Bantuan
Free Tele x

Obat

Fluoxetine

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 24 Apr 2022

Bagikan

fluoxetine

Nama Dagang: Nopres, Zac 20

 

Fluoxetine adalah obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Fluoxetine umumnya diresepkan untuk mengatasi beberapa gangguan kejiwaan, di antaranya gangguan depresi mayor, bulimia nervosa (gangguan makan), gangguan obsesif-kompulsif (gangguan kejiwaan yang menyebabkan munculnya pemikiran tertentu yang terus mengganggu dan perlu melakukan sebuah tindakan berulang-ulang), gangguan panik, dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD), yaitu gangguan kejiwaan yang terjadi beberapa saat sebelum menstruasi.

 

Fluoxetine juga dapat digunakan bersama obat lainnya, yaitu olanzapin, untuk mengatasi fase manik pada gangguan bipolar. Kombinasi kedua obat ini juga dapat mengatasi depresi pada pasien yang telah mengonsumsi setidaknya 2 jenis obat, tetapi gejala tak kunjung membaik.

 

Fluoxetine bekerja dengan menghambat ambilan (uptake) serotonin oleh sel saraf sehingga meningkatkan kadarnya. Serotonin adalah senyawa alami pada otak yang membantu menyeimbangkan kondisi mental.

 

Golongan : antidepresan golongan SSRI

Kategori : obat keras, kategori C

Manfaat : mengatasi beberapa jenis gangguan kejiwaan

Bentuk : kapsul, kapsul tablet (kaplet)

Dikonsumsi oleh : dewasa, anak-anak

 

Peringatan

Sebelum mengonsumsi fluoxetine, beritahu dokter atau apoteker apabila Anda memiliki riwayat alergi, terutama alergi terhadap fluoxetine, obat-obatan lain, dan bahan-bahan yang terdapat dalam sediaan fluoxetine. Tanyakan kepada apoteker bahan-bahan yang terdapat dalam fluoxetine.

 

Anda juga perlu memberitahukan obat-obatan yang sedang atau dikonsumsi, termasuk obat bebas, suplemen, dan obat-obatan herbal. Apabila sedang mengonsumsi pimozide, thioridazine, dan injeksi methylene blue, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi fluoxetine. Fluoxetine baru dapat dikonsumsi 14 hari setelah obat golongan inhibitor monoamine oxidase (MOA), seperti isocarboxazid, linezolid, methylene blue, selegiline, dan tranylcypromine dihentikan.

 

Terdapat laporan bahwa orang-orang berusia muda memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup ketika awal mengonsumsi antidepresan. Sebisa mungkin, usahakan agar tetap dalam keadaan sadar agar mengetahui dan mengatasi perubahan perasaan atau gejala yang dialami. Akan tetapi, apabila gejala tak kunjung membaik atau memburuk, segera hubungi dokter.

 

Salah satu efek samping dari penggunaan fluoxetine adalah mengantuk. Dalam kondisi mengantuk, hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kesadaran penuh. Konsumsi alkohol sebaiknya dihindari karena dapat memperberat gejala tersebut.

 

Pada beberapa kondisi tertentu, penggunaan fluoxetine perlu dilakukan dengan berhati-hati. Informasikan pada dokter jika Anda atau salah satu anggota keluarga pernah mengalami pemanjangan interval QT, yaitu penyakit jantung yang menyebabkan detak jantung tidak beraturan, pingsan, dan kematian mendadak. Kondisi lainnya yang perlu diketahui dokter adalah kadar kalium atau magnesium darah rendah dan sedang menjalani terapi kejut listrik untuk mengatasi gangguan kejiwaan tertentu.

 

Anda juga perlu memberitahu dokter apabila sedang hamil, terutama kehamilan pada trimester akhir. Sejauh ini, risiko penggunaan fluoxetine pada ibu hamil cenderung kecil, namun mungkin dapat memengaruhi kondisi bayi setelah lahir jika dikonsumsi pada trimester akhir. Dokter akan memberitahu manfaat dan risiko dari konsumsi obat ini selama kehamilan.

 

Risiko lainnya yang mungkin timbul dari konsumsi fluoxetin adalah glaukoma sudut terbuka, yaitu terhambatnya aliran cairan mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Mintalah dokter untuk melakukan pemeriksaan mata sebelum memberikan obat ini. Jika setelah mengonsumsi Anda merasakan gejala mual, sakit mata, perubahan pada penglihatan, atau adanya pembengkakan dan kemerahan di sekitar mata, segera cari pertolongan medis.

Dosis dan Aturan Pakai

Flouxetine dikonsumsi sekali sehari. Anda dapat mengonsumsi fluoxetine bersama atau tanpa makanan. Dosis pemberian bergantung pada gangguan kejiwaan yang dialami, usia, dan respons terhadap pengobatan.

 

Berikut adalah dosis fluoxetine pada beberapa kondisi tertentu:

  • Bulimia nervosa

Dewasa: 60 mg dalam sehari, diberikan sekali sehari atau dalam dosis terbagi

  • Gangguan depresi mayor

Dewasa: diberikan 20 mg sehari pada dosis awal, dapat ditingkatkan dalam waktu 3—4 minggu berdasarkan respons terapi. Dosis maksimal yang diberikan 60 mg. Obat dapat diberikan lebih dari sekali sehari pada penggunaan dosis di atas 20 mg. Durasi pengobatan setidaknya 6 bulan.

Anak-anak (di atas 8 tahun): dosis awal 10 mg dalam sehari, dapat ditambah menjadi 20 mg sehari setelah 1—2 minggu. Akan dilakukan penyesuaian dosis yang bersifat individual dan dipertahankan pada dosis efektif yang paling rendah. Pada anak dengan berat badan rendah, dapat diberikan 10 mg sebagai dosis awal dan ditingkatkan hingga 20 mg dalam beberapa minggu.

Lansia: diberikan 20 mg per hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Dosis dapat ditingkatkan dalam 3—4 minggu berdasarkan respons, maksimal dosis harian 60 mg.

  • Gangguan panik

Dewasa: diberikan dosis awal harian 10 mg, ditingkatkan menjadi 20 mg per hari setelah 1 minggu. Apabila tidak terdapat perbaikan setelah beberapa minggu, dosis dapat ditingkatkan maksimal 60 mg.

Lansia: dosis atau frekuensi mungkin diturunkan dibandingkan pada dewasa.

  • Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Dewasa: diberikan 20 mg per hari secara terus-menerus setiap hari atau dimulai 14 hari sebelum menstruasi sampai hari pertama menstruasi. Terapi diberikan selama 6 bulan.

  • Gangguan obsesif-kompulsif

Dewasa: pada dosis awal, diberikan sebanyak 20 mg berupa dosis tunggal atau terbagi. Dosis akan ditingkatkan dalam 2 minggu apabila respons kurang baik dengan dosis maksimal 60 mg per hari. Apabila tidak terdapat perbaikan dalam 10 minggu, terapi perlu dievaluasi kembali oleh dokter.

Anak-anak (7 tahun ke atas): pada anak yang lebih berat, diberikan 10 mg sebagai dosis awal dan ditingkatkan menjadi 20 mg dalam 2 minggu. Dosis dapat ditingkatkan setelah beberapa minggu apabila respons kurang baik. Dosis umumnya berkisar antara 20—60 mg. Pada anak yang lebih ringan, dapat diberikan 10 mg pada awal terapi dan dapat ditingkatkan jika respons kurang maksimal. Dosis yang diberikan berkisat antara 20—30 mg per hari.

Lansia: sebagai dosis awal, diberikan 20 mg dalam dosis tunggal atau terbagi. Dosis mungkin akan ditingkatkan sesuai respons. Dosis maksimal yang dapat dikonsumsi adalah 40 mg per hari.

 

Cara Menggunakan Obat

Konsumsi fluoxetine sesuai instruksi dokter dan apoteker. Perhatikan dan ikuti instruksi yang terdapat dalam lembar petunjuk. Dokter mungkin akan mengubah dosis selama terapi berlangsung tergantung respons pengobatan.

 

Fluoxetine dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Anda dapat meminum fluoxetine kapanpun dalam sehari, tetapi sebaiknya konsumsilah secara teratur (pada waktu yang sama setiap harinya). Apabila mengalami kesulitan tidur, sebaiknya konsumsilah pada pagi hari.

 

Jika Anda lupa mengonsumsinya, segera minum ketika ingat, tetapi lewati ketika waktu terlalu dekat dengan jadwal selanjutnya. Konsumsi dosis berikutnya seperti biasa, jangan pernah menggandakan dosis sebagai pengganti dari dosis yang terlewatkan. 

 

Fluoxetine perlu dikonsumsi setidaknya 4 minggu sebelum gejala membaik. Tetaplah konsumsi obat sesuai petunjuk dan informasikan pada dokter jika keluhan tak kunjung membaik.

 

Jangan pernah menghentikan konsumsi fluoxetine secara tiba-tiba. Hal tersebut dapat menimbulkan gejala ketergantungan fisik (withdrawal symptoms). Sebaiknya, konsultasikan dulu pada dokter sebelum berhenti.

 

Cara Penyimpanan

Simpan fluoxetine pada suhu ruangan, yaitu sekitar 15—30oC. Hindari menyimpan di tempat yang lembab, seperti di kamar mandi, atau terpapar panas secara langsung. Jauhkan tempat penyimpanan dari jangkauan anak-anak. 

 

Obat yang tidak dipakai sebaiknya dibuang pada tempat khusus. Jangan buang sisa obat di kloset toilet.

Kontraindikasi

Fluoxetine sebaiknya tidak digunakan pada kondisi-kondisi berikut:

  • Gangguan kejang yang tidak stabil

  • Penurunan fungsi ginjal berat

  • Penggunaan bersamaan atau dalam waktu 2 minggu setelah penghentian obat golongan inhibitor monoamine oxidase (MOA)  dan penggunaan bersamaan dengan metoprolol, linezolid, methylene blue injeksi, pimozide, dan thioridazine

 

Efek Samping

Seperti obat lainnya, penggunaan fluoxetine tidak terlepas dari efek samping. Akan tetapi, efek ini bervariasi pada setiap individu.

 

Efek samping yang sering terjadi antara lain:

  • Gangguan tidur dan mimpi buruk 

  • Sakit kepala

  • Pusing

  • Mengantuk

  • perubahan pada penglihatan

  • Gemetar

  • Merasa cemas

  • Rasa nyeri

  • Lemah atau lelah

  • Ketidaknyamanan pada perut

  • Berkurangnya nafsu makan

  • Mual-muntah 

  • Diare

  • Mulut kering

  • Berkeringat

  • Terasa panas pada pipi

  • Hidung berair

  • Nyeri pada rongga sinus

  • Sakit tenggorokan

  • Gejala flu

  • Berkurangnya gairah seksual

  • Impotensi dan sulit mencapai orgasme.

 

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping di bawah ini:

  • Penglihatan kabur, nyeri atau bengkak pada mata, atau melihat cincin di sekitar cahaya

  • Jantung berdebar-debar, napas pendek, dan pusing yang datang secara tiba-tiba

  • Rendahnya kadar natrium darah yang ditandai dengan sakit kepala, bingung, sulit bicara, rasa lemah yang berat, muntah, berkurangnya koordinasi gerakan, dan keseimbangan tubuh terganggu

  • Reaksi pada sistem saraf yang ditandai dengan kaku otot, berkedut, demam tinggi, berkeringat, bingung, denyut jantung cepat atau tidak beraturan, gemetar, dan merasa ingin pingsan

  • Gelisah, halusinasi, mual, muntah, dan diare

 

Anda juga perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi berupa ruam, sesak napas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, atau reaksi berat pada kulit (demam, sakit tenggorokan, mata terasa terbakar, nyeri pada kulit, ruam berwarna ungu atau kemerahan yang mengelupas atau melepuh).

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

 

Tag :
Referensi

Fluoxetine [internet]. Drugs.com; [updated 2020 Sep 1, cited 2021 Jun 28]. 

Fluoxetine (including prozac) [internet]. NHS UK; [cited 2021 Jun 28]. 

Fluoxetine [internet]. MIMS; [cited 2021 Jun 28]. 

Fluoxetine [internet]. Medline Plus; [cited 2021 Jun 28].

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami