Hadapi Virus Corona, Yuk Simak Do & Don’t Covid-19

27 Mar 2020 • Tips Kesehatan

Belakangan ini, pemberitaan di berbagai media dipenuhi dengan berita-berita terkait virus Corona alias Covid-19. Mau tidak mau kondisi ini menyebabkan masyarakat ikut ‘latah’ membicarakan isu tersebut, baik yang berbasis medis atau mereka yang hanya mendengar berita yang bersifat isu saja.

Terlepas dari semua itu, sah-sah saja jika Anda ingin bicara terkait Covid-19, namun WHO mewanti-wanti agar pembicaraan terkait Covid-19 tetap berada di jalur yang positif. Berikut merupakan Do & Don’t yang harus dilakukan saat bicara terkait Covid-19.

Do & Don’t Saat Bicara Covid-19

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, merilis beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat membicarakan Covid-19, diantaranya:

  1. Jangan menyebut virus corona dengan embel-embel etnis atau wilayah. Misalnya virus Wuhan, virus Asia, atau virus China, cukup sebut virus corona atau Covid-19 yang lebih mudah disebutkan, namun tidak tidak mengandung stigma etnis.
  2. Bicarakan virus corona dengan menyertakan data dan sumber terpercaya. Jangan pernah membagikan atau membicarakan Covid-19 dari sumber-sumber yang tidak jelas, apalagi jika yang dibicarakan hanya berdasarkan asumsi, teori konspirasi.
  3. Jangan pernah menggunakan terminologi ‘mentransmisikan’, menularkan, atau menginfeksi orang lain karena bisa menyebabkan kesan Covid-19 sengaja disebarkan. Agar lebih baik, sebaiknya gunakan terminologi yang lebih baik, seperti ‘berkontak dengan’ terduga Covid-19.

Menurut Tedros, panduan Do & Don’t tersebut ada baiknya diperhatikan, mengingat saat bicara tentang virus corona, ada beberapa kata atau bahasa yang punya konotasi negatif atau bahkan stigma buruk. Tedros mengingatkan jika ‘stigma buruk’ jauh lebih menakutkan ketimbang virus itu sendiri.

Do & Don’t Lainnya Untuk Hadapi Covid-19

Selain panduan terkait pembicaraan Covid-19, ada beberapa panduan lainnya yang wajib diperhatikan. Berikut merupakan hal yang tidak boleh dilakukan saat menghadapi Covid-19.

  1. Menyepelekan Covid-19 karena merasa sehat atau merasa tidak pernah bepergian ke luar negeri. Faktanya, super spreader jemaat Gereja Shincheonji, di Korea Selatan, dilaporkan tidak pernah pergi ke luar negeri dan merasa baik-baik saja.
  2. Menyepelekan social distance karena di daerah sekitar belum ada kasus infeksi Covid-19, atau malah menyepelekan gejala infeksi Covid-19 sebagai flu biasa. Padahal faktanya, gejala infeksi Covid-19 bisa saja datang terlambat, atau malah terlihat ringan.
  3. Panic buying hingga belanja berbagai kebutuhan di luar batas normal. Pola seperti ini tidak hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain, tapi bisa menimbulkan kepanikan massal yang bisa berdampak buruk pada lingkungan, daerah, bahkan negara.
  4. Mengenakan masker setiap waktu dengan masker yang sama, dan terlalu mengandalkan hand sanitizer untuk mencuci tangan. Jelas ini bukan hal baik, mengingat Covid-19 menular lewat cairan droplet, bukan lewat udara.

Selain hal yang tidak boleh dilakukan, ada beberapa hal lainnya yang harus Anda lakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini, diantaranya:

  1. Pastikan untuk selalu mencuci tangan secara rutin, dan dilakukan dengan cara yang tepat.
  2. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, sebelum memasak, sebelum dan sesudah makan, dan setelah menutup hidung saat batuk, atau bersin.
  3. Jangan pernah menyentuh wajah, terutama area mata, hidung dan mulut dengan tangan yang kotor, atau ketika tangan Anda dalam kondisi yang tidak steril. Jika terpaksa, disarankan untuk melapisi dulu tangan dengan menggunakan tisu atau pembungkus lainnya yang steril.
  4. Kenali gejala infeksi Covid-19, diantaranya demam, batuk kering, kelelahan, produksi dahak meningkat, sakit tenggorokan, hidung tersumbat hingga kesulitan bernafas. Gejala ini lebih buruk dari flu, dan terus terjadi lebih dari 1 pekan.

Agar tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan, sebaiknya pasang aplikasi aido health di smartphone Anda. Dengan Aplikasi ini, Anda bisa mendapatkan banyak informasi akurat terkait Covid-19, langsung dari sumber rujukan dan dokter yang terpercaya.