Obat

Naphazoline

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 28 Apr 2022

Bagikan

Naphazoline

Nama Dagang: Naphcon

 

Nafazolin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi mata merah, bengkak, gatal, atau berair akibat alergi maupun iritasi. Obat ini tersedia dalam bentuk tetes mata. Selain itu, terdapat pula nafazolin yang berbentuk semprotan. Nafazolin dalam bentuk tersebut digunakan untuk meredakan hidung tersumbat akibat selesma, sinusitis serta alergi. 

 

Golongan : Dekongestan (agonis reseptor alfa)

Kategori : Obat keras

Manfaat : Mengatasi mata merah, bengkak, gatal, dan berair; meredakan hidung tersumbat

Bentuk : Tetes mata, spray (semprotan)

Dikonsumsi oleh : Dewasa dan anak usia >12 tahun

Peringatan

  • Tetes mata nafazolin hanya boleh digunakan untuk bagian luar tubuh

  • Pemberian nafazolin harus dilakukan dengan berhati-hati pada orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), abnormalitas jantung dan pembuluh darah, penyakit kencing manis (diabetes melitus), pembesaran kelenjar tiroid, infeksi, atau luka.

  • Belum terdapat data yang cukup mengenai keamanan penggunaan nafazolin pada wanita hamil. Oleh karena itu, wanita hamil hanya boleh menggunakan nafazolin jika manfaat yang didapatkan memang lebih besar dibanding risiko yang mungkin muncul. Sementara itu, obat ini tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada wanita yang menyusui. Wanita hamil dan menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Untuk menghilangkan pembengkakan pada selaput kelopak mata: 1-2 tetes cairan nafazolin 0,1% tiap 3-4 jam sekali sesuai kebutuhan

  • Untuk mengobati iritasi mata ringan: 1-2 tetes cairan nafazolin 0,012% 2-3 kali sehari

  • Untuk mengatasi hidung tersumbat: 1-2 tetes cairan nafazolin 0,05% setiap 6 jam sekali, hingga 3 hari.

Cara Menggunakan Obat

Cucilah tangan dan lepaskan lensa kontak dari mata sebelum menggunakan tetes mata nafazolin. Jangan sentuhkan ujung pipet tetes dengan mata maupun permukaan lainnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

Dongakkan kepala, kemudian arahkan penglihatan ke atas. Tarik kelopak mata bawah ke arah bawah. Untuk mengobati pembengkakan pada selaput kelopak mata, teteskan cairan nafazolin ke bagian dalam kelopak mata. Untuk mengobati iritasi mata ringan, teteskan cairan ke bola mata yang mengalami iritasi. Setelah meneteskan obat, arahkan penglihatan ke bawah dan tutup mata secara perlahan selama 1 hingga 2 menit. Anda baru boleh menggunakan obat-obatan lainnya di daerah mata paling cepat 5 menit setelah menggunakan tetes mata nafazolin.

Sementara itu, sebelum menggunakan semprotan nafazolin, bersihkan dan buang terlebih dahulu ingus/lendir yang terdapat di dalam rongga hidung. Tutup lubang hidung yang tidak diberikan semprotan. Letakkan ujung semprotan ke lubang hidung yang terbuka. Setelah itu, semprotkan obat ke lubang hidung tersebut bersamaan dengan menarik napas. Berusahalah menyedot hidung dengan kuat beberapa kali agar obat bisa masuk ke bagian dalam hidung secara maksimal. Ulangi langkah-langkah ini di lubang hidung satunya jika diperlukan. Bersihkan ujung semprotan dengan tisu yang bersih setelah digunakan.

Gejala yang dirasakan seharusnya sudah membaik setelah 3 hari pemakaian. Jangan gunakan obat ini lebih dari 3 hari. Jika setelah penggunaan 3 hari tidak ada perbaikan gejala, segera konsultasikan dengan dokter.

Cara Penyimpanan

Letakkan obat di tempat yang kering pada suhu ruangan maksimal 25oC. Jangan letakkan obat di tempat yang lembap. Lindungi obat dari paparan cahaya langsung dan panas yang berlebihan. Jangan menyimpan obat ini di dalam kulkas atau membekukannya. Simpan obat di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan kemasan obat tetap rapat saat penyimpanan. Buang obat yang telah kedaluwarsa atau tidak dibutuhkan lagi.

Kontraindikasi

Obat nafazolin tidak boleh diberikan pada orang yang memiliki reaksi alergi terhadap nafazolin. Tetes mata nafazolin juga tidak boleh diberikan kepada orang yang mengalami kondisi medis, sebagai berikut:

  • glaukoma sudut tertutup

  • kerusakan kornea 

  • pembengkakan iris (iritis akut)

  • penyakit mata lainnya yang serius

Efek Samping

Efek samping yang dapat timbul setelah penggunaan nafazolin, yaitu:

  • Penglihatan kabur

  • Rasa terbakar atau tersengat yang sementara

  • Pelebaran pupil mata

  • Sakit kepala

Untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan, gunakanlah obat sesuai dengan dosis dan petunjuk dari dokter. Segera komunikasikan dengan dokter jika Anda mengalami efek samping yang berat atau mengganggu aktivitas setelah menggunakan obat ini.

 

Tagging (Gejala Umum)

  • Mata merah

  • Mata gatal

  • Mata berair

  • Mata bengkak

  • Iritasi mata

  • Hidung tersumbat

  • Hidung gatal

  • Alergi

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

 

Tag :
Referensi

  1. Naphazoline. MIMS. Available from: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/naphazoline?mtype=generic 

  2. Naphazoline ophtalmic. Medscape. Available from: https://reference.medscape.com/drug/naphcon-naphazoline-ophthalmic-343634#4

  3. Naphazoline eye drops. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5611/naphazoline-ophthalmic-eye/details#:~:text=View%20More-,Naphazoline%20is%20a%20decongestant%20used%20to%20relieve%20redness%2C%20puffiness%2C%20and,the%20eye%20to%20decrease%20congestion.

  4. Naphazoline spray non-aerosol. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-77988-9214/naphazoline-nasal/decongestant-spray-nasal/details

Bagikan artikel ini