Bantuan
Free Tele x

Gangguan Lapangan Pandang

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 04 Jun 2021

Bagikan

Gangguan Lapangan Pandang

Lapang pandang adalah luasnya kemampuan mata untuk melihat suatu benda secara utuh baik dari atas, bawah, sisi dalam maupun sisi luar mata. Bayangkan kita dapat melihat pemandangan gunung dan sawah yang membentang tanpa terhalang oleh apapun.


Manusia yang mengalami gangguan lapang pandang mungkin hanya dapat melihat setengah atau sepertiga dari pemandangan indah tersebut, bahkan tidak bisa melihatnya sama sekali. Secara umum, mata akan menangkap sinyal dari suatu benda ke saraf dan mengirimkannya ke otak. Jika proses tersebut terganggu baik pada mata, otak, maupun saraf yang memperantarainya, maka terjadilah kondisi yang disebut gangguan lapang pandang. 


Gangguan lapangan pandang ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, misalnya2,3

  • Glaukoma atau gangguan tekanan mata yang menyebabkan sempitnya lapang pandang

  • Gangguan saraf mata. Saraf mata penting untuk memperantarai sinyal yang dikirimkan mata ke otak. Gangguan pada saraf mata dapat mempengaruhi lapang pandang. 

  • Tumor mata. Tumor dapat menghalangi cahaya masuk ke mata dengan baik. Akibatnya mata tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak dengan baik pula

  • Gangguan pembuluh darah mata. Mata memiliki banyak pembuluh darah. Jika pembuluh darah tersebut pecah dan berdarah, tentu mata akan kehilangan fungsinya untuk menangkap cahaya dari benda.

  • Infeksi mata. Infeksi seperti toksoplasmosis kongenital dapat menyebabkan gangguan lapang pandang4

  • Degenerasi makula akibat faktor usia. Makula merupakan bagian paling penting dari mata untuk menangkap cahaya dan akan menurun fungsinya seiring dengan usia.

  • Penyakit autoimun, seperti sklerosis multiple

  • Penyakit metabolik, seperti hipertiroidisme

  • Stroke dan gangguan di otak lainnya

 

Tanda dan gejala


Gejala gangguan lapang pandang antara lain:

  1. Mengalami kesulitan mengemudikan kendaraan

  2. Seringkali tersandung

  3. Melihat dengan buram sehingga penderita akan kesulitan menonton TV ataupun membaca buku

  4. Lapang pandang seperti tertutup

  5. Merasa tidak bisa melihat dari satu sisi, baik sisi kiri maupun kanan


Pengobatan


Pengobatan untuk gangguan lapang pandang bergantung pada penyebab dari gangguan lapang pandang tersebut.1 Misalnya, seseorang terganggu lapang pandangnya akibat glaukoma, maka orang tersebut akan diobati dengan obat penurun tekanan bola mata.


Jika seseorang menderita tumor mata, maka orang tersebut akan dioperasi jika memungkinkan. Sedangkan, jika orang tersebut menderita stroke, maka akan diberikan obat-obatan untuk mengontrol penyakit strokenya.


Diagnosis


Pemeriksaan lapang pandang adalah pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan otak, saraf dan mata. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan dimanakah letak penyebab gangguan lapang pandang. Setelah melakukan tes ini, dokter akan memberikan rekomendasi mengenai pengobatan yang akan dilakukan. Pemeriksaan lapang pandang dapat dilakukan tanpa alat, yaitu menggunakan tes konfrontasi.


Pada saat tes konfrontasi, dokter dan pasien akan saling berhadapan dan keduanya menutup salah satu matanya, Kemudian, dokter akan menggerakkan jarinya ke atas, bawah, kiri, kanan dan menanyakan ke pasien apakah dia dapat melihat jari dokter tersebut. Tes ini dilakukan dengan catatan lapang pandang pemeriksa dianggap normal.  Bila ditemukan gangguan, dapat diperiksa lebih lanjut menggunakan alat khusus yang dapat dijumpai di dokter spesialis mata, seperti Goldmann Perimeter, Tangent Screen, Amsler Grid, dan Computerized Automated Perimeter.

 

Referensi :

  1. Acheson, James, and Paul Riordan-Eva. Fundamentals of Clinical Ophthalmology: Neuro-Ophthalmology. London: BMJ Books, 1999.

  2. Bushkar JB. Visual field testing. [diakses 21 November 2020] Tersedia dari: https://emedicine.medscape.com/article/2094663-periprocedure 

  3. Vision for life. What is visual field loss? [diakses 21 November 2020]. Tersedia dari: https://visionforlifeworks.com/blog/2018/02/05/visual-field-loss/ 

  4. Tan HK, Schmidt D, Stanford M, Teär-Fahnehjelm K, Ferret N, Salt A, Gilbert R; European Multicentre Study on Congenital Toxoplasmosis (EMSCOT). Risk of visual impairment in children with congenital toxoplasmic retinochoroiditis. Am J Ophthalmol. 2007 Nov;144(5):648-653. doi: 10.1016/j.ajo.2007.07.013. Epub 2007 Sep 14. PMID: 17854757.

  5. Lowth M. Visual field defects. [diakses 21 November 2020]. Tersedia dari: https://patient.info/doctor/visual-field-defects

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami