Obat

Ceftriaxone

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 08 Nov 2021

Bagikan

Ceftriaxone

Nama Dagang: Rocephin

 

Ceftriaxone (seftriakson) merupakan antibiotik yang termasuk dalam golongan sefalospori. Obat ini digunakan pada berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran napas, kulit, jaringan lunak, dan saluran kemih. 

 

Golongan : Antibiotik (sefalosporin)

Kategori : Obat resep

Manfaat : Mengatasi infeksi THT, infeksi saluran napas, sepsis, meningitis, sifilis, infeksi saluran kemih, infeksi intraabdominal, infeksi tulang, sendi, dan jaringan ikat

Bentuk : Injeksi/suntik

Dikonsumsi oleh : Anak-anak dan dewasa

 

Peringatan

Ceftriaxone merupakan obat yang diberikan dalam bentuk suntikan, sehingga penentuan dosis dan cara injeksi harus diperhatikan jika Anda ingin menggunakan obat ini. Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini, konsultasikan kepada dokter mengenai riwayat dan kondisi kesehatan Anda. Beritahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat antibiotik tertentu untuk menghindari efek samping. Penggunaan obat ini juga harus diperhatikan jika Anda memiliki riwayat gangguan fungsi organ, seperti gangguan hati, organ pencernaan, ginjal, atau empedu. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh untuk menentukan dosis yang tepat untuk Anda.

Ceftriaxone dapat menyebabkan kandungan obat dalam vaksin tidak bekerja dengan baik. Hindari jadwal vaksinasi atau imunisasi ketika Anda sedang menggunakan obat ini.

Dosis dan Aturan Pakai

Ceftriaxone dapat diberikan dalam bentuk injeksi intramuskular (suntikan pada otot), bolus intravena (suntikan dengan dosis tinggi melalui pembuluh darah), atau infus (suntikan melalui pembuluh darah dalam jangka waktu lama). Pemberian dosis obat akan disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan penyakit Anda. 

 

Dewasa dan anak >12 tahun

  • Infeksi intraabdominal (infeksi dalam perut)

Dosis 1-2 gram/hari secara intravena dalam satu kali suntikan, atau 2 kali suntikan dengan interval 12 jam. Gunakan selama 4-7 hari, dan kombinasikan dengan metronidazole.

  • Otitis media akut akibat bakteri

Dosis 50 mg/kg secara intramuskular dalam satu kali suntikan. Pada kondisi infeksi berulang atau kegagalan terapi, gunakan dosis 50 mg/kg secara intravena atau intramuskular selama 3 hari.

  • Penyakit inflamatori (peradangan) pelvis

Dosis 250 mg secara intravena dan dikombinasi dengan doksisiklin.

  • Infeksi sendi prostetik (sendi buatan)

Dosis 2 gram secara intravena selama 2-6 minggu. Dokter akan memantau kondisi kemajuan terapi Anda dan akan melanjutkan terapi hingga gejala klinis mulai membaik.

  • Meningitis (radang selaput otak)

Dosis 2 gram secara intravena 2x sehari dengan interval 12 jam, gunakan selama 7-14 hari.

  • Pyelonefritis (radang ginjal) akut tidak berkomplikasi

Dosis 1-2 gram secara intravena 1x sehari.

  • Infeksi gonokokkus tidak berkomplikasi

Pada infeksi gonokokus pada faring (saluran napas atas), serviks (leher rahim), uretra (saluran kemih), atau rektum (ujung saluran cerna), dosis yang diberikan adalah 250 mg secara intramuskular ditambah dengan azithromisin atau doksisiklin selama 7 hari.

  • Profilaksis bedah

Pemberian obat dilakukan 0,5 hingga 2 jam sebelum tindakan operasi dilakukan dengan dosis 1 gram secara intravena.

Pada kondisi infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 4 gram secara intravena dalam 1 kali suntikan.

 

Anak-anak

Dosis yang diberikan pada anak umumnya berkisar di antara 30-50mg/kgBB/hari, bergantung jenis dan tingkat keparahan infeksi yang dialami oleh anak.

Cara Menggunakan Obat

Pemberian obat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara intravena (melalui pembuluh darah), intramuskular (disuntikkan ke dalam otot), dan infus. Namun, dokter juga dapat meresepkan obat ini kepada Anda secara intravena atau intramuskular untuk dapat disuntikkan sendiri di rumah. Pada injeksi intramuskular, suntikan pada bagian tubuh yang memiliki massa otot yang banyak, seperti lengan atas atau paha. Sementara pada injeksi intravena, suntikkan pada pembuluh darah secara intermiten (selang-seling). Bersihkan area tempat suntikan sebelum dan sesudah penyuntikkan untuk menghindari terjadinya infeksi.

Jangan memberhentikan obat ini secara tiba-tiba. Pemberhentian obat secara mendadak dapat menyebabkan terjadinya infeksi berulang yang lebih parah.

Cara Penyimpanan

Obat ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan (20-25oC) dan jauhkan dari sinar matahari langsung maupun panas yang berlebih. Jangan menyimpan obat di tempat yang lembap. Letakkan obat di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan kemasan obat tetap rapat saat penyimpanan. Buang obat yang telah kedaluwarsa atau tidak dibutuhkan lagi.

Kontraindikasi

Jika Anda pernah mengalami reaksi buruk terhadap antibiotik sefalosporin, segera beritahu dokter. Umumnya, dokter tidak akan meresepkan obat ini kepada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap obat golongan ini. Obat ini juga tidak dapat diberikan pada pasien bayi berusia kurang dari 41 minggu.

Efek Samping

Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan ceftriaxone tergolong minim. Beberapa orang mungkin akan mengalami pembengkakan, kemerahan, atau rasa nyeri pada bagian kulit yang disuntikan. Namun, efek samping tersebut akan hilang dalam beberapa jam dan Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Pada kondisi tertentu, ceftriaxone dapat menyebabkan kondisi diare yang parah. Hal ini biasanya disebabkan akibat penghentian obat secara tiba-tiba, atau pemberian dosis obat yang tidak tepat. Jika Anda mengalami diare yang tidak kunjung berhenti, segera beritahu dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penggunaan ceftriaxone dalam jangka panjang dapat menyebabkan infeksi jamur. Hubungi dokter jika Anda mengalami kondisi sebagai berikut :

  • Keputihan pada mulut

  • Kemerahan pada alat kelamin

  • Gatal-gatal yang tidak kunjung hilang

 

Tagging (Gejala Umum)

  • Gatal

  • Kemerahan

  • Keputihan

  • Demam

Cukup sekian informasi mengenai obat yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

 

Referensi:

Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. Seftriakson. 

WebMD. Ceftriaxone Vial. 

Drugbank. Ceftriaxone. 

 

Medscape. Ceftriaxone (Rx).

Tag :
Bagikan artikel ini