Perlukah Masker untuk Menghindari Virus Corona?

09 Mar 2020 • Tips Kesehatan

Ditulis oleh               : dr. Yonathan Heru Suhalim

Telah direview oleh  : dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES


Penularan penyakit COVID-19 (yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2) terutama lewat droplet atau percikan dari saluran pernapasan dan kontak dekat dari droplet yang menempel di permukaan benda yang baru disentuh penderita (tombol lift, gagang pintu, keran air, pegangan tangan di mobil atau kereta, jabatan tangan, meja, gagang telpon, uang dan lain lain).

Bisa secara airborne atau melalui udara, yang bisa melalui saluran udara yang saling terhubung seperti di apartemen atau gedung perkantoran. Ketika droplet menempel di lantai atau kertas, virus dapat bertahan beberapa jam, jika menempel di logam atau plastik bisa bertahan hidup sampai 9 hari.

Ukuran transmisi melalui udara atau aerosol umumnya lebih kecil (< 10 mikron), sehingga penularan bisa dari jarak yang lebih jauh. Ukuran droplet terbesar saat bersin adalah 2000 mikron, 95% berukuran antara 2 – 100 mikron, 76% antara 80-180 mikron (Buckland & Tyrrell).

Pasien yang terinfeksi dengan rhinovirus manusia, 82% droplet yang dikeluarkan melalui jalan napas terdeteksi 300 - 499 μm (Fabian et al). Ukuran droplet saat berbicara sebagian besar < 500 mikron. Ukuran pori masker bedah (surgical mask) antara 16.90 mikron sampai dengan 146.60 mikron.

Jadi untuk droplet ukuran lebih besar daripada 146.6 mikron sebagian akan tersaring oleh masker bedah sebagian kecil mungkin lolos lewat celah antara masker dan kulit. Droplet yang berukuran kurang dari 16.9 mikron sebagian besar akan lewat pori masker bedah, sebagian kecilnya mungkin menempel karena menabrak filter masker bedah.

Untuk bakteri airborne seperti mycobacterium tuberculosis dengan ukuran (0,2-0,5) x (2- 4) mikron tak akan bisa difilter oleh masker bedah, tapi droplet besar (≥ 150 mikron) yang mengandung mycobacterium tuberculosis saat batuk atau bersin akan tersaring oleh masker bedah, sedangkan droplet kecil (≤ 15 mikron) sebagian besar akan lolos.

Respirator N95 dengan ukuran pori 0,3 mikron akan mampu menyaring semua droplet berukuran > 1 mikron yang mengandung virus atau bakteri yang dikeluarkan penderita saat batuk dan bersin asal cara pemakaiannya benar. Respirator N95 tidak dirancang untuk menangkap virus “telanjang” (Corona: MERS / SARS/SARS-CoV-2 penyebab COVID-19) dengan ukuran antara 0,15 – 0,2 mikron yang lebih kecil daripada pori N95 sendiri, tapi untuk menangkap droplet berisi virus, baik droplet besar maupun kecil (2-5 mikron) yang dikeluarkan saat batuk, nafas, berbicara atau bersin.

Virus corona dan rhinovirus akan mati jika terkena sinar ultraviolet sinar matahari, dan tak bisa bertahan lama (lebih dari 3 hari) di udara. Kecuali virus norovirus dan hepatitis A, dapat bertahan selama berminggu-minggu di permukaan jika kondisinya sesuai.

Droplet berukuran kecil (< 100 mikron) akan tetap berada di udara selama 4,2 – 66 menit, tapi droplet besar akan jatuh ke lantai dalam 1- 6 detik. Jarak yang ditempuh droplet besar 1000 mikron = 1,40 meter dan akan jatuh dalam 1 detik karena pengaruh gravitasi. Droplet kecil (≤ 5 mikron) akan tetap berada di udara hampir tak terbatas karena kurang terpengaruh gravitasi dan mereka terperangkap dan disebarkan oleh aliran udara ruangan.

Cara mencegah infeksi COVID-19 menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

  • Sering cuci tangan pakai sabun
  • Gunakan masker bila batuk atau pilek.
  • Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah (meningkatkan daya tahan tubuh)
  • Hati-hati kontak dengan hewan
  • Rajin olah raga dan istirahat cukup
  • Jangan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak
  • Bila batuk pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan

Bagi yang melakukan perjalanan ke Cina:

  • Gunakan masker bila berada di kerumunan keramaian
  • Jika mengalami penyakit pernafasan selama di Cina atau setelah kembali dari tanah air, segera hubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanan
  • Disarankan tidak mengunjungi pasar hewan

Tip Cara mencegah infeksi Virus Corona menurut WHO, CDC USA dan ahli lain:

1. Cuci tangan sesering mungkin. Droplet dari batuk dan bersin adalah yang menyebarkan penyakit ini. Droplet bisa menempel di tangan kita dan benda lain. Cuci dengan sabun dan gosok bukan hanya jari dan telapak tangan tetapi juga di bawah kuku, di sekitar pergelangan tangan dan di antara jari-jari selama paling sedIkit 20 detik.

Bilas sampai bersih. Penting untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi, tetapi juga setelah menggunakan kertas pembersih atau tissue dan menutup mulut saat bersin atau batuk, baik sedang sakit atau tidak. Cuci tangan mengurangi jumlah virus yang masuk melalui mulut.

2. Tutup mulut saat batuk atau bersin, dianjurkan pakai masker bedah agar tak menularkan virus ke lingkungan. Masker bedah tidak dianjurkan oleh CDC bagi orang sehat untuk mencegah tertular virus (karena droplet yang kecil masih bisa lolos).

3. Tinggal di rumah ketika sakit, bersihkan dan lakukan tindakan desinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh (CDC).

4. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci sebab virus lebih mudah masuk melalui selaput lendir.

5. Hindari berdekatan dengan orang sakit.

KESIMPULAN:

Masker bedah tak efektif bagi orang sehat untuk mencegah tertular virus SARS-CoV-2 (penyebab penyakit COVID-19), sebab droplet airborne masih bisa lolos. Masker bedah hanya memberikan rasa terlindung semu bagi pemakainya. Masker bedah terutama dirancang untuk melindungi lingkungan dari pemakainya, sedangkan respirator N95 dan N100 seharusnya melindungi pemakainya dari lingkungan.

Respirator N95 dan N100 tak bisa melindungi pemakai 100% sebab penularan bisa lewat selaput lendir (misalnya mata atau mulut) atau tangan yang tak dicuci sebelum makan, atau melalui celah antara alat pernafasan dan kulit jika pemakaiannya salah.

Dr Ubeta Adikusnadi (Tangerang) Anggota Iluni FKUI ‘83

DAFTAR PUSTAKA

1. Https://www.facebook.com/ChannelNewsAsia/videos/190254308723593/Novel coronavirus: Expert explains differences between droplet and aerosol transmission

2. https://www.livescience.com/new-china-coronavirus-faq.html

3. https://www.youtube.com/watch?v=pshp3uZzHTw

4. https://www.youtube.com/watch?v=n0mt-vtqRC0&feature=youtu.be

5. https://www.beckershospitalreview.com/quality/coronaviruses-can-remain-on-surfaces-for-up-to-9-days-study-finds.html

6. https://www.forbes.com/sites/victoriaforster/2020/02/09/scientists-predict-coronavirus-may-live-for-up-to-nine-days-on-surfaces/#6c60164c14e3

7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2234804/pdf/jhyg00188-0053.pdf

8. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2843952/

9. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2843952/table/RSIF20090388TB3/

10. https://www.researchgate.net/figure/Face-Mask-Material-Characteristics-thickness-weight-pore-size-Resistance-to-Blood_tbl2_242297437

11. https://www.sciencefocus.com/the-human-body/how-long-can-a-virus-live-outside-a-body/

12. https://www.coursehero.com/file/p5krla0m/Droplets-smaller-than-100-microns-in-size-obtain-a-hori-zontal-trajectory-in-a/

13. https://www.livescience.com/3686-gross-science-cough-sneeze.html

14. https://www.livescience.com/7757-5-essential-swine-flu-survival-tips.html

15. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16490606