Herpes: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 May 2021

Bagikan

Herpes Kelamin: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Herpes kelamin adalah salah satu jenis dari penyakit herpes. Herpes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi herpes simplex virus (HSV). Terdapat dua jenis HSV yang menyebabkan infeksi herpes pada area yang berbeda, yaitu:

  • HSV 1

HSV 1 menyebabkan herpes mulut (herpes oral) yang menyebabkan timbulnya luka pada daerah sekitar mulut. HSV 1 juga dapat menyebabkan infeksi pada alat kelamin, namun kasusnya lebih jarang.

  • HSV 2

HSV 2 merupakan penyebab utama herpes pada alat kelamin (herpes genital).

HSV merupakan infeksi yang cukup umum. Berdasarkan data WHO, sekitar 67 persen orang di dunia terinfeksi HSV 1 dan 11 persen terinfeksi HSV 2.

Apabila seseorang terinfeksi HSV, virus tersebut akan tetap berada pada tubuhnya meskipun gejala tidak muncul atau sudah membaik. Pada orang yang tidak mengalami gejala, virus berada di sel saraf dalam kondisi tidur (dorman).

HSV dalam keadaan dorman dapat kembali menimbulkan gejala, terutama pada kondisi yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, yaitu pada keadaan stress, mengalami penyakit tertentu atau demam, terpapar sinar matahari hingga menyebabkan sunburn, dan ketika menstruasi.

Timbulnya gejala bergantung pada respons antibodi dan adanya pemicu tertentu. Seseorang mungkin hanya mengalami gejala ketika terinfeksi pertama kali. Akibat antibodi yang terbentuk seiring berjalannya waktu, gejala HSV ketika terjadi outbreak kembali pada tubuh orang tersebut pun membaik. 

Bagaimana Herpes Ditularkan?

Pada HSV 1, penularan dapat terjadi dari mulut ke mulut melalui luka, air liur, dan daerah sekitar mulut. Penularan ini dapat timbul melalui interaksi berikut:

  • Menggunakan peralatan makan bersamaan

  • Berbagi penggunaan lip balm

  • Berciuman

Selain itu, seks oral yang dilakukan oleh penderita HSV 1 juga dapat menyebabkan herpes genital yang disebabkan oleh HSV 1 pada orang lain. Pada kasus yang jarang, bayi dalam kandungan dapat terinfeksi HSV 1 dari ibunya yang terjadi pada proses melahirkan

HSV 2 menular melalui hubungan seksual, terutama hubungan seksual tanpa proteksi. Infeksi HSV 2 dapat terjadi melalui rute berikut:

  • Melakukan hubungan seksual melalui vagina atau anus tanpa perlindungan, contohnya kondom

  • Menggunakan mainan seks bersama-sama

  • Memiliki kontak oral atau alat kelamin dengan penderita herpes

Adapun risiko tertular HSV 2 meningkat pada kondisi di bawah ini:

  • Berganti-ganti pasangan seksual

  • Berhubungan seksual pada usia muda

  • Wanita

  • Memiliki penyakit menular seksual (PMS) lainnya

  • Memiliki penyakit atau kondisi yang menurunkan sistem kekebalan tubuh

Baca Juga: Mari Mengenal Hipospadia, Kelainan Alat Kelamin Pria Bawaan Dari Lahir

Mengenali Tanda dan Gejala Herpes

Kebanyakan dari penderita herpes tidak mengalami gejala apapun. Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 sampai 20 hari sejak terpapar HSV.  Berikut adalah tanda dan gejala penyakit herpes:

  • Sensasi gatal, tersengat, dan terbakar. Herpes identik dengan timbulnya luka. Akan tetapi, beberapa hari sebelum luka muncul, kulit akan terasa seperti gatal, menyengat, atau terbakar

  • Adanya luka. Luka berbentuk lepuhan yang berisi air merupakan gejala khas dari HSV. Pada HSV 1 (herpes oral), luka dapat terbentuk di wajah dengan mulut sebagai daerah tersering, sedangkan pada HSV 2 (herpes genital), luka dapat ditemukan pada penis, vagina, bagian dalam vagina, dan anus.

  • Gejala seperti flu. Penderita herpes dapat mengalami gejala yang mirip dengan flu, antara lain demam, pembengkakan kelenjar limfa, sakit kepala, merasa lelah, dan nafsu makan berkurang.

  • Kesulitan berkemih. Khususnya pada herpes genital, akan muncul rasa seperti terbakar atau kesulitan saat berkemih.

  • Infeksi mata (herpes keratitis). HSV juga dapat menginfeksi mata dan menimbulkan gejala seperti rasa sakit pada mata, sensitivitas terhadap cahaya meningkat, merasa ada yang mengganjal, dan keluarnya cairan dari mata. Apabila tidak ditangani dengan baik, herpes keratitis dapat berujung pada kebutaan.

Pada herpes oral, kemunculan gejala dapat berlangsung 2 sampai 3 minggu, sedangkan pada herpes genital dapat berlangsung 2 sampai 6 minggu.

Pengobatan dan Pencegahan Herpes

Herpes tidak dapat disembuhkan secara penuh. Gejala mungkin hilang, namun virus tetap ada. Apabila kamu terinfeksi herpes, dokter akan memberikan obat antivirus, misalnya asiklovir, untuk mencegah virus bertambah banyak di dalam tubuh. Pemberian antivirus juga dapat mengurangi durasi timbulnya gejala.

Ketika mengalami gejala herpes, hal-hal ini dapat kamu lakukan untuk meredakan gejala:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen

  • Menggunakan pakaian longgar

  • Berhenti melakukan hubungan seksual sementara hingga gejala hilang

Untuk mencegah penyakit herpes, kamu bisa melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Menggunakan proteksi ketika berhubungan seksual

  • Hindari melakukan aktivitas seksual, termasuk berciuman dan seks oral, ketika gejala sedang muncul

  • Hindari penggunaan barang yang dapat mentransmisikan virus bersamaan, seperti peralatan makan, handuk, pakaian, dan make-up

  • Mencuci tangan setelah menyentuh area yang terinfeksi

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Mengenal Sifilis, Penyakit Kelamin Yang Lebih Dikenal Dengan Raja Singa

Doctor

Ingin penjelasan lebih detail? Konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin sekarang!

Pesan Konsultasi
Referensi
  1. https://www.healthline.com/health/herpes-simplex#prevention
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151739#prevention
  3. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/herpes-simplex-symptoms
  4. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus
Bagikan artikel ini    
Doctor

Ingin penjelasan lebih detail? Konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin sekarang!

Pesan Konsultasi