Fakta Mengenai Soda Diet

03 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Penggunaan kata diet untuk sebuah produk sungguh akan menarik perhatian orang yang menjaga pemasukan kalorinya, salah satunya adalah soda diet.

Minuman ini pertama kali diciptakan pada tahun 1952 oleh The Kirsch Bottling Company of Brooklyn dengan nama produk No-Cal (dengan arti no calories).

Produk ini dipasarkan untuk penduduk Yahudi yang memiliki diabetes dan penyakit jantung kronik yang tinggi, terutama para konsumen minuman bersoda. Walau begitu, minuman ini tidak 100% bebas gula.

Minuman ini mengandung sebuah pemanis sintetik yang baru saja ditemukan kala itu, yakni pemanis golongan siklamat. Namun, apakah sesungguhnya diet soda benar-benar aman bagi pasien diabetes dan penyakit jantung kronik?

Konsumsi Diet Soda dan Pengaruhnya terhadap Kualitas Pola Makan

Pada tahun 2018, terdapat sebuah penelitian yang membandingkan kualitas pola makan pada individu yang mengonsumsi minuman bersoda, soda diet, dan tidak mengonsumsi keduanya.

Penelitian ini menunjukan hasil bahwa individu yang mengonsumsi minuman bersoda (baik yang normal maupun bebas gula) akan memiliki penurunan nutrisi yang dikonsumsinya.

Penurunan tersebut disebabkan oleh terlarutnya mineral dalam tubuh akibat konsumsi soda, mineral tersebut diantaranya kalsium, riboflavin, vitamin A, dan B12. Kondisi tersebut juga dapat menginduksi penurunan densitas tulang.

Diet Soda dan Diabetes

Tidak selaras dengan tujuan diproduksinya minuman soda diet. Studi terkini menyatakan bahwa soda diet dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes, terutama pada orang dengan berat badan berlebih dan obesitas.

Hal serupa juga terjadi pada individu yang mengonsumsi minuman bersoda non diet. Sehingga, pengubahan gula menjadi pemanis sintesis pada minuman diet tidak dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes.

Diet Soda pada Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung dan pembuluh darah pun menjadi salah satu hal yang terancam dalam konsumsi soda diet rutin. Hal ini ditandai dengan meningkatnya serum protein C reaktif sebagai marker untuk kerusakan sistem kardiovaskular.

Terlebih lagi, konsumsi minuman bersoda normal menunjukan angka keparahan yang lebih tinggi lagi untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Diet Soda pada Kesehatan Ginjal

Minuman soda juga memiliki dampak yang buruk pada kesehatan ginjal. Konsumsi soda diet secara rutin dapat menurunkan kemampuan ginjal dalam menyaring darah.

Risiko tersebut pun lebih tinggi pada individu dengan hipertensi, obesitas, diabetes, merokok, rendahnya aktivitas fisik, serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Konsumsi soda secara berkala harus dikurangi demi menjaga kesehatan ginjal.

Referensi:

  1. Blitz M. Who Invented Diet Soda? [internet]. [published: 2014 Sep 17; cited: 2020 Mei 21]. Available from: http://www.todayifoundout.com/index.php/2014/09/invented-diet-soda/
  2. Rusmevichientong P, Mitra S, McEligot AJ, Navajas E. The association between types of soda consumption and overall diet quality: evidence from national health and nutrition examination survery (NHANES). Calif J Health Proot. 2018; 16(1): 24-35.
  3. Gardener H, Moon VP, Rundek T, Elkind MSV, Sacco RL. Diet soda and sugar-sweetened soda consumption in relation to incodent diabetes in the Northen Manhattan Study. Curr Dev Nutr. 2018 May; 2(5): nzy008.
  4. Tamez M, Monge A, Lopez-Ridaura R,  Fagherazzi G, Rinaldi S, Ortiz-Panozo E, et al. Soda intake is directly associated with serum c-reactive protein concentration in mexican women. J Nutr. 2018 Jan 1; 148(1): 117-24.
  5. Malik VS, Li Y, Pan A, Koning LD, Schernhammer E, Willett WC, et al. Long-term consumption of sugar-sweetened and artificially sweetened beverages and risk of mortality in US Adults. Circulation. 2019 Apr 30; 139(18): 2113-25.
  6. Rebholz CM, Grams ME, Steffen LM, Crew DC, Anderson CAM, Bazzano LA, et al. Diet soda consumption and risk of incident end stage renal disease. Clin J Am Soc Nephrol. 2017 Jan 6; 12(1): 79-86.