Batu Saluran Kemih

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 03 Jun 2021

Bagikan

Batu Saluran Kemih

Penyakit batu saluran kemih (batu ginjal) merupakan penyakit yang terjadi akibat terbentuknya  batu pada ginjal maupun saluran kemih. Di Indonesia, penyakit ini merupakan kelainan pada organ ginjal dan saluran kemih yang paling sering dijumpai. Di dunia sendiri, penyakit ini menyerang satu dari sepuluh laki-laki, serta tujuh dari seratus perempuan sehingga tergolong sebagai penyakit yang perlu Anda waspadai dan kenali.


Pada penyakit batu saluran kemih, dapat terbentuk batu dari berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari berukuran kecil hingga besar yang dapat menghambat aliran urine di saluran kemih. Terdapat hal-hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengidap penyakit ini, di antaranya:

  • Sedikit atau jarang mengonsumsi air putih

  • Terlalu banyak mengonsumsi daging dan protein hewani

  • Terlalu banyak mengonsumsi garam

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti dapagliflozin (obat diabetes/kencing manis)

Tanda dan Gejala Batu Saluran Kemih

Penyakit batu saluran kemih memiliki tanda dan gejala yang beragam, mulai dari tanpa keluhan hingga gejala yang sangat berat. Gejala dan tanda yang paling umum ditemukan di antaranya:

  • Nyeri pinggang ringan hingga berat, bersifat hilang-timbul (muncul selama beberapa waktu, menghilang, kemudian muncul kembali)

  • Nyeri saat buang air kecil

  • Urine terlihat merah atau mengandung darah

  • Merasa sulit atau tidak mampu buang air kecil

  • Mual dan muntah

  • Demam

  • Keringat dingin ketika sedang nyeri pinggang

Diagnosis Batu Saluran Kemih

Untuk mendiagnosis batu saluran kemih, dokter akan melakukan wawancara medis untuk mencari adanya gejala yang telah disebutkan di atas. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengenali adanya tanda-tanda penyakit ini. Untuk lebih memastikan adanya batu saluran kemih, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan berupa:

  • Pemeriksaan darah

  • Pemeriksaan urine: untuk memeriksa kadar zat-zat yang terkandung dalam urine

  • Pemeriksaan radiologi: dokter dapat memastikan ada atau tidaknya batu saluran kemih dengan bantuan teknik ultrasound (USG), X-ray perut, CT scan, atau MRI

Tata Laksana Batu Saluran Kemih

Dikarenakan penyakit batu saluran kemih ditandai rasa nyeri yang tajam, dokter akan memberikan Anda pereda nyeri berupa obat telan seperti ibuprofen, maupun pereda nyeri yang diberikan melalui selang infus apabila nyeri yang Anda rasakan sudah sangat hebat.


Pada sebagian besar orang dengan batu saluran kemih, batu dapat keluar dengan sendirinya bersama dengan air seni dalam jangka waktu 30-40 hari. Namun, semakin besar ukuran batunya, semakin kecil pula kemungkinan batu tersebut dapat keluar dengan sendirinya.


Pada batu saluran kemih yang berukuran besar, perlu penanganan oleh dokter spesialis urologi berupa prosedur memecahkan batu dengan getaran maupun dengan tindakan operasi.


Tags: sakit pinggang ringan hingga berat, nyeri kolik, nyeri saat berkemih, disuria, kencing berdarah, hematuria, retensi urin, tidak bisa mengeluarkan urin, anuria, mual, muntah, demam


Referensi:


  1. Rasyid N, Kusuma GW, Atmoko W. Panduan penatalkasanaan klinis batu saluran kemih. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2018.

  2. Thakore P, Liang TH. Urolithiasis. StatPearls [internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan.

  3. Smith JK. Urinary Calculi (Urolithiasis) Imaging [internet]. New York: Medscape; [updated: 2018 Nov 14; cited: 2020 Nov 21]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/381993-overview#:~:text=Urolithiasis%20is%20a%20common%20disease,year%20in%20the%20United%20States

  4. Shiel WC. Medical Definition of Urolithiasis [internet]. New York: WebMD; [updated: 2018 Dec 27; 2020 Nov 21]. Available from: https://www.medicinenet.com/kidney_stone_pictures_slideshow/article.htm

Bagikan artikel ini