Telinga Berdengung & Penyebabnya Menurut Kedokteran

26 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Telinga berdengung merupakan kondisi medis yang disebut tinnitus. Kondisi ini biasanya akan segera hilang dengan sendirinya. Namun dalam kondisi yang sangat parah, suara dengung dari dalam telinga ini terkadang bisa mengganggu konsentrasi, menyebabkan masalah tidur hingga depresi.

Tinnitus sendiri terdiri dari beberapa tingkatan, sesuai dengan gejala dan tingkat keparahannya. Dalam kondisi normal, tinnitus atau suara dengung tersebut akan terasa semakin jelas ketika Anda berada di tempat hening, atau menjelang tidur. 

Berikut merupakan jenis tinnitus sesuai dengan tingkat keparahan suara dengung yang terjadi.

  1. Hyperacusis merupakan suara dengung yang menyebabkan penderitanya bisa lebih sensitif terhadap volume suara, bahkan untuk suara yang sebenarnya masih dalam batas normal. 
  2. Tinnitus subjektif merupakan kondisi ketika hanya Anda yang dapat mendengar suara dengung tersebut. Kondisi ini dipicu oleh masalah yang terjadi di bagian telinga luar, tengah, atau dalam. Selain itu, tinnitus subjektif bisa juga disebabkan karena masalah saraf.
  3. Tinnitus objektif merupakan suara dengung yang tidak hanya dapat didengar Anda, tapi juga dokter yang memeriksa. Ini merupakan tinnitus jenis langka yang umumnya dipicu oleh masalah pembuluh darah, kontraksi otot atau kondisi tulang telinga bagian dalam.

Penyebab Tinnitus

Penyebab tinnitus terbagi dalam dua jenis, penyebab ringan dan penyebab berat. Untuk tinnitus ringan, umumnya masalah ini bisa selesai sendiri tanpa melibatkan tindakan medis tertentu. Namun jika gejalanya berkelanjutan, Anda wajib memeriksakan diri ke dokter THT. 

Berikut merupakan beberapa penyebab timbulnya tinnitus ringan.

  1. Mendengar suara yang sangat keras dalam jarak yang dekat, misalnya suara ledakan, atau suara deru mesin yang terus menerus. 
  2. Terjadi infeksi telinga. Untuk masalah ini, tinnitus umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah masalah infeksi telinga tersebut berhasil diatasi.
  3. Terlalu banyak kotoran yang menumpuk di telinga, hingga menyebabkan fungsi pendengaran sedikit terganggu, atau terjadi iritasi di bagian gendang telinga.
  4. Efek samping konsumsi obat-obatan tersebut, misalnya aspirin, kina dan jenis obat antibiotik.
  5. Daya pendengaran menurun seiring karena faktor usia. Umumnya masalah ini diderita oleh lansia yang berusia di atas 60 tahun.
  6. Kekurangan zat besi, dan cemas atau stres.

Tinnitus berat umumnya disebabkan oleh adanya penyakit serius, diantaranya:

  1. Adanya tumor di kepala atau leher, yang menyebabkan tekanan pada pembuluh darah di area kepala atau leher tertekan.
  2. Aterosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah di area telinga yang disebabkan karena penumpukan kolesterol. 
  3. Meniere yang disebabkan karena adanya tekanan pada koklea, kelebihan cairan di telinga bagian dalam, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan vertigo, telinga terasa tertekan dan kehilangan pendengaran.
  4. Neuroma Akustik, atau tumor jinak yang tumbuh di bagian saraf kranial. Saraf ini melintang dari saraf pusat otak menuju ke telinga bagian dalam, yang berfungsi untuk mengontrol pendengaran dan keseimbangan bunyi.
  5. Tekanan darah tinggi.

Jika gangguan telinga berdenging ini terjadi hanya sesekali dan tidak terlalu mengganggu Anda, tinnitus bisa diatasi dengan melakukan relaksasi. Namun jika terasa sangat mengganggu, terjadi terus menerus, dan disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Tidak perlu pergi ke klinik atau rumah sakit, saat ini ada Aido Health yang memungkinkan Anda melakukan pemeriksaan dimana dokter akan datang ke rumah Anda.