Obat

Milrinone

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 28 Dec 2021

Bagikan

Milrinone

Nama dagang: Coritrope, Inovad

Milrinone merupakan obat yang digunakan pada pasien yang mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti gagal jantung akut, peningkatan tekanan pembuluh darah paru, gagal jantung kronis, gagal jantung berat yang tidak responsif, atau pada pasien pasca-operasi jantung. Secara umum pemberian milrinone membantu meningkatkan fungsi jantung dan pembuluh, seperti meningkatkan volume darah yang dipompa jantung setiap menitnya, menguatnya kontraksi otot jantung, dan juga berperan dalam pelebaran pembuluh darah.  

 

Golongan Inotropik positif (meningkatkan pompa otot jantung)

Kategori Obat keras, diberikan dengan resep dokter 

Manfaat Membantu kerja jantung dan pembuluh darah

Bentuk :  Injeksi

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak

 

Pasien dengan gangguan jantung, seperti gagal jantung (akut maupun kronik) dan peningkatan tekanan pembuluh darah paru pasti akan mengalami gejala-gejala tertentu yang diakibatkan oleh penurunan fungsi jantung. Gejala yang umum dialami, antara lain sesak napas saat aktivitas ataupun istirahat, mudah lelah, dan pembengkakan pada kedua kaki. Untuk meredakan gejala tersebut, diperlukan obat suportif jantung seperti milrinone agar pasien bisa lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada anak dengan gagal jantung, milrinone juga bisa diberikan sebagai terapi suportif hingga anak menjalani operasi jantung. Terapi dengan milrinone juga bisa dilakukan pada pasien anak yang memang tidak dapat dioperasi (transplantasi ataupun intervensi mekanik), sehingga pemberian milrinone berperan hanya untuk mengurangi gejala yang dialami dan berusaha memaksimalkan fungsi jantung (terapi paliatif).

Peringatan

Hati-hati menggunakan milrinone apabila Anda memiliki penyakit jantung obstruktif, seperti penyakit turunan dengan penebalan otot jantung abnormal (kardiomiopati hipertrofik), gangguan pada katup jantung, dan lain-lain. Selama pengobatan, tenaga medis harus terus memantau tekanan darah, rekam jantung (EKG), denyut nadi, tekanan pada vena sentral, jumlah trombosit, status cairan dan elektrolit serta fungsi hati dan ginjal untuk mengatasi efek samping yang mungkin terjadi pada pasien.

Konsultasikan ke dokter apabila Anda merupakan pasien dengan gangguan ginjal, hamil, ataupun menyusui karena bisa saja diperlukan penyesuaian dosis pemberian obat. Milrinone juga dapat menyebabkan rendahnya kadar kalium darah (hipokalemi). Lakukan pemantauan dan koreksi elektrolit apabila dibutuhkan

Dosis dan Aturan Pakai

Pemberian diawali dengan dosis 25-50 mcg/kg milrinone yang telah diencerkan terlebih dahulu melalui injeksi intravena selama 10 menit pertama. Lanjutkan dengan melakukan infus intravena dengan laju 0,37–0,75 mcg/kg/menit. Untuk pasien pasca-operasi, lakukan infus intravena selama 12 jam setelah operasi. Sementara itu, pada pasien gagal jantung kongestif, infus intravena dilakukan selama 48-72 jam.

Pada perawatan pasien anak di rumah, berikan milrinone lewat infus intravena dengan laju 0,3-1 mcg/kg/menit.

 

Cara Penggunaan obat

Pemberian milrinone dilakukan melalui intravena, baik dengan injeksi atau infus. Obat bisa diencerkan terlebih dahulu dalam larutan garam fisiologis (NaCl) 0,9% atau larutan dekstrosa 5%. Pemberian milrinone harus dilakukan oleh tenaga medis karena diperlukan keterampilan khusus untuk memasukan obat ke dalam pembuluh darah.

 

Cara Penyimpanan

Simpan milrinone pada suhu di bawah 25o C, tetapi jangan sampai obat membeku. Milrinone yang telah dilarutkan bisa disimpan selama 48 jam dalam suhu 5o C. Jika sudah dipakai, jangan buang obat ke pembuangan air atau sampah rumah tangga karena termasuk bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari risiko tertelan dan keracunan.

 

Kontraindikasi

Milrinone tidak boleh digunakan untuk pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap milrinone ataupun komponen zat lain yang menyusun obat ini. Pada pasien yang memiliki kondisi gagal jantung berat atau peningkatan tekanan pembuluh darah paru yang berat, penggunaan obat ini dikontraindikasikan secara relatif. Terdapar risiko penurunan kadar oksigen dalam darah (hipoksemia) apabila milrinone diberikan pada pasien dengan peningkatan tekanan pembuluh darah paru yang berat dan pelebaran pembuluh paru. Oleh karena itu, pemberian milrinone hanya dapat dilakukan setelah melakukan konsultasi ke dokter.

Pemberian milrinone tidak boleh dilakukan pada pasien gagal ginjal akut atau penyakit ginjal tahap akhir. Hal ini dikarenakan sisa obat akan dibuang melalui ginjal, sehingga kondisi ginjal yang buruk dapat mengakibatkan penumpukan obat di dalam tubuh.

 

Efek Samping

Penggunaan milrinone bisa menyebabkan efek samping berupa perubahan denyut nadi, jantung berdebar, hipotensi, nyeri dada, sakit kepala, insomnia, mual, muntah, diare, demam, penurunan jumlah urin (oliguria), tremor, dan kemerahan di kulit. Pada beberapa pasien, pemberian obat ini mungkin menimbulkan reaksi yang lebih berat seperti reaksi anafilaksis (alergi berat).

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Tag :
Referensi
  • BPOM RI. Milrinon [Internet]. Unknown: BPOM RI. 
  • Ayres JK, Maani CV. Milrinone. [Updated 2020 Jul 15]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. 
  • Unknown. Milrinone [Internet]. Unknown: Medscape.
Bagikan artikel ini