Hydrochlorothiazide

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 25 Apr 2022

Bagikan

Hydrochlorothiazide

Nama Dagang: Hydrochlorothiazide

 

Hydrochlorothiazide  (hydrochlorothiazide; HCTZ) merupakan obat diuretik (obat yang meningkatkan volume urin). Obat ini digunakan bila tubuh Anda mengalami penumpukan cairan dengan membuang garam berlebih pada tubuh.

 

Golongan : Diuretik Tiazid

Kategori : Obat resep

Manfaat : Mengeluarkan cairan berlebih pada tubuh

Bentuk : tablet

Dikonsumsi oleh : Dewasa

Obat ini digunakan untuk mengobat bengkak pada tubuh akibat adanya gagal jantung, penyakit sirosis hati, atau gangguan ginjal. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau sesak akibat penumpukan cairan pada paru.

 

Peringatan

Penggunaan obat ini harus dipantau dengan baik apabila Anda memiliki riwayat gangguan hati, gangguan ginjal, glaukoma (penyakit mata yang menyebabkan kebutaan), asma, alergi, penyakit gula, atau asam urat. Beritahukan dokter jika anda mengalami penyakit tersebut sebelum menggunakan obat ini.

 

Penggunaan obat ini perlu diperhatikan pada populasi khusus seperti wanita hamil atau menyusui. Obat ini termasuk kedalam obat kategori kehamilan B menurut  Food and Drug Administration Amerika Serikat sehingga penggunaannya pada populasi ibu hamil dan menyusui perlu diperhatikan dengan menimbang risiko dan manfaat penggunaan obat ini. 

 

Pada anak-anak dan lansia juga penggunaan obat ini dapat dipertimbangkan terlebih dahulu dan menyesuaikan dengan instruksi dokter.

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Anak-anak

  • Sebagai obat tablet pada kasus bengkak dan tekanan darah tinggi

Pasien obat dengan dosis 1-2 mg/Kg berat badan sekali sehari atau terbagi dalam dua dosis. Pada anak <6 bulan dosis menjadi 3 mg/Kg berat badan terbagi dalam 2 dosis. Pada anak antara 6 bulan hingga dibawah 2 tahun dosis maksimal 37,5 mg sehari. Pada anak usia 2 tahun hingga 12 tahun dosis maksimal 100 mg sehari.

Dewasa

  • Sebagai obat tablet untuk kasus bengkak

Pasien diberikan 25-100 mg sehari dalam dosis tunggal atau terbagi dalam 2 dosis. Dosis dapat diberikan secara selang-seling hari atau pada 3-5 hari setiap minggu. Dosis maksimal 200 mg sehari.

  • Sebagai obat tablet untuk kasus tekanan darah tinggi

Pasien diberikan dosis awal 12,5 mg sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 50 mg sehari sekali jika diperlukan, baik sebagai obat tunggal atau obat kombinasi. Dosis akan berbeda masing-masing orang dan dapat ditingkatkan sesuai respons pasien. Dosis maksimal 100 mg sehari.

Lansia

  • Sebagai obat tablet untuk kasus bengkak dan tekanan darah tinggi

Pasien berusia >65 tahun diberikan dosis awal 12.5 mg sehari. Dosis dapat dinaikan jika dianggap perlu.

Cara Menggunakan Obat

Gunakan obat ini sesuai dengan instruksi dari dokter atau instruksi pada label. Jangan menaikan atau menurunkan dosis tanpa instruksi dokter.

Obat ini dapat tersedia dalam bentuk tablet. Obat harus diminum dalam keadaan perut terisi makanan. Oleh karena itu, gunakan obat setelah makan.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat terbaik. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan obat pada waktu yang sama setiap harinya. Obat harus dipakai  hingga pengobatan tuntas agar memberikan efek bermanfaat.

Katakan pada dokter Anda jika kondisi tidak membaik atau malah memburuk.

Cara Penyimpanan

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembab. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Kontraindikasi

Hidroklorotiazid Tidak dapat digunakan apabila anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau riwayat alergi pada obat-obatan lain yang merupakan turunan senyawa sulfonamida. 

 

Obat ini juga tidak dapat digunakan apabila anda mengalami gangguan ginjal yang sangat berat atau anda memiliki kondisi tidak dapat menghasilkan air kemih. Pada kondisi tersebut, obat ini tidak dapat memberikan efek bermanfaat. 

Efek Samping

Penggunaan hidroklorotiazid dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Kelainan berbahaya: ketidakseimbangan ion tubuh, kanker kulit (jika digunakan dalam jangka waktu lama)

  • Kelainan darah seperti jumlah keping darah rendah, kadar sel darah putih rendah, dan kadar hemoglobin rendah

  • Gangguan jantung seperti tekanan darah rendah

  • Gangguan mata seperti pandangan kabur

  • Gangguan pencernaan seperti diare, muntah, mual, kuning pada tubuh

  • Gangguan sistem otot seperti kekakuan otot

  • Gangguan saraf seperti pusing dan nyeri kepala

  • Gangguan ginjal seperti gagal ginjal

  • Gangguan reproduksi seperti impotensi

Beberapa efek samping dapat menjadi penanda keadaan bahaya dan harus segera diberitahukan kepada dokter. Berikut efek samping yang menandakan bahaya:

  • Ruam merah dengan sesak napas dan bengkak pada wajah

 

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

 

Tag :
Referensi

  1. Hydrochlorothiazide. MIMS Indonesia. Available from: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hydrochlorothiazide?mtype=generic

  2. HCTZ: Uses, Dosage & Side Effects - Drugs.com [Internet]. Drugs.com. [cited 30 June 2021]. Available from: https://www.drugs.com/hctz.html

Bagikan artikel ini