, risiko Anda berlipat ganda.

  1. Jenis kanker payudara

Kanker payudara dibedakan menjadi invasif dan non-invasif. Kanker payudara invasif berarti sel kanker sudah menyebar ke jaringan sekitar. Apabila sel kanker masih terlokalisir di area payudara, maka disebut dengan non-invasif. Kanker payudara non-invasif juga dikenal sebagai pra kanker, artinya jika dibiarkan memiliki potensi untuk menjadi invasif (menyebar).

  1. Memiliki berat badan berlebih

Wanita yang lebih tua dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada mereka yang memiliki berat badan ideal.

  1. Mengonsumsi alkohol

Studi menunjukkan bahwa risiko seorang wanita untuk terbentuk kanker payudara meningkat dengan semakin banyak alkohol yang ia minum.

  1. Menstruasi pertama kurang dari usia 12 tahun

Perempuan yang haid pertama kurang dari usia 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang sedikit lebih tinggi. Peningkatan risiko mungkin karena paparan yang lebih lama terhadap hormon estrogen dan progesteron selama hidupnya.

  1. Menopause lebih dari usia 55 tahun

Sama dengan kasus di atas, menopause atau berhentinya menstruasi pada wanita lebih dari usia 55 tahun meningkatkan sedikit risiko karena terpapar hormon estrogen dan progesteron lebih lama.

  1. Riwayat radiasi pada daerah dada

Perempuan yang memiliki riwayat kanker seperti limfoma yang mendapatkan terapi radiasi pada daerah dada memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan kanker payudara. Semakin muda ia terpapar radiasi, semakin tinggi pula risikonya. Hal ini disebabkan karena jaringan payudara masih berkembang pada saat ia masih muda.

  1. Menggunakan hormon (hormone replacement therapy)

Beberapa bentuk terapi penggantian hormon ( mengandung estrogen dan progesteron) yang dilakukan selama menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara jika digunakan selama lebih dari lima tahun. Kontrasepsi oral tertentu (pil KB) juga ditemukan meningkatkan risiko kanker payudara.

 

Gejala Kanker Payudara

Gejala muncul saat terjadi perubahan yang tidak biasa, seperti:

  • Benjolan pada payudara atau ketiak

  • Pembengkakan seluruh atau sebagian payudara

  • Iritasi kulit atau lesung (tarikan ke arah dalam)

  • Nyeri payudara

  • Nyeri puting atau puting tertarik ke dalam

  • Kulit payudara berwarna kemerahan, bersisik, atau terjadi penebalan pada puting atau kulit payudara

  • Keluarnya cairan dari puting selain ASI

  • Benjolan di area ketiak

 

Meskipun demikian, perubahan atau gejala di atas juga bisa menjadi tanda kondisi yang kurang serius, seperti terjadinya infeksi atau kista pada payudara. Gejala kanker payudara sangat bervariasi, dan terdapat banyak kanker payudara yang tidak memiliki gejala yang jelas sama sekali. Dalam beberapa kasus, benjolan mungkin terlalu kecil untuk Anda rasakan, dan hanya tampak saat dilakukan mammogram. 

Dalam kasus lain, tanda pertama kanker payudara adalah benjolan atau massa baru di payudara yang dapat Anda atau dokter rasakan. Benjolan yang tidak nyeri, keras, dan tepinya tidak rata lebih mungkin untuk menjadi kanker. Namun, terkadang kanker bisa lunak, dan bulat. Semakin dini kanker payudara ditemukan dan didiagnosis, semakin baik peluang Anda untuk berhasil dalam pengobatan.

 

Stadium Kanker Payudara

Stadium ditentukan oleh dokter berdasarkan TNM Staging yang menentukan ukuran tumor (T), apakah sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar payudara (N), serta apakah sudah menyebar ke organ yang jauh (M). Ukuran tumor tidak cukup untuk menentukan stadium, maka dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan stadium Anda.

 

Screening dan diagnosis kanker payudara

Skrining adalah mencari tanda-tanda penyakit, seperti kanker payudara, sebelum seseorang memiliki gejala. Tujuan dari tes skrining adalah untuk menemukan kanker pada tahap awal ketika dapat diobati dan dapat disembuhkan. Terkadang pada saat skrining, dokter dapat menemukan kanker yang sangat kecil atau pertumbuhannya sangat lambat. 

 

Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan adalah cara terbaik untuk melihat setiap perubahan pada payudara Anda. Dan penting untuk memeriksakan perubahan payudara ke dokter sesegera mungkin. Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun atau memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara, Anda juga harus menjalani mammogram tahunan dan pemeriksaan fisik.

 

Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dilakukan oleh dokter untuk memastikan adanya benjolan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat berupa:

  1. Mammogram

  2. Ultrasonografi (USG)

  3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

  4. Biopsi

 

Pengobatan Kanker Payudara

Langkah pengobatan yang dokter sarankan bergantung pada stadium kanker payudara saat terdiagnosis. Secara garis besar, pengobatan dapat dibagikan berdasarkan:

  • Pembedahan: Baik pembedahan tumor dan jaringan sekitarnya (lumpektomi), hingga pengangkatan payudara total (mastektomi)

  • Kemoterapi: Pemberian obat antikanker melalui infus atau oral

  • Radioterapi: Sorotan radiasi dari mesin ke area payudara

  • Terapi hormon: Pemberian hormon anti-estrogen untuk mencegah pertumbuhan sel kanker yang sensitif terhadap estrogen.

  • Terapi target: Terapi spesifik pada target sel kanker untuk menghambat pertumbuhannya.



Pencegahan Kanker Payudara

Berdasarkan faktor risiko yang telah disebutkan di atas, maka pencegahan dapat Anda lakukan dengan cara mengendalikan faktor risiko yang dapat dikontrol. 

  1. Menjaga berat badan ideal

  2. Beraktivitas fisik

  3. Membatasi atau menghindari alkohol

  4. Menyusui setelah melahirkan

  5. Mengandung anak pertama tidak lebih dari usia 35 tahun

  6. Mengganti terapi hormon dengan metode KB lainnya

 

Beberapa cara pencegahan di atas mungkin agak sulit dilakukan beberapa wanita, namun tiga hal yang pasti dapat dilakukan semua wanita ialah menjaga berat badan ideal, beraktivitas fisik dan menghindari alkohol.

 

Setelah mengetahui faktor risiko dan cara pencegahannya, maka saatnya Anda memelihara kesehatan payudara Anda.

 

Demikian informasi mengenai kanker payudara yang dapat tim aido sampaikan, semoga bermanfaat.

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Apakah Tumor Jinak Bisa Menjadi Kanker?

Tag :
Referensi

  1. CDC. Breast Cancer. Diakses pada 2022.

  2. Breastcancer.org. Signs and symptoms. Diakses pada 2022.

  3. Mayoclinic. Breast cancer. Diakses pada 2022.

  4. Jordan Breast Cancer Program. Risk Factors and Prevention. Diakses pada 2022.

  5. National Cancer Institute. Breast cancer. Diakses pada 2022.

  6. American Cancer Society. Breast Cancer. Diakses pada 2022.

  7. Kemenkes RI. 2017. Media Briefing Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS. Diakses pada 2022.

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami