Dihidroartemisinin-Piperakuin

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 01 Jul 2021

Bagikan

Dihidroartemisinin-Piperakuin

Kombinasi obat dihidroartemisinin-piperakuin digunakan untuk menangani kasus malaria tanpa komplikasi (tidak memiliki gejala yang berat atau membahayakan nyawa) yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum atau Plasmodium vivax. Dalam pengobatan untuk menangani malaria falciparum dan vivaks, obat ini biasa diberikan bersama dengan obat primakuin.


Kombinasi zat aktif dihidroartemisinin dan piperakuin fosfat memiliki efektivitas yang lebih baik dalam membunuh parasit malaria dibandingkan pemberian terpisah. Piperakuin bekerja menghalangi reaksi kimia atau metabolisme parasit untuk bertahan hidup, sementara cara kerja dihidroartemisinin masih belum dapat diketahui secara pasti. Kombinasi obat ini dianjurkan diminum setelah makan atau bersama dengan makanan.


Dihidroartemisinin-piperakuin aman digunakan pada orang dewasa dan anak-anak. Obat ini diberikan satu kali sehari selama tiga hari dengan dosis yang beragam sesuai berat badan pasien. Pada anak-anak, dosis yang dianjurkan adalah:

  • ¼ tablet untuk berat < 5 kg (0-1 bulan)

  • ½ tablet untuk berat 6-10 kg (2-11 bulan)

  • 1 tablet untuk berat 11-17 kg (1-4 tahun)

  • 1,5 tablet untuk berat 18-30 kg (5-9 tahun)

  • 2 tablet untuk berat 31-40 kg (10-14 tahun)

  • 3 tablet untuk berat 41-59 kg (≥ 15 tahun)

  • 4 tablet untuk berat ≥ 60 kg (≥ 15 tahun). 

Apabila berat badan tidak dapat diukur, dosis obat diberikan berdasarkan kelompok umur. 


Efek samping

Efek samping umum dari pemakaian dihidroartemisinin-piperakuin adalah:

  • Kurang darah atau anemia

  • Sakit kepala

  • Gangguan irama jantung

  • Demam

  • Konjungtivitis (peradangan pada mata/mata merah)

  • Rasa lelah

Sementara itu, efek samping lainnya yang jarang dijumpai meliputi:

  • Mual, muntah, sakit perut, diare

  • Hilangnya nafsu makan

  • Pusing, sakit kepala 

  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal

  • Hepatitis, hepatomegali (pembesaran organ hati)

  • Nyeri sendi, nyeri otot

  • Batuk

  • Kejang

Kombinasi obat ini juga menyebabkan penurunan sementara jumlah sel darah merah dan peningkatan sementara enzim-enzim hati (SGPT dan SGOT) maupun kreatinin darah. Hal ini dapat menyebabkan hasil pemeriksaan laboratorium yang abnormal, namun perlu diperhatikan bahwa peningkatan hasil pemeriksaan laboratorium ini belum tentu menandakan gangguan sesungguhnya pada organ tubuh Anda.


Layaknya obat malaria lainnya, obat kombinasi ini tidak boleh diminum dalam keadaan perut kosong karena dapat menimbulkan iritasi lambung. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya diminum setelah makan.


Peringatan

Dihidroartemisinin-piperakuin harus digunakan dengan hati-hati pada orang dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, wanita hamil, menyusui, atau lansia. Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya yang mengganggu irama jantung (seperti meflokuin, halofantrin, kinin, dan kina) sehingga pemberian keduanya bersamaan tidak dianjurkan.


Obat ini tidak dapat digunakan pada kondisi:

  • Alergi terhadap dihidroartemisinin dan piperakuin fosfat

  • Kerusakan ginjal berat

  • Penyakit hati

  • Kelainan darah

  • Gangguan irama jantung

  • Hipertensi berat

  • Pembesaran ventrikel kiri jantung

  • Gagal jantung kongestif 

  • Gangguan elektrolit

  • Kehamilan

Pengobatan dengan dihidroartemisinin-piperakuin tidak boleh dihentikan sebelum 3 hari pemakaian obat meskipun gejala penyakit telah hilang.


Referensi

  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dhp-frimal?type=full
  • http://pionas.pom.go.id/monografi/dihidroartemisinin-piperakuin-dhp
  • https://www.ema.europa.eu/en/documents/overview/eurartesim-epar-summary-public_en.pdf
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku tatalaksana kasus malaria. Jakarta; 2019:10-11.
Bagikan artikel ini