Bantuan
Free Tele x

Fluorouracil

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 24 Apr 2022

Bagikan

Fluorouracil

Nama Dagang: Fluorouracil, Curacil, Cisplatin

Fluorouracil adalah obat antikanker yang bekerja dengan menghambat sintesis DNA dan RNA. Aktivitas tersebut dapat menghambat pertumbuhan sel kanker yang tumbuh sangat cepat dan menyebabkan kematian sel kanker. 

 

Golongan : Antikanker

Kategori : obat keras, kategori D (sistemik) dan X (topikal) untuk kehamilan

Manfaat : agen terapi pada beberapa jenis kanker (sistemik), actinic keratosis dan karsinoma sel basal superfisial (krim topikal)

Bentuk : Inkeksi intravena, krim topikal

Dikonsumsi oleh : Dewasa

Secara umum, terdapat dua jenis fluorouracil, yaitu sediaan intravena (injeksi intravena) dan krim topikal. Fluorouracil intravena digunakan dalam terapi kanker usus besar (kolorektal), kanker payudara, kanker lambung, dan kanker pankreas. Selain itu, dapat pula digunakan untuk pengobatan pada kanker serviks, kanker kandung kemih, kanker hati, kanker prostat, kanker endometrium, serta kanker pada daerah kepala dan leher. Adapun fluorouracil krim topikal biasanya digunakan untuk mengatasi kulit yang menebal, kasar, dan mengelupas akibat paparan sinar matahari (actinic keratosis) dan salah satu jenis kanker kulit, yaitu karsinoma sel basal, yang belum menginvasi terlalu dalam (superfisial).

 

Peringatan

Sebelum mengonsumsi fluorouracil, beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi, terutama alergi pada fluorouracil atau bahan-bahan lainnya yang terdapat dalam produk fluorouracil. Anda juga perlu menginformasikan masalah kesehatan yang sedang Anda alami, terutama infeksi, jumlah sel darah yang rendah, asupan nutrisi yang kurang baik, gangguan metabolik berupa defisiensi enzim DPD (dihidropirimidin dehidrogenase), riwayat penyakit jantung, serta gangguan fungsi hati dan ginjal.

 

Fluorouracil dapat berinteraksi pada beberapa obat yang dapat menurunkan efektivitas salah satu atau kedua obat atau menimbulkan efek samping yang lebih berat. Karena itulah, informasikan pada dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi (termasuk suplemen dan obat bebas), terutama obat-obatan berikut: warfarin, phenytoin, cimetidine, metronidazole, allopurinol, clozapine, dan analog nukleosida (brivudine dan sorivudine). Hindari menggunakan obat-obatan lain pada area kulit bersamaan dengan fluorouracil topikal kecuali dengan instruksi dokter.

 

Fluorouracil sebaiknya tidak digunakan pada ibu hamil dan menyusui. Pada ibu hamil, fluorouracil dapat menimbulkan efek samping pada bayi setelah lahir jika digunakan pada masa kehamilan, terutama fluorouracil topikal. Informasikan pula pada dokter jika Anda hamil dalam waktu 3 bulan setelah menghentikan penggunaan. Baik fluorouracil intravena maupun topikal sebaiknya tidak digunakan pada ibu menyusui.

 

Khusus untuk fluorouracil topikal, penggunaannya tidak diizinkan pada anak-anak (<18 tahun).

 

Pada penggunaan fluorouracil sistemik, Anda mungkin akan lebih rentan mengalami infeksi. Untuk menghindari hal tersebut, cuci tangan lebih sering dan jauhi orang-orang yang sedang mengalami infeksi, selesma, atau flu. Selain itu, perdarahan juga lebih mudah terjadi sehingga Anda perlu berhati-hati untuk menghindari cedera, misalnya dengan menggunakan sikat gigi yang halus dan alat pencukur elektronik. Fluorouracil sistemik dan topikal menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Untuk menghindari kulit terbakar akibatnya, gunakan pakaian yang melindungi terhadap paparan sinar matahari ketika berada di luar ruangan dan aplikasikan tabir surya minimal SPF 30.

 

Apabila Anda menggunakan fluorouracil sistemik, beritahu dokter sebelum mendapatkan vaksin apapun. Mendapatkan vaksin dan pengobatan fluorouracil sistemik secara bersamaan dapat meningkatkan risiko infeksi atau membuat vaksin kurang efektif.

 

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis fluorouracil akan ditentukan berdasarkan penyakit yang mendasari serta respons dari terapi yang diberikan. Berikut adalah dosis pemberian fluorouracil sistemik pada orang dewasa:

  • Kanker kolorektal

Sebagai salah satu obat kemoterapi yang dikombinasikan dengan obat lainnya (leucovorin, oxaliplatin, atau irinotecan). Dosis yang diberikan antara 200—600 mg/m2, tergantung cara injeksinya (secara cepat atau infus perlahan). Frekuensi kemoterapi (mingguan, bulanan, atau setiap 2 bulan) dan jumlah siklus bervariasi dengan mempertimbangkan obat yang digunakan, toleransi terhadap efek samping, dan keberhasilan pengobatan.

  • Kanker pankreas

Digunakan bersamaan dengan asam folinat atau gemcitabine untuk kemoterapi. Diberikan dengan dosis  antara 200—500 mg/m2 . Kemoterapi akan diulang selama beberapa kali.

  • Kanker lambung

Pada kanker lambung, fluorouracil merupakan bagian dari regimen kemoterapi yang mengandung platinum. Dosis yang diberikan sebanyak 200—500 mg/m2 melalui infus dalam 24 jam. Frekuensi dan panjang siklus terapi ditentukan oleh dosis fluorouracil dan regimen yang digunakan.

  • Kanker payudara

Pada kemoterapi, dikombinasikan dengan cyclophosphamide, methotrexate, epirubicin, atau leucovorin dengan dosis 500—600 mg/m2. Obat diberikan secara injeksi cepat yang diulang setiap 3-4 minggu.

 

Penggunaan fluorouracil topikal menggunakan dosis sebagai berikut:

  • Keratosis

Krim 0,5%: oleskan dengan tipis dan pastikan menutupi seluruh area pada area lesi keratosis sekali sehari. Terapi biasanya berlangsung hingga 4 minggu.

Krim 1%, 2%, 5% atau larutan 5%: gunakan dua kali sehari dalam jumlah yang dapat menutupi lesi. Terapi dilakukan sampai respons radang mencapai tahap erosi. Durasi terapi berkisar antara 2—4 minggu.

  • Karsinoma sel basal

Krim 0,5%: gunakan dalam jumlah yang cukup untuk menutupi area lesi. Krim dioleskan 2 kali sehari hingga mencapai tahap erosi. Umumnya, dibutuhkan waktu 3—6 minggu pengobatan atau 10—12 minggu sampai lesi kulit menghilang.

 

Cara Menggunakan Obat

Fluorouracil sistemik diberikan melalui injeksi intravena secara infus selama beberapa waktu atau sekali injeksi cepat (bolus). Injeksi fluorouracil sistemik dapat menimbulkan reaksi hebat sehingga perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis onkologi (kanker). Pada awal terapi, Anda perlu tinggal di rumah sakit untuk diawasi jika terjadi reaksi keracunan hebat. 

 

Untuk menggunakan fluorouracil topikal, pahami dan ikuti petunjuk yang terdapat pada lembar instruksi. Obat topikal hanya digunakan untuk kulit dan jangan ditelan. Jangan pula gunakan obat ini di kelopak mata, mata, hidung, ataupun mulut. Segera bilas menggunakan air atau cairan saline apabila mengenai mata. Untuk penggunaan pada kulit sekitar area tersebut, lakukan dengan hati-hati dan jangan biarkan krim menumpuk pada lipatan kulit.

 

Untuk mengoleskan fluorouracil topikal, cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan, kecuali jika lesi terletak pada tangan. Gunakan sarung tangan apabila mengoleskan untuk orang lain.

 

Hindari mengaplikasikan fluorouracil topikal pada kulit yang mengalami iritasi, mengelupas, mengalami infeksi, atau luka terbuka. Tunggu hingga kondisi membaik. Jangan menutupi area yang diobati dengan plester ataupun plastik jika tidak diinstruksikan oleh dokter. Terakhir, jangan menggunakan fluorouracil untuk kondisi kulit yang belum diperiksa dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan fluorouracil di suhu ruang antara 20—25oC. Jangan simpan di lemari pembeku (freezer). Hindari obat dari paparan sinar matahari secara langsung dan jauhkan tempat penyimpanan dari jangkauan anak-anak.

Kontraindikasi

Fluorouracil sebaiknya tidak digunakan pada kondisi berikut:

  • Alergi atau hipersensitivitas pada fluorouracil dan kandungannya

  • Kekurangan (defisiensi) atau tidak berfungsinya enzim DPD

  • Depresi sumsum tulang belakang (misalnya setelah radioterapi atau penggunaan agen antikanker lainnya)

  • Infeksi serius (contohnya herpes zoster atau cacar air)

  • Penggunaan bersamaan obat antivirus (brivudine, sorivudine, dan analognya) dan vaksin hidup

  • Ibu hamil dan menyusui

Efek Samping

Efek samping yang sering ditemukan pada fluorouracil intravena antara lain:

  • Mual, muntah

  • Berkurangnya nafsu makan

  • Iritasi atau timbul luka pada mulut

  • Rambut rontok

  • Kulit kering

  • Perubahan pada kuku

 

Beberapa orang mengalami efek samping yang cukup berat, bahkan kematian ketika menggunakan obat ini. Segera pergi ke dokter jika mengalami efek samping di bawah ini:

  • Nyeri atau perasaan tertekan pada dada

  • Sesak napas, berat badan bertambah drastis, pembengkakan pada lengan atau kaki

  • Denyut jantung yang berbeda dari biasanya

  • Pusing, pingsan

  • BAB berwarna hitam, seperti arang, atau berdarah

  • Muntah darah atau seperti ampas kopi

  • Nyeri pada perut yang sangat serius

  • Muntah hebat

  • Diare berat

  • Perubahan pada penglihatan

  • Iritasi atau kemerahan pada telapak tangan atau kaki

  • Bingung

  • Gangguan keseimbangan

  • Merasa sangat mengantuk

  • Sensasi terbakar, kebas, dan kesemutan yang tidak normal

  • Tidak dapat mengontrol gerakan mata

  • Sakit kepala

  • Berkurangnya sel darah yang ditandai dengan terjadinya infeksi (adanya gejala seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, sakit pada sinus atau telinga, batuk, dahak yang lebih banyak atau berubah warna, nyeri saat berkemih, luka pada mulut, atau luka yang sulit sembuh); adanya memar atau perdaahan; dan merasa sangat lelah.

 

Sementara itu, fluorouracil topikal dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Rasa nyeri, gatal, terbakar, atau iritasi pada kulit

  • Kulit menggelap atau membentuk jaringan parut

  • Kemerahan atau bengkak pada kulit

  • Timbulnya pembuluh darah kecil di bawah kulit

 

Apabila efek samping berikut terjadi, hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter:

  • Pembengkakan atau nyeri hebat pada kulit

  • Rasa nyeri, gatal, terbakar, atau iritasi berat pada kulit

  • Terbentuknya luka baru atau luka memberat

  • Demam, menggigil

  • Sakit perut hebat, diare berdarah, muntah

 

Pada kedua sediaan obat, segera cari pertolongan gawat darurat apabila mengalami gejala reaksi alergi berupa ruam, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada mata, wajah, lidah, atau tenggorokan.

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

 

Tag :
Referensi

Fluorouracil (systemic) [internet]. Drugs.com; [updated 2021 Jan 14, cited 2021 Jun 29]. 

Fluorouracil (topical) [internet]. Drugs.com; [updated 2020 Dec 4, cited 2021 Jun 29]. 

Fluorouracil [internet]. MIMS; [cited 2021 Jun 29]. 

Fluorouracil [internet]. RX list; [cited 2021 Jun 29].

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami