Bantuan
Free Tele x

Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 01 Jul 2021

Bagikan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan dalam periode yang singkat atau terjadi secara akut. ISPA sendiri dapat berupa infeksi saluran napas atas, misal common cold (yang paling umum dialami orang-orang), sinusitis, rinitis, tonsilitis, radang tenggorokan, dan laringitis. ISPA juga dapat berupa infeksi saluran napas bawah, seperti bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia. Pandemi yang sedang kita alami saat ini, COVID-19, juga merupakan salah satu  bentuk ISPA.


Penyebab dari ISPA umumnya berupa virus atau bakteri, meskipun ada juga beberapa jenis jamur dan parasit yang dapat menginfeksi saluran pernapasan. Virus yang umumnya menginfeksi saluran pernapasan berupa rhinovirus, virus influenza, virus corona, dan berbagai jenis virus lainnya. Sementara itu, bakteri penyebab ISPA paling sering adalah Streptococcus pneumoniae.


Penyebaran dari ISPA sendiri beragam mulai dari droplet hingga aerosol. Dalam bentuk droplet, virus atau bakteri dapat menyebar melalui cairan yang keluar bersamaan dengan batuk, bersin, atau air liur dari pengidap ISPA. Sementara pada penyebaran aerosol, bakteri atau virus yang keluar bersamaan dengan batuk atau bersin seseorang dengan ISPA dapat bertahan di udara selama beberapa waktu dan menginfeksi orang lain.


Meskipun penyebaran ISPA cukup mudah, tidak semua orang akan berkembang mengalami ISPA bila tertular mikroba penyebabnya. Orang-orang yang memiliki imunitas rendah, riwayat merokok, riwayat penyakit jantung dan paru-paru, serta kurang menjaga kebersihan akan lebih rentan untuk mengidap penyakit ISPA. Anak-anak dan lansia juga lebih rentan mengidap ISPA karena imunitas tubuh yang kurang baik.


Gejala dan Tanda

Gejala dan tanda yang dialami oleh pengidap ISPA sangat bervariasi. Namun, beberapa gejala umum yang mungkin dirasakan dapat berupa batuk, bersin, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, lemas, tidak enak badan, dan demam. Namun, perlu diketahui pula perihal gejala-gejala yang bisa menjadi tanda bahaya, seperti sesak napas, nyeri dada, menggigil dan keringat malam.


Pada anak-anak, perlu diperhatikan apabila kemampuan minum anak menurun, terdapat kejang, atau bahkan penurunan kesadaran. Apabila anak menunjukkan gejala tersebut maka anak harus segera dibawa ke rumah sakit.


Diagnosis

Penegakan diagnosis oleh dokter akan dimulai dari menanyakan berapa lama gejala muncul dan gejala lain yang dialami. Setelah itu, akan dilanjutkan pemeriksaan fisik untuk melihat hidung, mulut, kemudian juga pemeriksaan dada untuk menemukan tanda-tanda kelainan.


Pada kasus-kasus ketika terjadi infeksi saluran pernapasan bawah, dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium, mulai dari pemeriksaan darah hingga pengambilan sampel dahak (sputum) untuk dilakukan pengujian dan kultur untuk mengetahui penyebab infeksi. Dokter juga dapat meminta pemeriksaan foto polos (rontgen) dada untuk melihat tanda-tanda kelainan khususnya pada paru-paru. 


Pemeriksaan pulse oximetry untuk melihat kadar oksigen dalam darah juga penting dilakukan khususnya pada kasus dengan gejala sesak napas. Dalam era pandemi ini, salah satu pemeriksaan penting tentu adalah PCR dengan swab tenggorok karena COVID-19 juga menjadi hal yang harus dipikirkan dengan gejala ISPA.


Pencegahan dan Tata laksana

Pencegahan yang dilakukan dalam ISPA sendiri pada dasarnya mencegah penyebaran virus atau bakteri melalui droplet maupun aerosol, yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak, dan juga rajin untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan tidak sering memegang area wajah dengan tangan. Selain itu, hindari faktor resiko seperti merokok dan lebih sering minum vitamin untuk menjaga imunitas tubuh. Jangan lupa pula untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.


Umumnya ISPA dapat sembuh sendiri dan hanya perlu minum obat pereda gejala seperti parasetamol apabila demam. Namun, apabila demam dirasa lebih dari 14 hari atau tidak turun dengan pemberian obat, disertai tanda bahaya lainnya, segera periksakan diri ke dokter. Pada kecurigaan infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik sesuai kondisi pasien.


Referensi

  1. Mayo Clinic. Infeksi Saluran Pernapasan. [cited December 2, 2020].

  2. Lutsep HL [editor]. https://emedicine.medscape.com 

  3. Pane M. Infeksi Saluran Pernapasan [Internet]

  4. Willy T. ISPA [Internet].

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami