Bantuan
Free Tele x

Penyakit

Malaria

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 03 Jun 2021

Bagikan

Malaria

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit Plasmodium sp yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh yang bisa berujung pada kematian. Terdapat sebanyak dua juta individu mengalami risiko tertular malaria setiap tahunnya, terutama pada 90 negara dengan angka kasus tinggi yang didatangi oleh 125 juta wisatawan.


Parasit ini memiliki tahapan siklus hidup yang beragam. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gejala demam siklik. Jika tidak ditangani dengan baik, pasien malaria dapat mengalami progresi penyakit dengan cepat sehingga menimbulkan berbagai keadaan berbahaya seperti malaria serebral (otak), anemia pada malaria berat, koma, hingga kematian.


Terdapat lima jenis Plasmodium sp yang diketahui dapat menginfeksi manusia, yaitu P. falciparum, P. ovale, P. vivax, P. malariae, dan P. knowlesi. Siklus penyakit ini diawali oleh nyamuk Anopheles yang dimasuki sel parasit ketika sedang mencari makan. Parasit tersebut kemudian berkembang menjadi bentuk sel telur di dalam perut nyamuk. Ketika nyamuk yang sudah terinfeksi memakan darah dari tubuh manusia, terjadi proses perpindahan sel telur parasit ke dalam pembuluh darah manusia.


Plasmodium dapat berkembang di dalam sel darah merah manusia, kemudian berkembang menjadi trofozoit atau gametosit. Trofozoit dapat terus menggandakan diri secara aseksual yang disertai dengan pemecahan sel darah merah, sedangkan gametosit dapat masuk ke dalam nyamuk untuk melanjutkan siklus hidup seksual.


Tanda dan Gejala Malaria


Demam merupakan gejala utama yang ditemukan pada pasien malaria. Demam pada malaria sangat khas karena bersifat akut yang didahului dengan stadium dingin (menggigil), demam tinggi, kemudian berkeringat banyak. Individu dengan gejala tersebut yang baru berkunjung ke negara atau daerah dengan angka kasus malaria yang tinggi harus dicurigai mengalami penyakit ini dan dilakukan pemeriksaan lanjutan.


Selain itu, gejala lain yang dapat menyertainya adalah nyeri kepala, diare, mual, muntah, diare, nyeri otot, dan pegal-pegal. Pada beberapa kasus, malaria dapat menimbulkan berbagai gejala berat seperti kejang atau penurunan kesadaran. Tanda yang dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik adalah konjungtiva pucat, pembesaran limpa, pembesaran hati, ikterik, urine berwarna cokelat kehitaman, atau jumlah urine berkurang.


Diagnosis Malaria


Di dalam penegakan diagnosis malaria, pasien dengan gejala dan tanda malaria perlu dilakukan pemeriksaan darah. Standar baku pemeriksaan malaria adalah hapusan darah tebal dan tipis dengan pewarnaan Giemsa pada darah perifer untuk mengidentifikasi keberadaan parasit. Selain itu, terdapat pemeriksaan lain yaitu uji diagnostik cepat (rapid diagnostic test) yang dapat mendeteksi antigen parasit malaria. Apabila pasien diduga mengalami gejala malaria serebral karena datang dengan perubahan status mental, maka diperlukan penilaian kadar glukosa darah untuk menghilangkan kemungkinan hipoglikemia.


Tata Laksana Malaria


Dalam menentukan terapi untuk pasien malaria, dokter harus memastikan berbagai hal seperti jenis parasit yang menginfeksi pasien, tingkat keparahan, daerah geografis asal sumber parasit, usia, dan status kehamilan pasien. Pengobatan malaria tanpa komplikasi yang digunakan saat ini adalah kombinasi dihidroartemisinin–piperakuin (DHP).


Selain itu, pengobatan malaria juga dapat ditambahkan dengan obat primakuin sebagai agen pembunuh pada fase seksual. Pada kasus pengobatan malaria dengan komplikasi, maka perlu diberikan artesunat injeksi dan DHP oral. Pasien malaria yang sedang hamil dapat diberikan DHP tetapi tidak boleh diberikan primakuin. Seluruh obat anti malaria ini bersifat mengiritasi lambung sehingga konsumsinya tidak disarankan dalam keadaan perut kosong. 

Tags: demam, berkeringat banyak, nyeri kepala, diare, mual, muntah, nyeri otot, oliguria, pembesaran hati, pembesaran limpa, ikterik, urin cokelat kehitaman, konjungtiva pucat.


Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan RI. Buku saku tata laksana kasus malaria. 2018.

  2. Buck E, Finnigian NA. Malaria. StatPearls [internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan.

  3. Malaria [internet]. New York: WebMD; [cited: 2020 Nov 21]. Available from: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-symptoms#1-1

  4. Herchline TE. Malaria [internet]. New York: Medscape; [updated: 2020 Jun 03; cited: 2020 Nov 21]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/221134-overview#a1

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami